Esai · Potret Online

Mendengarkan Musik bagi Kesehatan Tubuh dan Mental (Jiwa)

Penulis Kang Thohir
Juni 19, 2026
4 menit baca 10
IMG_1651
Foto / IlustrasiMendengarkan Musik bagi Kesehatan Tubuh dan Mental (Jiwa)
Disunting Oleh

Oleh: Kang Thohir

Ketika otak manusia tak berfungsi lagi untuk berfikir, maka jalan alternatifnya adalah memakai alat bantu bernama Al (Artificial Intelengency). Semua pemikiran sangat luar biasa, meski kadang tak sesuai ekspektasi kita, namun manusia awam pun akan membenarkannya, karena otak tak lagi berfungsi lagi untuk berfikir, mana yang baik dan mana yang buruk.

Kita pun akan diperbudak olehnya, dan kita akan sulit untuk menemukan jawabannya. Racun kita adalah rasa malas, dan inginnya cara yang instan tanpa menggali terlebih dahulu dan berusaha sebelum meraihnya.

Pada dasarnya kemalasan itu akan selalu ada, jika ada usaha untuk berkerja keras dan belajar. 

Bahwasanya manusia itu butuh namanya healing (hiburan), untuk membangun rasa semangat lewat kesenangan. Manusia yang cerdas adalah terus berusaha untuk mendengarkan hal-hal baru, dan menemukan keajaiban dalam diri. 

The miracle of human life (Manusia makhluk penuh keajaiban).

Seperti mendengarkan musik contohnya:

Mendengarkan musik bisa dapat mendorong semangat hidup, dan bisa menjadi inspirasi bagi otak kita, sehingga ada dorongan atau rangsangan pada jiwa dan tubuh kita. Karena di balik itu ada ‘hormon dopamine’, yang merangsang pada tubuh kita untuk bisa berkerja dengan maksimal lewat jalur sel-sel pada tubuh dan sirkulasi darah.

Karena mendengarkan musik bisa hipnotis pada kesadaran bagi kita, untuk merasakannya di setiap petikan dan alunan nada yang kita dengar.

Dan manfaat dari mendengarkan musik itu adalah di antaranya:

1). Mendengarkan musik bisa dapat menghilangkan stres dan mengurangi beban hidup. InsyaAllah, kalaupun bisa. Hehehe.

2). Mendengarkan musik bisa menghilangkan mental yang done, dan menggairahkan semangat hidup.

3). Mendengarkan musik bisa menguatkan memori pada otak kita, alias menghafal lagu tanpa kita sadari.

4). Mendengarkan musik bisa mengingatkan masa lalu dan masa kini, lewat melodi dan lagu-lagu yang kita dengar.

5). Mendengarkan musik bisa menghapus kejenuhan, dan bisa sampai menganalisis pada bait-bait/lirik-lirik lagu tersebut. Itu pun kemampuan sebagian orang.

6). Mendengarkan musik bisa menyehatkan tubuh dan menguatkan jiwa kita yang sedang turun. Jika musiknya nada penyemangat dan lagu penggugah jiwa, seperti lagu kebahagiaan, kebangsaan, orasi kemanusiaan, penyemangat, patriotisme, kecintaan, dan lagu nasionalisme yang tinggi.

Sebagaimana dalam beberapa kutipan yang saya dapat (sebuah artikel) dari tokoh-tokoh besar di dunia mengenai hal-hal musik yaitu, di antaranya:

1. “Jika Aku bukan seorang fisikawan, Aku mungkin akan menjadi seorang musisi. Aku sering berpikir dalam musik. Aku menjalani lamunan Aku dalam musik. Aku melihat hidupku dalam hal musik.”_Albert Einstein

2. “Musik adalah hukum moral. Ia memberi jiwa ke alam semesta, sayap ke pikiran, terbang ke imajinasi, pesona dan kegembiraan untuk hidup dan segalanya.”_Plato

3. “Satu hal yang baik tentang musik, ketika itu mengenai kamu, kamu tidak merasakan sakit.”_ Bob Marley

4. “Musik adalah cahaya bulan di malam kehidupan yang suram.”_Jean Paul

5. “Musik memiliki pesona untuk menyejukkan dada yang liar, untuk melembutkan bebatuan, atau membengkokkan pohon oak yang diikat.”_William Congreve

6. “Hidup bukanlah sebuah pemutar musik di mana kamu memilih apa yang ingin dimainkan. Hidup adalah sebuah radio di mana kamu harus menikmati apa yang dimainkan.”_Zayn Malik

7. “Musik adalah perasaan yang bisa didengar.”_Pidi Baiq

8. “Musik dalam jiwa dapat didengar oleh alam semesta.”_Lao-Zu.

Itulah mengapa mendengarkan musik itu sangat berpengaruh bagi kehidupan kita, adalah karena adanya dorongan setiap tubuh kita berinteraksi lewat melodi-melodi yang indah dan syahdu, dan otak kita akan meresponnya begitu cepat dan tubuh kita bereaksi menerima dari hormon-hormon sel-sel itu yang kita dapat (dengar).

Kenapa sebagian orang-orang tak menyukai musik? Wong padahale musik itu enak kok, tinggal didengar lalu kita resapi/hayati setiap irama melodi dan lirik-liriknya yang kita dengar. Kenapa kok ada yang mengharamkan musik? Pada kenyataannyamusik itu menyenangkan tubuh dan jiwa kok, nyeni pula. Setuju nggak, Sahabat? 

Wong saya juga suka musik kok, malah suka banget malah. Bahkan satu hari tanpa musik, rasanya hampa gitu. Ya, jenuh, ya resah gelisah dan nggak tenang gitu hidupnya (nggak happy).

Siapa yang tak menyukai musik berarti ia sebenarnya sedang rugi, ataupun hidupnya tak happy, serius mulu hidupnya. Hehehe.

Padahal sebenarnya penemu notasi musik itu juga berasal dari ilmuwan muslim, yaitu; Syekh Al-Farabi dari Persia, dia adalah penemu rumus not-not yang terkenal itu hingga sekarang, rumusnya adalah: “Do, Re, Mi, Fa, Sho, La, Si, Dho…,” sekaligus menulis kitab tentang musik, yaitu kitab “al-Musiqo al-Kabir” yang berisi tentang penjelasan bermusik/musik. 

Jadi, musik itu memang sudah ditemukan oleh-oleh orang-orang terdahulu, untuk melantunkan sebuah irama yang indah dan bermunajat kepada Tuhan (Allah SWT) pada waktu itu. Seperti contoh Syekh Maulana Jalaluddin Rumi seorang Penyair Sufi yang legendaris itu, dan pendiri Thoriqoh Maulawiyah dari Persia juga, dalam setiap syair-syairnya yang sufisme (mistikus)-nya dengan melantunkannya lewat irama musik (musikalisasi) setiap bermunajat kepada Sang Mahacinta, dengan cara mendendangkannya/ditabuh, sambil membacakan syair-syairnya, dan ada pula yang menari-nari di tengah-tengahnya atau di pinggirnya dengan tarian sufi yang berputar-putar di tempat itu. MasyaAllah, luar biasa. 

_____*_____

“Carilah tempat yang sunyi, dan dari situlah kita akan menemukan sebuah ketenangan hati dan jiwa untuk bisa mengintrospeksi diri supaya hidup lebih bermaknawi.” (*)

Brebes, 19 Juni 2026

✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Tulisan esai ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi memberikan ruang ekspresi tanpa intervensi isi.
Tentang Penulis
Kang Thohir
Media Perempuan Kritis dan Cerdas
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...