Kutinggalkan Desa dan Keluarga Mencari Kerja ke Kota, Mewujudkan Cita-Cita

Oleh : Vina lestari Handayani
Namaku Vina Lestari Handayani, sering dipanggil dengan sebutan Vina. Merupakan anak ke tiga dari 5 bersaudara. Aku mempunyai kakak, abang dan 2 adik laki- laki. Kami dilahirkan dan dibesarkan di Pulau Aceh, sebuah pulau di ujung pulau Sumatera, yang di pulau itu terdapat sebuah tower yang dikenal dengan nama Tower Toren, sebuah tower peninggalan kolonial Belanda.
Kakakku, Novi pernah menempuh pendidikan kuliah melalui jalur rapor. Selang beberapa tahun kakakku kuliah dan kala itu terjadilah musibah covid 19 yaitu pada tahun 2019.
Di situ kakakku mulai khawatir karena uang PIP atau uang KIP kuliah yang di dapatkannya untuk kuliah tidak keluar lagi karena keadaan Covid dan kulaih pun akhirnya berhenti. Setelah beberapa bulan, Covid sudah mulai mereda dan semua kembali seperti semula. Kakakku mulai khawatir dengan keadaan keluarnya uang KIP, karena dia kaliah hanya bergantung pada uang itu.
Sedangkan kondisi ekonomi orang tua kami makin sulit dan akhirnya kakak mulai mengakhiri kuliah di tengah jalan. Nah, dibilang sayang, ya sayang, karena tinggal beberapa semester lagi hampir selesai. Mau mau bagaimana lagi?
Dengan keadaan ekonomi yang tidak memungkinkan pada akhirnya kakakku memutuskan untuk bekerja dan sambil membantu ekonomi keluarga serta mencari pengalaman baru.
Abangku juga demikian,ia kuliah, namun mau menjelang 2 tahun lebih dan pada akhirnya pun dia memutuskan untuk tidak berkuliah lagi karena ingin bekerja mencari penghasilan sendiri agar tidak merepotkan orang tua lagi.
Aku sendiri juga sebenarnya ingin kuliah seperti teman – temanku dan aku juga mempunyai cita-cita yang sampai sekarang masih berharap suatu saat nanti bila mempunyai rezeki ingin sekali masuk Polwan.
“Pertanyaannya kenapa aku tidak kuliah”? Yang pasti, karena aku lahir di keluarga kurang mampu, walau punya keinginan dan cita -cita bisa kuliah di Perguruan Tinggi, seperti lulusan SMA lainnya, namun apa daya, kondisi ekonomi orangtua tidak memungkinkan aku kuliah. Kakak dan abangku saja sudah harus berhenti di tengah jalan. Maka, bila aku kuliah, aku akan mengalami hal yang sama.
Maka, untuk bisa keluar dari belenggu serba kekurangan itu, aku lebih memilih bekerja setelah tamat SMA. Tujuanku untuk bisa membantu ekonomi keluarga dan bisa menghasilkan uang untuk diri sendiri. Apalagi kondisi orang tuaku sudah sakit – sakitan dan tidak mungkin aku kuliah sampai membebani orang tuaku.
Padahal aku pun mempunyai cita-cita menjadi seorang Polwan. Sudah sangat lama aku menyimpan keinginan itu, sejak menginjakkan kaki di sekolah dasar sampai saat ini. Aku yakin, secara fisik allhamdulilah sudah bisa, hanya saja secara ekonomi tidak memungkinkan aku untuk mengikuti tes Polwan tersebut.
Saat ini aku memilih bekerja di POTRET Gallery, sekaligus belajar berjualan dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pelanggan yang berbelanja di POTRET Gallery. Di sini aku banyak belajar selama bekerja, mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dari bekerja. Apalagi aku baru dan hanya tamatan SMA.
Hal yang membuat saya merasa kagum adalah aku bukan hanya bekerja, tetapi juga bekerja sambil belajar. Aku bisa membangun dan meningkatkan kapasitas diri. Salah satunya adalah diberi motivasi untuk menulis. Sehingga aku bisa menulis cerita tentang pengalamanku bekerja dan rentang kehidupanku yang lahir dan tinggal di Pulo Aceh dan sebagainya.
Betapa membahagiakanku. Alhamdulillah aku bisa menulis dan tulisanku bisa dimuat di Potretonline.com. Ini adalah kesempatan emas bagiku. Bayangkan saja, aku bekerja di POTRET Gallery dan diberikan kesempatan dan didorong untuk juga bisa menulis. Siapa tahu ke depan, aku bisa menjadi penulis yang andal, asalkan aku selalu mau dan tekun belajar. Aku belum pernah menemukan hal seperti ini sebelumnya. Alhamdulillah. Aku bersyukur kepada Allah.
Oleh sebab itu, aku selalu berupaya untuk tidak pernah mengeluh. Pokoknya, “Dilarang mengeluh”. Prinsipku, bila aku ingin membeli sesuatu, harus dengan kekuatan sendiri, bila ingin membeli sesuatu, aku bisa beli dengan hasil keringat sendiri.
Aku bole bangga karena bisa membuat ibu tersenyum. Senyuman ibu yang terpencar ketika anaknya memberikan hasil keringatnya sendiri . Dan aku memohon dan meminta kepada Allah agar tidak mempersulit rezeki, ya tuhan.
Aku ingin berusaha tanpa harus menyusahkan orang tuaku .” Semoga Allah membantu, membuka jalan bagiku, Aku ingin hidup lebih baik di masa depan.
Semoga Allah mengabulkan doaku. Amin ya Rabbal Alamin
Vina lestari Handayani
Alumni SMA Negeri 2 Pulo Aceh











