Trump Akhirnya Ngaku, Memang Naik Truk Katering, Bukan Truk MBG

Oleh Rosadi Jamani
Banyak meragukan Trump ketakutan lalu naik truk katering. Hoax lah, masa cih. Ternyata dijawab sendiri oleh si rambut jagung itu. Dilansir oleh sejumlah media ternama, Trump mengakui ia naik truk penuh dengan omprengan makanan itu. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!
Setelah berhari-hari dunia ribut membahas bagaimana Presiden Amerika Serikat bisa menghilang dari Air Force One seperti pesulap kehilangan kelinci, Trump akhirnya mengakui, dirinya memang diam-diam dipindahkan ke pesawat lain atas perintah Secret Service dan militer. Ia mengatakan dirinya hanya mengikuti petunjuk pengamanan.
“Saya melakukan apa yang mereka katakan.” Trump juga menegaskan pesawat yang ditinggalkannya justru dianggap menghadapi risiko lebih besar.
So, ini bukan lagi sekadar gosip. Trump memang menjalani operasi pengelabuan itu.
Laporan The Washington Post menyebut perpindahan tersebut dilakukan menggunakan truk katering bandara. Trump bersama beberapa pembantu dekatnya dipindahkan secara tersembunyi dari Air Force One ke pesawat militer C-32A.
Nah, di Indonesia muncul satu persoalan besar. Orang melihat kendaraan itu lalu membayangkan, “Lho, kok kayak truk MBG?”
Memang bentuknya mirip kendaraan pengangkut makanan yang biasa wara-wiri membawa omprengan. Bedanya, kalau truk MBG membawa makanan bergizi gratis untuk anak sekolah, truk Ankara ini membawa manusia paling dijaga di Amerika.
Kalau truk MBG isinya nasi, ayam, sayur, buah, dan susu, truk Trump isinya, ya Trump, beberapa orang kepercayaan, Secret Service, dan ketakutan.
Menu hari itu, Paket Presiden. Lauk, ancaman Iran. Minuman, keringat dingin. Dessert, cemas internasional. Harga, tidak ternilai. Catatan dapur, jangan sampai dibanting. Ini kepala negara.
Trump tidak masuk sendirian. Washington Post melaporkan Dan Scavino, Natalie Harp, dan Walt Nauta termasuk pembantu dekat ikut dalam perpindahan rahasia itu. Mereka bergerak melalui truk katering menuju C-32A. Sementara wartawan dan sejumlah pejabat senior tetap berada di Air Force One yang dijadikan pesawat pengalih perhatian.
Maka jangan bayangkan suasananya seperti piknik. Nuan bayangkan pintu truk ditutup. Gelap. Semua diam. Trump duduk di antara perlengkapan katering.
Seseorang bertanya, “Pak Presiden, kita mau ke mana?”
“Pesawat lain.”
“Naik apa?”
“Truk makanan.”
Hening.
Lalu mungkin ada yang berpikir, “Negara adidaya kok evakuasinya rasa distribusi MBG?”
Namun di balik kelucuan itu, situasinya ternyata serius. Reuters melaporkan operasi tersebut dipicu ancaman rudal yang dinilai kredibel terhadap Trump saat berada di Ankara. Ancaman itu diyakini berkaitan dengan Iran. Karena itu, Secret Service memutuskan memindahkan Trump ke C-32A yang lebih kecil dan tidak mencolok. Air Force One kemudian tetap terbang sebagai decoy.
Trump kini seolah berkata kepada dunia, “Saya bukan takut. Saya cuma patuh.” Jangan bilang, preeet, ya, ups.
Memang begitulah logika presiden ketika malaikat maut diduga sudah mengambil nomor antrean. Secret Service:
“Pak, pindah pesawat.”
Trump:
“Siap.”
“Lewat truk katering.”
“Siap.”
“Jangan bilang siapa-siapa.”
“Siap.”
Kalau diperintah masuk kardus katering mungkin tinggal menunggu ukuran kardusnya. Sebab ketika nyawa presiden menjadi taruhan, harga diri bisa ditaruh sebentar di rak penyimpanan.
Maka Indonesia boleh saja menyebut kendaraan itu truk MBG versi Amerika. Tetapi jangan salah. Truk MBG kita membawa makanan untuk menyelamatkan anak-anak dari kelaparan. Truk Trump membawa Trump untuk menyelamatkan Trump dari kemungkinan ditembak dari langit.
Sama-sama distribusi. Yang satu mendistribusikan makanan. Yang satu mendistribusikan presiden ke pesawat lain. Akhirnya sejarah mencatat, pada hari itu, kendaraan paling penting dalam perjalanan seorang presiden Amerika bukan Air Force One. Bukan C-32A. Bukan pesawat canggih. Melainkan sebuah truk katering.
Truk yang mungkin berangkat membawa kotak makanan. Tetapi pulang membawa cerita, “Hari ini saya bukan antar MBG. Saya antar Trump.”
Yang sedang menunggu edisi spesial malam Jumat, sabar ya. Habis magrib akan di-upload.
Foto Ai hanya ilustrasi
Rosadi Jamani
#camanewak
#jurnalismeyangmenyapa
#JYM












