N”Golo Kantė, Bukan Pesepakbola Biasa

Oleh : Teuku Masrizar
Ada pelajaran tersisa dari pergelaran sepakbola paling akbar sejagat, piala Dunia 2026, sikap fenomenal seorang N’Golo Kantė.
Bagi penggemar si kulit bundar nama Kante tidaklah asing. Mantan Pemain jangkar Lecesty City dan Chelsia FC. Dia adalah bagian dari skuad Les Blues dan ikut berkontribusi mempersembahkan Piala Dunia bagi Perancis di Rusia tahun 2018.
N’Golo Kantė pemain profesional yang memiliki kelebihan sebagai gelandang bertahan, baik saat bermain di klub atau dalam Tim Nasional. Kelebihannya dalam merebut bola dari kaki lawan, membaca permainan lawan, menjaga keseimbangan lini tengah serta kelihatan dimana-dimana ada Kante, tidak kenal lelah sehingga dia dijuluki “pemain dua paru”.
Meski badannya tidak tinggi, namun juga tidak pendek, hanya 168 cm, tapi untuk ukuran rata-rata pemain profesional Eropa, dapat disebut pendek. Awalnya banyak yang meragukan kemampuannya, namun dia dapat membantah keraguan klub profesional pada level elit.
Selain kebihannya di lapangan hijau , Kante juga seorang pekerja keras, rendah hati dan bersahaja dalam setiap penampilannya. Sebagai seorang profesional dengan penghasilannya tinggi, namun performancenya tidak beda dengan dengan orang kebanyakan. Kante bisa saja membeli mobil sport edisi terbaru, tapi dia hanya menggunakan mini copper. Kante juga dapat memiliki rumah, properti dan jam mahal, tapi dia tetap berlaku biasa saja, Karakter Kante berorientasi pada fungsi bukan prestise.
Sebagai muslim taat, agaknya Kante menerapkan ajaran islam dalam kehidupan kesehariannya. Baik hubungan di lapangan ataupun di luar lapangan. Dengan penampilan sederhana, ramah, sopan serta penuh hormat dan saling menghargai.
Adab dan etika Kante mendapatkan apresiasi tidak saja dari tim nasional, Klub, bahkan Perdana Menteri Prancis serta seluruh dunia. Beberapa cuplikan video menjadi bukti tentang sikap dan etika seorang N’Golo Kantė. Karenanya Kante sangat dihormati dan disegani, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Adab dan etika Kante sebagai pesepakbola profesional sangat jauh berbeda dengan pemain-pemain lain. Olahraga sepakbola dengan fungsi utama pada kaki, keras, tegas bahkan tidak kurang menjurus kasar. Kontak fisik, jatuh bangun sampai engkel kaki patah dan tak berfungsi dianggap kejadian biasa dalam olahraga ini, bahkan perkelahian dalam lapangan juga sesuatu kejadian dianggap lumrah. Singkatnya sepakbola adalah olahraga keras.
Kante berbeda, dia adalah warna lain dari sosok pesepakbola profesional. Dia bukan hanya piawai dalam bermain,tapi juga santun dan sabar dalam bermain. Lihat saja sejak awal sampai dengan perebutan tempat ketiga dalam piala dunia 2026, dia tidak diturunkan semenitpun oleh Didier Deschamp. Namun dia tetap menunjukkan kesabaran dan menjadi bagian dari “The Les Blues” sekaligus bagian dari konsistensi dan komitmennya sebagai seorang muslim dan warga Negara Prancis@












