Artikel · Potret Online

Menu MBG di Kubu Raya, Ayam Goreng Bertabur Belatung

Penulis  Rosadi Jamani
Agustus 11, 2026
3 menit baca 4
41886ef9-8670-4a29-9081-b1ac9d1a1d7f
Foto / IlustrasiMenu MBG di Kubu Raya, Ayam Goreng Bertabur Belatung

Oleh Rosadi Jamani

Baru saja kemarin Kubu Raya bangga dinobatkan Juara Umum MTQ Kalbar. Hari ini plot twist ditemukan menu MBG, ayam goreng bertabur belatung. Silakan bayangkan saat ente mau makan ayamg goreng, begitu dibuka, puluhan belatung mengerumuni. Iiih..jijik. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Negeri kekuasaan Sujiwo ini kembali membuat sejarah dalam dunia Makan Bergizi Gratis (MBG). Bukan karena menemukan menu superfood. Bukan pula karena berhasil menciptakan ayam goreng paling renyah se-Indonesia. Tetapi karena belatung ikut makan bersama anak-anak.

Senin, 10 Agustus 2026, di SD Negeri 01 Teluk Pakedai, sebuah ompreng MBG dilaporkan berisi ayam goreng, tempe, nasi, sayur, semangka, dan makhluk putih kecil merayap di antara makanan.

Belatung. Iya, belatung! Bukan brokoli. Bukan tauge. Bukan kecambah. Belatung alias ulat kecil yang imut-imut. Makhluk biasanya hidup di tempat yang kucing pun berpikir dua kali untuk mendekat. Kini mendadak mendapatkan tiket VIP menuju meja makan anak sekolah.

Nuan bayangkan seorang bocah membuka ompreng. Ia melihat ayam goreng. Mulut mulai berair. Lalu matanya menangkap sesuatu bergerak. Didekati. Dilihat.

Astaga! Ayamnya punya teman. Belatung putih menggeliat pelan, seolah sedang berkata, “Permisi, saya duluan.”

Seketika selera makan berubah menjadi selera menyelidiki. Ayam tidak lagi terlihat sebagai lauk. Ia berubah menjadi TKP. Semangka tidak lagi terasa manis. Nasi mendadak mencurigakan. Tempe pun mungkin diperiksa dari ujung ke ujung. Kalau begini caranya, sebelum makan anak-anak perlu dibekali kaca pembesar, sarung tangan, dan satu penyidik khusus ompreng.

Ironisnya, ini bukan episode pertama drama MBG Kubu Raya. Februari 2025, siswa SDN 8 Desa Parit Baru dilaporkan mengalami sakit perut dan muntah setelah menyantap menu MBG yang dikeluhkan berbau tidak sedap.

April 2026, cerita kembali muncul di SDN 23 Sungai Ambawang. Ayam goreng dilaporkan keras dan berbau. Enam siswa mengalami sakit perut dan muntah setelah makan. Beberapa harus mendapat perawatan medis.

Sekitar September 2025, keluhan makanan basi dan berbau tidak sedap juga pernah muncul di sejumlah wilayah Kubu Raya. Sekarang naik level. Dari makanan bau menjadi makanan bergerak. Kalau ini disebut revolusi gizi, Kubu Raya mungkin sedang menemukan cabang ilmu baru, gastronomi horor.

Sementara itu, birokrasi punya mantra sakti, “Akan segera berkoordinasi.” Makanan bermasalah? Koordinasi. Anak sakit? Koordinasi. Ayam bau? Koordinasi. Belatung merayap?
Koordinasi lagi. Mungkin belatungnya nanti ikut rapat. Duduk paling depan. Membawa notulen.

Mas Dar alias Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), sebenarnya sudah menunjukkan, persoalan SPPG tidak bisa dianggap main-main. Hingga 27 Juli 2026, sebanyak 833 SPPG ditutup permanen. Itu ada 98 di Sumatera, 311 di Jawa dan Madura, serta 424 di wilayah III.

Alasannya antara lain pelanggaran higienitas, sanitasi, kualitas makanan, kasus keracunan, dan IPAL yang tidak memenuhi syarat. Bagus. Namun kasus Teluk Pakedai menjadi pengingat, bersih-bersih jangan berhenti di angka.

Periksa dapurnya. Periksa bahan bakunya. Periksa penyimpanan. Periksa distribusi. Periksa semuanya.

Sebab anak-anak bukan kelinci percobaan. Mereka bukan peserta lomba “Tebak Isi Ayam”. Mereka berhak makan tanpa harus bertanya, “Ini ayam goreng atau habitat baru?”

Generasi emas tidak boleh dibangun dengan ompreng yang membuat orang tua muntah sebelum anaknya makan. Kalau SPPG terbukti melanggar standar, tutup. Kalau sistemnya bermasalah, benahi. Kalau pengawasannya bolong, tambal. Sebab yang harus dimusnahkan bukan sekadar dapurnya. Yang harus dihancurkan sampai rata dengan tanah adalah budaya abai terhadap keamanan makanan anak.

Jangan sampai MBG kelak dikenang bukan sebagai program memberi makan generasi emas, tetapi sebagai program membuat anak-anak belajar satu pelajaran penting, sebelum makan ayam, pastikan ayamnya tidak membawa penghuni.

Foto Ai hanya ilustrasi

Rosadi Jamani
#camanewak
#jurnalismeyangmenyapa
#JYM

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Tentang Penulis
Ketua Satupena Kalbar
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...