Jumat, April 24, 2026

Perempuan Penggenggam Pasir

Oleh Redaksi
05 Maret 2025
11 menit baca
Perempuan Penggenggam Pasir - 62D4F82C CC73 46F5 AF4F 2A9594763F39 | Cerpen | Potret Online
Perempuan Penggenggam Pasir

“Masuk, Om?”

Di atas kasur Zulaikha membalik badan agar tampak lebih anggun lalu menatap mesra dengan bibir merah delima terbuka. Mengamati sekilas. Satu pria setengah tua sudah jadi milik Dila. Pria di belakang yang mengenakan topi itu enggan masuk. Malu mungkin melandanya.

Paham dengan hal itu Zulaikha berdiri lalu melenggang seperti angsa. Mendekati pria bertopi dengan ekspresi merayu.

Dila cuek saja dengan itu. Toh para dara punya taktiknya masing-masing. Dila segera membawa satu pria dalam gandengannya ke pinggir kasur dekat dinding dan meja rias. 

Zulaikha merapat ke pria satunya. Dia ulurkan tangan. Sang pria  enggan menciumnya.

“Saya cuma mengantar kawan, Neng?”

Percuma. Zulaikha juga dituntut profesional. Dia raih tangan pria itu dan menghimpitnya.

“Jangan, Neng?”

Tak peduli. Satu  tangan lain dengan gerak agresif kemayu secara cepat membuka topi dan melemparkannya.

“Om lebih muda tanpa top…”

Mata Zulaikha terperanjat.  Matanya yang penuh muslihat tiba-tiba berkaca. Seulas senyum berubah muram dan bergetar. Tiga jahitan luka di pelipis kanan! Tubuh Zulaikha menyentak dahsyat memandangi sosok pria setengah tua di hadapannya. Seolah tak kalah takjub, si pria pun juga tersadar atas reaksi di hadapannya. 

Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Populer

Artikel yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Baca juga

F X W

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist