Akulah Momo Kelana

Oleh Redaksi
02 Maret 2025
8 menit baca
Akulah Momo Kelana - IMG 20250302 WA0003 | Cerpen | Potret Online
Ilustrasi

‘’Bang Momo, aku memohon kepadamu agar kau dapat menghentikan sikap burukmu. Kasihan nasib anak-anak kita. Jika Abang terus-terusan begitu, bagaimana masa depan mereka?’’ ujar Chen Lie Moy dengan airmata berurai.

Karena pengaruh alkohol, Momo tersinggung. Emosinya pun meletup. Wajah istrinya ia pukul hingga memar.

Sedangkan bibir Lie Moy pecah berdarah. ‘’Kau tidak perlu mendikte aku. Yang penting uang belanja dan kebutuhan sehari-hari rumah tangga kita aku cukupi. Jadi jangan banyak omong,’’hardik Pak Momo dengan roman muka bengis.

Jika sudah begitu, Chen Lie Moy hanya bisa menangis dan diam seribu bahasa. Dalam hatinya, wanita keturunan Tionghoa itu sudah tak tahan lagi hidup bersama Momo.

Setelah pemerintah Indonesia menguasai teritorial wilayah pemerintahan sepenuhnya, Hermaan van De Brink pulang ke Nederland. Dalam kondisi seperti itu Pak Momo benar-benar terpukul.

Terutama ketika istrinya kabur membawa dua anaknya. Momo benar-benar bangkrut. Ia hampir gila menghadapi dunia kesendirian yang begitu sepi dan menyiksa. Ternyata, kebesaran karir musik di masa mudanya dulu tak seindah kehidupan rumah tangganya. Hingga kini, sudah tiga puluh tahun lebih ia ditinggal pergi istrinya.

Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Populer

Artikel yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Baca juga

F X W