Sabtu, Mei 2, 2026

Sajak-Sajak Tanpa Judul Din Saja

Mei 2026
Oleh: Redaksi

Wajahku tua
Dan jelek

Tanganku bengkok
Kerjaku hanya meminta

Karena menulis puisi
Aku dikatakan penyair

Aku bukan penyair
Aku hanya peminta-minta

Selagi muda aku tidur di emperan
Kawanku angin dan para pelacur

Aku pernah membaca buku
Pernah juga bertengkar

Terkadang aku main drama
Sesekali diajak baca puisi

Ketika berumahtangga
Aku tinggal di rumah mertua

Beberapa kota pernah mengajar diriku
Bahwa hidup perjuangan untuk mati

Tujuh anakku seharusnya delapan
Dua menantu dua orang cucuku

Isteriku hanya satu
Berenang dalam ketegaran

Limapuluh tahun aku bertahan pada kesenian
Sekali pernah buku puisiku diberi penghargaan

Aku banyak mengenal orang
Ada pejabat ada juga wakil rakyat

Orang-orang tidak kenal diriku
Karena sebenarnya aku itu tiada

Hujan badai dan tsunami
Dentuman meriam suara tembakan menempa jiwaku

Abahku minang buta huruf
Umiku Aceh tak berdaya

Jadi persoalan dalam pandangan

Aku tidak punya warisan
Tidak juga ada pengetahuan

Aku hanya punya Tuhan

2025

Kesenian itu artinya estetika
Estetika itu maksudnya keindahan
Keindahan itu hakekatnya harga diri, sikap, karakter yang dimiliki pada setiap manusia.

Kesenian sebagai bentuk
Merupakan manifestasi pemikiran yang terdapat pada penciptanya yaitu seniman.

Bentuk-bentuk yang terdapat pada tiap-tiap kesenian dapat menimbulkan keindahan yang dapat dilihat, dirasa dan dipikiran bagi setiap penikmat kesenian.

Kesenian tidak lahir dari teori-teori, melainkan hasil perbauran pengetahuan, objek-objek (terlihat, terasa, terdengar, teraba), cita rasa, pada diri seniman.

Dengan begitu, kesenian bukan sebagai hiburan, tetapi sebagai cara untuk meningkatkan harga diri setiap manusia.

Bagaimana kita memandang kesenian, begitulah sebenarnya harga diri, sikap, karakter, kita sesungguhnya.

Kalau memandang kesenian sebagai hiburan, tentu sikap kita itu feodal, kapitalis, borjuis, materialis, cenderung pada fisik, materi, libido, nafsu serta hasrat semata.

Jika kesenian dipandang sebagai pencerahan, tentulah dapat menimbulkan sikap, karakter dan harga diri yang bagus dan kuat, baik pada seniman maupun pada siapapun manusia.

2025

Tuhan sedang sakit, kataku
Apakah benar Tuhan sakit, katamu sedikit melotot

Aku ajak saudaraku itu ke istana kenegaraan, lalu aku katakan, berapa banyak penipuan, penculasan, persekongkolan, terjadi di tempat ini?
Saudaraku itu hanya diam dan terpana.

Aku ajak lagi ke gedung parlemen, lalu aku katakan, berapa banyak produk hukum dihasilkan yang menjerat leher rakyatnya, yang menguntungkan segelintir orang untuk menguasai hampir seluruh harta kekayaan negara.
Saudaraku itu terdiam, wajahnya sedikit muram.

Aku ajak lagi ke rumah-rumah sakit, sambil melihat-lihat pasien dengan beragam penyakit, cacat setelah operasi, batuk yang akhirnya tbc, asam lambung, asma, pilek, yang tidak sembuh-sembuh.
Saudaraku itu memoles ujung matanya dengan ujung lengan bajunya.

Aku ajak juga ke tempat para gembel, pemabuk, pencopet, pelacur, anak-anak yang kehilangan cermin, janda-janda yang kehilangan dermaga.
Di tempat itu, saudaraku menangis tersedu-sedu, sambil berujar “benar Tuhan sedang sakit”

Malam semakin panjang
Kabut tebal melebar
Hujan deras dalam dada
Kami pun tidak bisa tertidur

/2024

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist