POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Peradaban Kenyang, Akal Telanjang

Syarifudin BrutuOleh Syarifudin Brutu
March 5, 2026
Peradaban Kenyang, Akal Telanjang
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Syarifudin Brutu

​Di sebuah ruang kelas yang cat temboknya mulai mengelupas seperti kulit kering yang kurang nutrisi, suasana sedang sangat tegang. Bukan karena ujian nasional yang sudah almarhum itu, melainkan karena sebuah pengumuman besar.

​Pak Pilot, sebuah pulpen teknis yang tintanya tinggal dua strip lagi, berdiri tegak di dalam wadah plastik. Di sampingnya, Bang Mark, spidol papan tulis yang badannya sudah mulai bau alkohol karena terlalu sering diisi ulang secara paksa, tampak murung. Sementara itu, Mbak Hapus, sebuah penghapus papan tulis yang permukaannya sudah botak, hanya bisa pasrah bersandar pada tumpukan debu.

​”Kalian dengar kabarnya?” tanya Pak Pilot dengan nada tajam sesajam ujung matanya. “Kita punya pahlawan baru. Namanya MMGBSS. Makan-Makan Gratis Bergizi Siang-Siang.”

​Bang Mark tertawa sampai tutup kepalanya hampir copot. “Wah, luar biasa! Akhirnya, perut anak-anak ini akan lebih pintar daripada otak mereka! Negara ini memang jenius. Mengapa repot-repot menyuruh mereka menghapal rumus Pythagoras kalau mereka bisa kenyang sambil bengong?”

​Mbak Hapus menyahut dengan suara serak, “Katanya, ini kado dari ‘Ayah Bangsa’ untuk rakyatnya. Mereka bilang, ‘Lihatlah kebaikan kami, kami memberi kalian makan!'”

​”Kebaikan?” Pak Pilot mencibir, badannya bergetar hingga tintanya meluber sedikit. “Itu seperti mengambil dompet orang tua si anak di kantong kanan, membelikan kerupuk satu kaleng, lalu memberikan kerupuk itu ke anaknya sambil minta difoto buat konten baliho. Pencitraan gizi! Itu uang pajak, Kawan. Anak itu memakan nasi yang dibeli dari keringat ayahnya sendiri, tapi disuruh berterima kasih pada gedung tinggi di Jakarta.”

​Bang Mark menggoreskan garis miring di meja, seolah membuat grafik kemunduran. “Kalian tahu yang lebih lucu? Kemarin ada anak di seberang sana yang memilih ‘istirahat selamanya’ dengan seutas tali karena tidak sanggup membeli tubuhku—maksudku, membeli pulpen dan buku. Dia mati karena lapar akan ilmu, sementara negara sibuk memesan katering.”

​Suasana mendadak hening. Dingin.

📚 Artikel Terkait

Cara Orang Jepang Bertahan dan Tanggap Menghadapi Bencana

LGBT dalam Pemikiran Filsafat Barat Kontemporer

Wow, They Speak English Perfectly and smartly in making video

Sajak-Sajak Puti Asharaina K

​”Aku jadi teringat sejarah,” gumam Pak Pilot, suaranya kini melunak, penuh wibawa seperti arsip tua. “Aku pernah mendengar cerita dari kakek buyutku tentang Zaman Keemasan Islam. Al-Khawarizmi tidak menemukan Aljabar karena dia dijanjikan Makan siang bergizi gratis. Ibnu Sina menulis The Canon of Medicine bukan karena dia takut stunting, tapi karena ada ekosistem yang menghargai akal di atas segalanya.”

​”Benar,” tambah Mbak Hapus. “Yunani Kuno melahirkan Archimedes tanpa perlu program susu gratis dari kaisar. Orang-orang Mesir membangun piramida dengan geometri yang presisi, bukan dengan kupon makan siang. Tiongkok menemukan kertas agar ide bisa abadi, bukan agar bungkus nasi jadi lebih estetis.”

​Bang Mark menimpali, “Mungkin Newton butuh MMGBSS supaya gravitasi terasa lebih ringan? Atau mungkin Brahmagupta menemukan angka ‘Nol’ karena dia melihat isi piring anak-anak yang hanya berisi janji manis tanpa nutrisi substansi?”

​Mereka bertiga melihat ke arah papan tulis. Di sana, tertulis slogan besar dengan coretan yang tipis dan kabur akibat tinta yang sudah hampir habis namun di paksa untuk menulis: “MENUJU GENERASI EMAS”.

​”Emas?” Pak Pilot tertawa pahit. “Emas itu keras dan berharga. Kalau cuma dikasih makan tanpa diberi alat untuk berpikir, yang lahir bukan Generasi Emas, tapi Generasi Kuning. Lembek, mudah dibentuk, dan mengambang di arus kekuasaan.”

​Tiba-tiba, pintu kelas terbuka. Seorang petugas masuk membawa nampan berisi makanan dengan aroma yang cukup menggoda, namun uapnya seolah menutupi tumpukan buku di pojok ruangan yang sudah berjamur karena tak tersentuh.

​”Selamat makan, Anak-anak!” seru petugas itu riang.

​Pak Pilot melihat seorang murid di kursi depan. Anak itu memandang nasi di depannya dengan mata berbinar, tapi tangannya yang gemetar memegang sebuah pulpen yang sudah patah—yang tak mampu lagi menuliskan mimpinya di atas kertas buram.

​”Lucu ya,” bisik Pak Pilot sebelum dia jatuh pingsan karena kehabisan tinta. “Perut mereka kenyang, tapi masa depan mereka sedang gantung diri di tiang birokrasi.”

​Bang Mark dan Mbak Hapus terdiam. Di luar, matahari siang bersinar terik, menyinari sebuah spanduk besar bertuliskan: “Makan Gratis Adalah Bukti Sayang Negara”. Di bawahnya, sebuah toko buku baru saja bangkrut karena tak ada lagi yang sanggup membeli asupan untuk jiwa.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 77x dibaca (7 hari)
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 69x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 63x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Syarifudin Brutu

Syarifudin Brutu

Syarifudin Brutu, akrab disapa Syarif, merupakan mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dari Universitas Syiah Kuala. Saat ini ia menetap di Banda Aceh dan aktif membagikan karya serta pemikirannya melalui akun Instagram @aksara_arunika. Untuk kepentingan korespondensi, ia dapat disapa melalui WhatsApp di 085763055727 atau email Syarifbrutu1@gmail.com.

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
148
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00