Artikel · Potret Online

Bimbingan Orang Tua Lebih Bermanfaat

Penulis Darisman Solin
Mei 5, 2026
3 menit baca 328
1-Bersikap-Pada-Keluarga-Dan-Orangtua-Nonmuslim-Yang-Telah-Berusia-Lanjut_11zon
Foto / IlustrasiBimbingan Orang Tua Lebih Bermanfaat
Artikel Opini

Ketika kita membicarakan suatu fenomena yang ada, terkadang apa yang kita bicarakan tidak terpikir sebelumnya. Namun realitas hari ini menunjukkan bahwa berbagai persoalan sosial yang muncul berakar dari hal yang paling dekat: keluarga. Fenomena ini bukan sekadar isu kecil, melainkan berdampak besar terhadap keluarga, masyarakat, bahkan bangsa dan negara.

Salah satu persoalan yang mencuat adalah kurangnya perhatian orang tua terhadap pendidikan dan pembentukan karakter anak. Padahal, karakter seorang anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan keluarga. Ketika orang tua tidak memberikan bimbingan yang cukup, maka perkembangan karakter anak menjadi tidak terarah.

Perkembangan otak anak berlangsung sangat cepat, terutama ketika mereka mendapatkan perhatian, nasihat, dan bimbingan dari orang tua. Apa yang diajarkan sejak dini akan lebih mudah diserap dan diingat dalam jangka panjang.

Membimbing anak bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban. Anak yang dididik dengan baik cenderung tumbuh menjadi pribadi yang baik. Sebaliknya, kurangnya pendidikan dalam keluarga dapat berdampak buruk, tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi orang lain.

Fenomena ini semakin relevan jika dikaitkan dengan kasus-kasus yang terjadi belakangan ini, seperti kekerasan atau kelalaian di beberapa tempat penitipan anak (daycare). Kasus tersebut menjadi alarm bahwa menyerahkan sepenuhnya pendidikan dan pengasuhan anak kepada pihak lain tanpa pengawasan yang cukup adalah keputusan yang berisiko.

Kasus daycare menunjukkan bahwa kehadiran dan peran orang tua tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh institusi mana pun.

Daycare pada dasarnya hadir sebagai solusi bagi orang tua yang sibuk bekerja. Namun, ketika fungsi pengasuhan sepenuhnya dialihkan tanpa keterlibatan emosional dan kontrol dari orang tua, maka yang terjadi adalah kekosongan dalam pembentukan karakter anak.

Orang tua mungkin mampu memenuhi kebutuhan materi anak, tetapi sering kali abai terhadap kebutuhan emosional dan pendidikan karakter. Anak tumbuh tanpa arah yang jelas, tanpa nilai-nilai yang tertanam kuat dalam dirinya.

Padahal, keluarga adalah pusat pendidikan pertama dan utama. Di dalam keluarga, anak belajar tentang nilai, norma, dan cara bersikap. Orang tua menjadi teladan yang akan ditiru oleh anak dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak sedikit orang tua yang beranggapan bahwa sekolah adalah tempat utama pembentukan karakter. Padahal, waktu anak di sekolah sangat terbatas. Guru hanya membimbing beberapa jam dalam sehari, sementara sebagian besar waktu anak dihabiskan di rumah.

Dengan kemajuan teknologi dan perubahan pola hidup, banyak orang tua yang secara tidak sadar menyerahkan tanggung jawab pendidikan sepenuhnya kepada sekolah atau lembaga lain. Ini adalah kekeliruan besar.

Faktanya, hingga usia 18 tahun, anak menghabiskan sekitar 60–80% waktunya bersama keluarga. Artinya, keberhasilan seorang anak sangat ditentukan oleh lingkungan keluarga, bukan semata-mata oleh sekolah.

Masa usia dini, terutama antara satu hingga tiga tahun, merupakan periode paling penting dalam perkembangan anak. Pada masa ini, otak berkembang sangat pesat, dan berbagai potensi mulai muncul. Tanpa bimbingan yang tepat, potensi tersebut bisa tidak berkembang secara optimal.

Jika orang tua tidak peka terhadap perkembangan anak, dampaknya baru akan terasa ketika anak beranjak dewasa—dan saat itu sering kali sudah terlambat.

Oleh karena itu, orang tua harus kembali menyadari bahwa mereka adalah pendidik utama. Sekolah hanya membantu, bukan menggantikan peran keluarga. Anak membutuhkan kehangatan, perhatian, dan keteladanan langsung dari orang tua.

Jika bukan orang tua yang membentuk karakter anak sejak dini, lalu siapa lagi?

Oleh: Darisman Solin
Jurusan Sosiologi Agama
Fakultas Ushuluddin dan Filsafat
UIN Ar-Raniry Banda Aceh
Catatan Redaksi: Artikel ini pernah tayang pada 18 Januari 2018 di potretonline.com.
✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Tentang Penulis
Darisman Solin
Jurusan Sosiologi Agama
Fakultas Ushuluddin dan Filsafat
UIN Ar-Raniry Banda Aceh
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...