Oleh Tabrani Yunis
Pagi ini
Kala pagi menepi
Secangkir kopi
Menebar aroma bunga padi
Harumnya menusuk jemari matahari
Yang sejak tadi menyinari bumi
segala energi yang bersemayam di gelas kopi
Bergelora menggetarkan hati
Pagi ini
Mentari terus meninggi
Secangkir kopi jadi saksi
Atas peristiwa di negeri para pemimpi
Yang membangun negeri dengan jargon dan narasi
Lain di mulut, lain di hati
Pagi ini
Gerimis turun menari
Dalam secangkir kopi nan sepi
Basahi jiwa hipokrisi nan menari-nari
Dalam kepulan asap penuh ilusi
Penuhi wajah seluruh pelosok negeri
Pagi ini
Saat mentari terus berdiri
Ada cerita tentang negri ini
Yang bukan lagi bernafas demokrasi
Karena lumpuh ditelan nafsu oligarki Pemimpin hanya menjajakan mimpi
Pagi ini
Sembari menyeruput secangkir kopi
Merangkai asa dengan aroma janji
Melengking dalam elegi esok pagi
Semburkan makna dalam ilusi
Mengukuti pagi nan terus menepi
Membawa mimpi yang tak berarti
© 2026 potretonline.com
Diskusi