Senin, April 20, 2026

Puisi-Puisi Apa Perlu Judul

Mei 2025
Oleh: Redaksi

Oleh Jengki Sunarta

Apa Perlu Judul?

Aku adalah kertas basah yang terbakar
Matahari
Menyala di tepi hari
Yang hilang dalam lautan

Apa semua yang hilang
Akan kembali?

Apa kata-kata sirna
Akan kembali?

Aku adalah tinta gurita
Menguap serupa asap

Knalpot kendaraan
Atau cerobong pabrik

Di udara terbuka
Mulutmu silau pada cahaya
Tapi matamu jadi panas
Mengganas
Sebelum ranggas
Seperti daun busuk

Di bawah rimbun sampah,
Sepasang batu berciuman
Tak ada kalajengking di situ

Pestisida membunuh berjuta serangga
Sepasang tangan sembunyi dalam kepalamu

Di meja kuasa
Kertas-kertas bertumpuk
Tak berbentuk
Tak tersentuh matamu

Tanganku jadi pohon
Ketika hujan
Tak turun
Di kepala botakmu

Lalu kepada siapa angin berembus
Jika bukan kepada laut
Tak bernama
Kapal-kapal kembali berlayar
Sebelum karam
Sebelum senja

Sirna
Ke dalam cekung matamu
Dan aku, kertas yang basah
Masih terbakar

Matahari
Tapi kau telah pergi
Ke dalam kubangan mimpi

Dan jemariku kini
Jadi pagi
Atau jadi senja
Bagi burung-burung usiran

Wjs 2025

Tanpa Judul

Jangan jadikan aku proxy bagi mimpimu
Atau bagi galaumu

Pikiranku seperti sarang tawon
Sang pacar video call melulu
Seolah aku hantu yang wajib dikarantina

Kekecewaan terhidang di meja makanmu
Bersama obat-obat penenang
Hari tua
Debu di dalam buku
Serbuk kayu di dalam kayu

Sebentar lagi pemakaman akan usai
Bagi si mayat putus asa

Siapa peduli puisi hari ini?

Arwah mengambang di udara panas

Aku pergi menyusuri taman

Kicau burung tersumbat
Dalam darahmu

Jalan-jalan kota telah hancur

Pemerintah berak di atas kepala rakyatnya

Siapa peduli rakyat hari ini?

Sebatang rokok masih menyala

Berapa harga beras sekarang?

Asbak penuh puntung

Di jalan pengemis berkaki buntung
Terseok melangkah

Tak ada receh
Receh terbang ke surga kaum miskin

Comberan adalah sarang nyamuk

Aku tahu kau akan pergi ke kantormu

Honorku belum terbayar

Kuota internet ngadat

Kerumuman puisi ngumpet dalam tubuhku

Tapi….

Mengapa selalu ada “tapi”?

Galaumu menumpuk di meja makan
Bersama piring-piring kotor
Dan pikiran keruh
Seperti sungai penuh limbah

Jangan jadikan aku proxy
Bagi kecewamu

Aku mau muntah….
Uekkkk….
Lambungku penuh lendir puisi

Wjs 2025

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist