Menghapus Trauma Dental Care Melalui Literasi

Oleh Nita Juniarti
Klinik gigi sering kali menjadi momok yang menakutkan bagi anak-anak. Suara mesin bor gigi, bau antiseptik yang khas, hingga bayangan jarum suntik kerap memicu berbagai macam drama bahkan sebelum anak menginjakkan kaki di ruang praktik. Sadar akan kecemasan psikologis ini,
Komunitas Sigupai Mambaco berkolaborasi dengan klinik gigi Nana Dental Care melalui drg.Jihan Ainul, pada Minggu, 6 September 2026, melakukan pendekatan melalui kunjungan edukasi guna membuktikan bahwa mengenal kesehatan gigi bisa dikemas secara rekreatif melalui kekuatan literasi.
Kunjungan Edukasi ini menyasar 22 anak usia 3–12 tahun yang didampingi oleh orang tua mereka. Alih-alih langsung dihadapkan pada pengenalan peralatan medis, anak-anak terlebih dahulu diajak menyelami kesehatan gigi dan mulut melalui buku bergambar. Pemantik pagi itu dibacakan langsung oleh drg. Jihan Ainul menggunakan media interaktif berupa buku gosok-gosok secara nyaring. drg. Jihan berhasil membangun jembatan emosional yang hangat, dan perlahan mengikis rasa takut pada anak-anak.
Setelah mental mereka siap, petualangan klinik dimulai. Anak-anak dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan rentang usia agar alur kunjungan lebih kondusif. Kelompok usia kecil mendapat giliran pertama, disusul oleh kelompok usia besar. Di dalam ruang praktik, drg. Ana menyambut mereka dengan pendekatan yang tak kalah persuasif.
Menggunakan bahasa yang sederhana dan ramah anak, beliau menjelaskan fungsi instrumen medis yang kerap dianggap menyeramkan. Bahkan, anak-anak diberikan kesempatan emas untuk memegang langsung cermin gigi (mouth mirror) dan alat peraga lainnya. Sentuhan langsung ini mengubah stigma bahwa alat medis menjadi hal yang “menarik untuk dipelajari”, sekaligus memantik imajinasi dan cita-cita anak untuk mengenal profesi dokter gigi lebih dalam.
Sebagai penutup petualangan, anak-anak berkumpul untuk menikmati kudapan bersama yang telah disiapkan secara swadaya oleh Hamba Allah. Tidak sekadar pulang membawa kenyang, suasana kembali riuh saat sesi kuis dimulai. Anak-anak berebut menjawab pertanyaan seputar kesehatan gigi, baca nyaring dan lainnya demi mendapatkan hadiah sikat gigi baru. Secara finansial, kegiatan ini berbasis efisiensi tinggi dan tepat sasaran.
Kendati memiliki beberapa catatan kecil untuk perbaikan, sinergi antara Sigupai Mambaco dan Nana Dental Care telah sukses menanamkan memori positif pada benak 22 anak. Kunjungan edukasi ini berhasil membuktikan bahwa kombinasi antara literasi, media kreatif seperti buku gosok-gosok, dan pendekatan medis yang humanis mampu mengubah ketakutan menjadi keberanian serta aktivitas yang menyenangkan.
(Nita Juniarti)












