Kemenangan Tanpa Money Politic

Oleh: Drs. Saiful Bahri
Dulu, untuk menjadi Presiden tidak ada istilah _money politic_.
Alm. Presiden Soeharto berulang kali jadi Presiden.
Pada masa itu, yang disebut era Orde Baru, hanya ada 3 partai politik: PPP, Golkar, dan PDI. PDIP seperti sekarang belum ada.
Kenapa dulu bisa hanya _“the only one candidate”_?
Karena pada masa Orba, perolehan suara pemilu dimenangkan Golkar lebih dari 60% bahkan sampai 70%.
Suara PDI + PPP digabung pun belum bisa mengalahkan suara Golkar.
Maka lahirlah calon Presiden tunggal saat itu, yaitu Soeharto, selama 32 tahun.
*Kini zaman sudah berubah.*
Setelah tahun 1998, peta perpolitikan nasional berubah. Pemenang pemilu bukan lagi Golkar, tapi PDIP.
Mulai masa itu, calon Presiden tidak lagi satu orang. Lebih dari satu.
Dan lobi-lobi politik pun bermunculan. Termasuk _“Money Politic”_.
Perubahan sistem politik zaman sekarang, terbawa sampai ke tingkat pemilihan Kepala Desa.
Ikut-ikutan main _money politic_.
—
*Dulu masih ingat, dalam ingatan saya…*
Alm. Ayah saya jadi Kepala Desa tidak ada lobi politik.
Masyarakat memilih pemimpinnya berdasarkan rekam jejak dan ketokohannya.
Ayah saya, pensiunan TNI, kala itu diminta untuk berbakti ke desa dengan menjadi Kepala Desa.
Bukan hanya itu, almarhum juga dipercaya menjadi Kepala Security di PT Arun, Lhokseumawe selama beberapa tahun.
Kenapa bisa demikian?
Karena masyarakat melihat: _”Siapa yang pantas jadi tokoh dan pilihan masyarakat.”_
*Berbeda sekali dengan kondisi sekarang.*
Untuk jadi Kepala Desa saja sudah saling berebut.
Bahkan calonnya melebihi target. Target 5 orang yang mendaftar, bisa lebih dari 5.
Begitulah antusiasme masyarakat untuk jadi pemimpin. Ada apa gerangan?
Menurut pantauan kami, di sebuah desa ada calon yang sampai memotong satu ekor sapi, lalu dagingnya dibagi-bagi ke masyarakat.
Apakah itu bukan _money politic_?
Di desa lain melakukan hal yang sama, cuma beda sistem pembagiannya.
Ada calon yang membaca peta politik desa dulu. Setelah kebaca, timsesnya membagi-bagi sembako hanya untuk orang-orang yang dianggap berpihak ke dia.
Pokoknya mereka lakukan apa saja untuk memenuhi ambisinya.
Luar biasa fenomena politik zaman now.
—
*Tapi di tengah arus itu, ada cerita berbeda.*
Ada teman saya. Dulu kami kuliah satu fakultas.
Dia tidak mencalonkan diri untuk jadi Kepala Desa.
Tapi masyarakat, terutama para orang tua kampung, yang meminta dia ikut dalam bursa pencalonan _Keuchik_ alias Kepala Desa.
Kata masyarakat: _”Kalau dia tidak ikut, maka kami tidak akan datang memilih calon yang sudah ada tanpa teman kami ini.”_
Mendengar suara kebanyakan masyarakat, terutama suara para orang tua, maka dia pun ikut.
Saya sering komunikasi via telepon dengannya. Saya bilang:
_”Tidak usah ikut-ikutan mereka. Kalau kata Allah jadi, maka itu yang terbaik. Kalau tidak terpilih, itu juga terbaik menurut Allah. Dan pasti terbaik juga untuk kita yang meyakininya.
Apalagi sekarang sudah pensiun. Nikmati saja masa pensiun dengan bercocok tanam di kebun. Nikmati suasana alam yang sejuk. Itu lebih indah menurut saya.”_
Alhamdulillah, pendapat saya diamini olehnya.
Memang dari dulu dia orangnya _low profile_.
Saya kenal dia sejak SD. Pulang sekolah kami sama-sama berenang di kolam desa.
Duh, asyiknya masa kecil. Main layang-layang, main sepak bola di sawah setelah musim panen.
Kini kalau saya pulang kampung, teringat masa-masa indah dulu.
Tapi sayang, sawah-sawah tempat tanam padi, tempat kami main bola, sudah tidak ada lagi.
Sudah dibangun rumah, baik oleh pendatang maupun penduduk setempat.
—
*Begitulah. Dunia terus berputar. Dan itu sunnatullah.*
Tak mungkin tidak. Hidup memang harus berubah.
Kalau kita tidak berubah, ya lingkungan yang akan merubahnya.
Sebagai penghuni bumi, kita harus menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Tapi satu hal yang tidak boleh berubah: _prinsip_.
Bahwa kemenangan sejati tidak harus diraih dengan menyingkirkan orang lain.
Dan tidak harus dibeli dengan sekarung sembako.
Cukup dengan _rekam jejak_, _doa_, dan _kepercayaan masyarakat_.
Itu lebih mahal. Dan lebih berkah dan bernartabat.












