• Latest

Yang Menyerang Malah Kocar-kacir

Februari 22, 2025
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Yang Menyerang Malah Kocar-kacir

Rosadi Jamaniby Rosadi Jamani
Februari 22, 2025
Reading Time: 3 mins read
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Galaksi bergetar. Bintang-bintang baru saja menyaksikan perang dahsyat. Red Force dan GS Caltex bertemu di medan perang. Masing-masing dengan ambisi membara. Jenderal Koheejin berdiri di depan pasukannya. Matanya bersinar penuh strategi dan sedikit kegilaan. “Kita bukan sekadar bertarung, kita baru saja mengukir legenda! Tak sia-sia saya kalian retreat tujuh hari.”

GS Caltex Prime datang dengan kapal berkepala banteng, siap menanduk segalanya. Mereka yakin serangan ke rezim kali ini, menang. Apalagi, dalam lima menit pertama perang, Gyselle Silva menembakkan senjata laser tepat ke kaki Vanja Bukilic! “Kita menang!” teriak kubu Caltex. Oh, betapa naifnya mereka.

Koheejin hanya tersenyum. Dengan gerakan slow-motion dramatis, ia melambaikan tangannya ke udara. Dari bayang-bayang muncul Jeon Dabin, sang naga muda. Mata Dabin menyala seperti matahari supernova. Auranya bergetar bak badai kosmik. Lalu, Boom! GS Caltex mulai mengalami apa yang para ahli strategi sebut sebagai “kehancuran yang sangat menyedihkan.”

Baca Juga

IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026
Kenangan yang terlupakan di cermin

Kehilangan Cinta Secara Karena Egois

Maret 27, 2026
Emak Mananti Lebaran

Emak Mananti Lebaran

Maret 23, 2026

Megawati Hangestri Pertiwi menghantam serangan seperti asteroid yang menabrak planet. Pyo Seungju dan Jung Hoyoung berubah jadi tembok pertahanan tak tertembus. Park Eun Jin membelokkan serangan lawan seperti lubang hitam menyedot cahaya. Dan, ehem..Noh Ran? Ia sudah berjanji akan menerima bola dengan tulang rusuknya kalau perlu, dan ia menepati janjinya. Kubu GS Caltex pun mulai kocar-kacir. Serangan mereka hanya omon-omon.

Gyselle Silva mencoba menanduk sekali lagi. Tapi, kali ini ia bertemu tembok bernama Red Force. Serangannya ditangkis, dibalikkan, dihancurkan, dan pada akhirnya, dia hanya bisa menatap dengan mata kosong. Kapal GS Caltex yang megah itu kini mirip perahu bocor yang dikejar badai. Kepala banteng yang menakutkan itu malah terpotong oleh senjata canggih Mega.

Jenderal Lee Youngtaek akhirnya memberi perintah yang paling menyedihkan dalam kariernya, mundur. Pasukannya berhamburan seperti debu kosmik tertiup supernova. Ada yang tersandung, ada yang pura-pura pingsan, ada yang menulis surat pengunduran diri dari peperangan. Bahkan, ada memilih berdamai dengan segepok amplop kuning. Parah, musuh kok begini amat ya.

Koheejin menatap pasukannya dengan penuh kebanggaan. Di saat musuh telah kocar-kacir, Koheejin berkata, “Jeon Dabin, kau adalah naga yang telah bangkit dari tidurnya! Kau menghancurkan musuh tanpa ampun!” Ia lalu menoleh ke arah Mega, “Mega, kau adalah meteor yang tidak bisa dihentikan! Tidak ada yang bisa berdiri di hadapan pukulanmu!” Akhirnya, ia menatap Noh Ran, “Si kuning, Noh Ran, kau adalah tameng yang tak tergoyahkan! Tanpamu, pertahanan kita tidak akan sekuat ini!” Satu per satu sang jenderal memuji prajuritnya yang sedang duduk ngopi. Bukilic yang sedang diurut Mak Leha juga disanjungnya.

“Kita tidak hanya menang. Kita telah meninggalkan jejak di jagat raya!” Suaranya bergema seperti panggilan dari dimensi lain.

Red Force kini lebih dari sekadar tim. Mereka adalah legenda. GS Caltex? Mereka akan mengingat nama Red Force selamanya, di setiap malam yang sunyi, dalam mimpi buruk yang tiada akhir.

ADVERTISEMENT

Lalu, Koheejin menyuruh pasukannya istirahat total. Ia juga mempersiapkan waktu untuk healing ke Sungai Kapuas. Nanti kisah seru perjuangan Red Force menguasai galaxy voli.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 351x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 309x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 254x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Misi Merampok Bank

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com