Esai · Potret Online

Keranjang yang Jadi Bersih

Penulis  Redaksi
Juli 25, 2026
3 menit baca 34
752287a8-2121-4d8f-b755-ee36bd0919c1
Foto / IlustrasiKeranjang yang Jadi Bersih

Keajaiban Istiqomah Membaca Al-Qur’an_

Oleh Saiful Bahri

Ada seorang kakek yang setiap pagi setelah shalat Subuh selalu duduk di beranda sendirian membaca Al-Qur’an.

Suatu hari cucunya yang masih kecil melihat dan bertanya dengan polos:

*”Kek, kakek tiap habis Subuh duduk di beranda sendirian baca Qur’an. Apa artinya kek?”*

Sang kakek tidak langsung menjawab. Ia hanya mengambil sebuah keranjang bambu tua yang sudah lama tidak dipakai.

Lalu ia berkata kepada cucunya:

*”Cu , tolong ambilkan air di sungai itu dengan keranjang ini, lalu bawa pulang ya.”*

Anak itu tanpa berpikir panjang langsung pergi ke sungai. Ia celupkan keranjang ke air, lalu berlari pulang.

Sampai di rumah… tidak ada setetes pun air yang tersisa.

*”Kek, airnya habis di jalan”* kata si cucu.

*”Coba lagi Cu”* jawab sang kakek tenang.

Si cucu pun pergi lagi. Pulang lagi. Tetap kosong.

Hal itu diulang beberapa kali sampai akhirnya si anak kelelahan dan berkata:

*”Udah kek, capek… nggak kuat lagi”*

Sang kakek tersenyum. *”Sekarang coba lihat keranjang ini. Bagaimana keadaannya sekarang?”*

Si cucu memperhatikan. *”Keranjangnya jadi bersih, kek…”*

*”Iya Cu”* kata sang kakek bijak.

*”Sama seperti keranjang ini. Awalnya kotor. Tapi karena terus dialiri air, lama-lama jadi bersih. Begitu juga dengan Al-Qur’an.”*

*”Kakek yang kamu lihat tiap habis Subuh duduk baca Qur’an ini, bukan karena kakek sudah paham semuanya. Tapi karena kakek istiqomah. 1 lembar, 2 lembar… lama-lama kakek bisa khatam.”*

*”Coba kalau kita tidak pernah baca. Kapan kita bisa khatam? Kita sibuk dengan urusan dunia sehari-hari, tapi lupa mendisiplinkan diri untuk baca Al-Qur’an walau hanya 2 lembar. Tapi kalau terus-menerus, insyaAllah pasti khatam.”*

Sekarang coba tanya ke diri kita masing-masing:

*Sudah berapa kali kita khatam Al-Qur’an?* Hanya kita dan Allah yang tahu.

Alhamdulillah, saya pribadi sudah mencoba melakukannya.

Keuntungannya bukan hanya pahala. Tapi perlahan kita mulai mengerti maknanya. Kita jadi kenal hurufnya, belajar tajwidnya. Kalau ada yang belum paham, kita tanya ke guru ngaji.

Karena Allah menurunkan wahyu pertama dengan perintah:

*اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ*

_”Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang menciptakan”_ *QS. Al-‘Alaq: 1*

Dan Allah juga berfirman:

*وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا*

_”Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan”_ *QS. Al-Muzzammil: 4*

Rasulullah  bersabda:

*”Orang yang mahir membaca Al-Qur’an bersama para malaikat yang mulia. Dan orang yang terbata-bata membacanya dan ia bersusah payah, maka baginya dua pahala”* *HR. Bukhari & Muslim*

Jadi jangan pernah berhenti membaca.

Tidak ada kata terlambat untuk mulai.

*Ayo kita mulai membaca Al-Qur’an hari ini.*

Walau 1 ayat. Walau 1 halaman. Yang penting istiqomah.

Karena bisa jadi, hati kitalah “keranjang” yang sedang dibersihkan oleh setiap huruf yang kita baca.

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Tulisan esai ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi memberikan ruang ekspresi tanpa intervensi isi.
Tentang Penulis
Media Perempuan Kritis dan Cerdas
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...