Ilmu Mawaris, Warisan yang Bukan Sekadar Harta

Oleh Fery Ferdian
Di tengah kehidupan manusia yang penuh dengan perjuangan mencari rezeki, ada satu ilmu dalam Islam yang sering dianggap rumit.Padahal ia adalah bentuk keadilan yang langsung ditetapkan oleh Allah سبحانه وتعالى. Ilmu itu adalah Ilmu Mawaris, ilmu tentang pembagian harta warisan.
Banyak manusia mampu menghitung keuntungan dunia, tetapi bingung ketika harus membagi hak keluarga sendiri. Padahal, dalam Islam, harta warisan bukan sekadar persoalan angka dan kepemilikan, melainkan amanah yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.
Ilmu mawaris mengajarkan bahwa setiap hak memiliki pemiliknya. Ada hak orang tua, hak anak, hak suami, hak istri, bahkan hak saudara. Tidak boleh diambil karena keserakahan, tidak boleh ditunda karena ego, dan tidak boleh dihilangkan karena kebencian.
Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam Al-Qur’an bahwa pembagian warisan adalah ketetapan-Nya. Ini menunjukkan bahwa Islam sangat menjaga keadilan keluarga agar tidak terjadi permusuhan setelah kematian seseorang. Betapa banyak keluarga yang dulunya akur, akhirnya saling membenci hanya karena harta peninggalan.
Ilmu mawaris bukan hanya ilmu untuk para ustaz atau hakim agama. Setiap muslim seharusnya mempelajarinya sesuai kemampuannya, karena kematian adalah sesuatu yang pasti datang. Harta yang kita kumpulkan hari ini suatu saat akan berpindah tangan. Maka jangan sampai perpindahan itu menjadi sebab dosa yang terus mengalir.
Rasulullah ﷺ pernah menganjurkan umatnya untuk mempelajari ilmu faraidh karena ilmu ini termasuk ilmu yang akan cepat hilang ketika manusia mulai lalai terhadap agama. Hari ini, banyak orang lebih sibuk memperebutkan warisan daripada memahami hukumnya. Akibatnya, yang kuat mengambil lebih banyak, sementara yang lemah hanya bisa diam menahan sedih.
Ilmu mawaris mengajarkan bahwa keadilan tidak selalu sama rata, tetapi sesuai dengan ketetapan Allah yang Maha Mengetahui kebutuhan setiap hamba-Nya. Apa yang Allah tetapkan pasti mengandung hikmah, meskipun terkadang tidak sesuai dengan logika manusia.
Mempelajari ilmu mawaris juga mendidik hati agar tidak cinta dunia secara berlebihan. Sebab pada akhirnya, semua yang kita miliki akan ditinggalkan. Rumah, tanah, emas, kendaraan, dan tabungan tidak akan ikut masuk ke liang kubur. Yang tersisa hanyalah amal saleh dan pertanggungjawaban.
Karena itu, jangan menunggu terjadi perselisihan, baru ingin belajar tentang warisan. Ajarkan keluarga tentang pentingnya kejujuran, amanah, dan takut kepada Allah dalam urusan harta. Sebab satu rupiah yang diambil tanpa hak bisa menjadi bara api di akhirat.
Semoga Allah سبحانه وتعالى memberikan kepada kita hati yang adil, ilmu yang bermanfaat, dan keluarga yang menjaga hak-hak sesuai syariat-Nya. Dan semoga ilmu mawaris bukan hanya dipahami sebagai hitungan angka, tetapi sebagai jalan menjaga persaudaraan dan meraih keberkahan hidup.












