KAPUR DAN KEBIJAKAN
Karya : Istiqomah, S.Si
(Fisikawan Demokrasi Jawa Timur/Almuni Fisika Universitas Airlangga Surabaya)
Dulu
Guru seperti Oemar Bakri
Sepatu usang, tapi wibawa tak usang
Kapur menipis, tapi muridnya tetap optimis
Dia ajarkan kami membaca dunia
Dengan upah yang cukup untuk menahan lapar
Kini
Guru tergiring pusaran narasi politik
Karena tak tersentuh sistem literasi politik
Ketika ruang publik gaduh, guru tinggal sunyi
Kebijakan terlahir kenyangkan perut murid
Tapi minim mengasah kepala murid
Guru dibebani administratif non-mendidik
Padahal amanatnya mengawal nurani
Upah tetap “gigit jari”
Tanggung jawab tetap “tambah piring”
Nanti
Guru harus lebih melek dari algoritma
Lebih peka dari dis-informasi
Lebih berani dari zona nyaman
Dia kawal demokrasi,
bukan sekadar kawal absensi
Dia cegah penyimpangan,
bukan sekadar catat insiden
Agar nanti
Guru tak lagi jadi objek kebijakan
Agar nanti
Murid tak hanya kenyang gizi
Tapi kaya nalar
Guru
Dulu kau tempa kami jadi manusia
Kini tempa dirimu jadi penjaga
Agar nanti
Bangsa ini tak lagi berhutang budi
Tapi menunaikan janji
Diskusi