Comparative Study in Thailand

Pabrik 24 Jam Tidak Pake Macet
*Oleh: Saiful Bahri – Murid Comparative Study Thailand*
Saudaraku … Habis 1 minggu di Jepang, saya dikirim lagi. Kali ini ke *Thailand*.
Tugasnya sama: Comparative Study. Lihat cara mereka kerja.
Ekspektasi saya: “Thailand mah santai… pasti kalah rapi dibandingkan Jepang”
Kenyataannya? Saya malu sendiri saudaraku 🤐
Line di pabrik juga bersih, tertata rapi sama dengan Jepang. Safety tools-nya juga bagus. Di tempat asbak rokok diisi air, guna mencegah kebakaran. Jadi puntung rokok langsung padam seketika di tempat asbak yang telah diisi air. Tidak perlu khawatir lagi apakah si perokok sudah mematikan puntung rokoknya atau belum. Begitulah SOP-nya sangat jelas.
Lain hal dengan kita. Asbak rokok memang disediakan, tapi si perokok mematikan puntung rokoknya dengan mematahkan puntung rokoknya di tempat asbak. Hal ini sebenarnya masih memungkinkan api di puntung rokok belum benar-benar mati. Tapi kalau asbak yang telah diisi air, sudah pasti api di puntung rokok pasti akan padam. Sangat jelas aturannya.
*PAGI HARI: START ON TIME = HARGA MATI*
Rapat pukul 8.00, pukul 7.55 ruangan sudah penuh. Tidak ada yang buka HP. Tidak ada yang”maaf telat macet”.
Kenapa? Karena mereka bilang: *”Kalau telat 5 menit, berarti kamu tidak hargai 20 orang yang datang on time”*
Di Indonesia saya pernah menghadiri rapat di suatu tempat. Seperti biasa saya datang 20 menit lebih awal dari jam meeting yang telah ditentukan. Tahukah Anda? Saya terkejut ketika mendengar pengumuman dari panitia. Isi instruksinya begini:
_”Bapak Ibu mohon Bapak Ibu isi dulu bangku yang masih kosong di bagian depan biar bagi yang terlambat bisa langsung mengisi bangku di bagian belakang”_
Luar biasa toleransinya buat orang yang tidak tepat waktu. Panitia memanjakan mereka yang datang telat. Begitulah adanya. Saya yang sudah biasa disiplin jadi tidak habis pikir cara pikir panitia seperti itu.
Belum lagi molor waktu karena peserta belum banyak yang datang. Jadi kita tunggu mereka datang dulu ya! Mungkin Anda juga pernah merasakan hal yang sama?
*SIANG HARI: MESIN RUSAK = SELESAI HARI ITU JUGA*
Di pabrik Thailand saya lihat sendiri. Mesin stop pukul 10.15 karena sensor error.
Pukul 10.30: Manager + Teknisi + Operator sudah berkumpul.
Pukul 12.00: Countermeasure jalan.
Pukul 15.00: Mesin hidup lagi.
Saya tanya Manager Thailand: “Pak, lembur tidak ?”
Dia jawab sambil senyum: “Lembur itu biaya. Kalau kita gercep, tak perlu lembur. Karyawan senang, perusahaan untung.”
Sorry to say, hal ini berbeda jauh dengan kondisi di pabrik-pabrik kita di Indonesia. Karyawan malah menunggu lembur. Lembur membuat mereka semangat karena ada tambahan income. Kadang manager pabrik pun tutup mata akan hal ini. Kalau ada teguran dari atasan ketika dicek kok pembayaran untuk lembur malah membengkak, saat itu para manager bereskan sebentar. Selang beberapa bulan kejadian serupa terulang kembali.
Di situ saya paham saudaraku : *”Efisien itu bukan kerja cepat-cepat. Efisien itu kerja tepat + tuntas”* 🤲
*MALAM HARI: LAPORAN 1 HALAMAN*
Pulang kerja, mereka tidak membuat laporan 30 halaman seperti di Indonesia.
Cukup 1 halaman A4: Masalah apa, sebabnya apa, solusinya apa, kapan selesai.
Manager Jepang yang ikut study banding bilang: “Ini yang saya suka dari Thailand. Singkat, jelas, bisa dieksekusi.”
*Pelajaran Yang Saya Bawa Pulanh dari Bangkok
1. *Disiplin waktu = Disiplin menghargai orang lain*
Telat 5 menit = kamu menyolong waktu 20 orang x 5 menit = 100 menit terbuang sia-sia
1. *Masalah kecil kalau ditunda = Jadi masalah besar + biaya besar*
Itu prinsip mereka. Makanya mereka punya prinsip: *”Today problem, today solve. Never postpone it”*
1. *Laporan bagus ≠ Laporan tebal*
Laporan bagus = Laporan yang bikin orang langsung mengerti + langsung action
Saudaraku … Makanya saya sedih kalau lihat ada pejabat/profesor di Indonesia rapatnya molor, masalahnya ditunda, laporannya tebal tapi tidak ada isinya.
Gelar boleh S3 dari luar negeri. Tapi kalau disiplinnya kalah dari Thailand… buat apa? 🤐
Wallahu a’lam bishshawab.
*TTD: Saiful Bahri – “Praktisi HR- GA*












