Jampidsus Febrie Bantah Mundur, Bantah Pemilik Kafe

Oleh Rosadi Jamani
Jampidsus Febrie Bantah Mundur, Bantah Pemilik Kafe
Siap gelar tikar lagi. Jampidsus Febrie tokoh utama dalam drama Brankas Cipete akhirnya keluar dari sarangnya. Ia keluar bukan dari rumahnya yang dipagar betis tentara, melainkan dari kantornya sendiri. Di hadapan wartawan, Febrie mengaku bukan pemilik kafe, dan tidak mundur. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!
Di saat Polri menggeledah 12 hingga 13 lokasi. Rumah dinasnya dijaga puluhan personel TNI sampai suasananya mirip markas presiden. Ditambah kabar beredar, Presiden Prabowo meminta beliau mundur secara “gentleman” agar situasi tidak makin gaduh. Tokoh utama kita justru tampil santai.
Jumat, 10 Juli 2026, di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jampidsus Febrie Adriansyah muncul dengan wajah tenang seperti habis liburan. Raut wajahnya tenang, melayani dengan santun wartawan. Kadang ia meminta cepat karena mau salat Jumat. Lalu, ia menyampaikan kalimat yang langsung membuat jagat maya berhenti mengunyah kerupuk.
“Saya tidak mundur.”
Bahkan, kata beliau, pekerjaan tetap berjalan normal. Masih mengawasi penyelidikan, penyidikan, penuntutan, hingga eksekusi barang bukti perkara-perkara besar seperti Jiwasraya, Asabri, BTS Kominfo, PT Timah, sampai Program Makan Bergizi Gratis. Mesin Gedung Bundar, katanya, tetap hidup seperti biasa.
Belum selesai. Bagian yang membuat publik makin mengernyit adalah ketika Febrie juga membantah memiliki hubungan bisnis apa pun dengan kafe atau restoran di Cipete yang digeledah polisi.
Bukan pemilik. Bukan rekanan. Bukan titipan. Pokoknya ada, eh salah, pokoknya bukan.
Padahal, informasi beredar sebelumnya lebih heboh dari Mbappe jebol gawang Bono. Barang bukti disebut diangkut menggunakan kendaraan Baracuda, dengan muatan yang konon berisi emas puluhan kilogram, bahkan ada yang menyebut 74 kilogram, uang dalam berbagai mata uang asing, brankas, dan barang lain yang kalau dipajang di ruang tamu bisa bikin tetangga mendadak jadi analis keuangan.
Namun semua itu, menurut bantahan tersebut, bukan milik beliau. Ya sudah. Mungkin emasnya sedang jalan-jalan sendiri. Brankasnya tersesat mengikuti Google Maps. Atau alien dari Planet Cipete sedang menitipkan tabungan sebelum pulang ke galaksi. Di negeri ini, kadang imajinasi harus bekerja lembur agar sanggup mengejar kenyataan.
Yang membuat cerita ini terasa seperti novel surealis adalah riwayat tokohnya. Febrie Adriansyah, lahir di Jakarta, 19 Februari 1968, besar di Jambi, merupakan doktor ilmu hukum Universitas Airlangga dengan disertasi tentang penyitaan aset tindak pidana pencucian uang. Kariernya melesat dari Kejari Sungai Penuh, menjadi Kajati DKI Jakarta, hingga dipercaya sebagai Jampidsus sejak Januari 2022. Dalam LHKPN, hartanya tercatat sekitar Rp18,2 miliar.
Semua data itu resmi. Semua jabatan itu nyata. Tetapi ketika dipadukan dengan drama yang sedang berlangsung, rasanya seperti membaca buku sejarah yang disunting penulis fiksi ilmiah.
Sementara itu, jagat X sudah berubah menjadi arena debat. Netizen sibuk membuat teori, pengamat menggelengkan kepala, Komisi III DPR menyatakan, “Kalau ada bukti ya diproses,” sedangkan Febrie meminta masyarakat tidak berspekulasi karena kinerja Kejaksaan tetap berjalan normal.
Rakyat akhirnya hanya bisa menatap layar sambil bergumam, “Ini sebenarnya berita atau naskah serial?”
Kalau semua bantahan nanti terbukti benar, syukurlah. Kalau tidak, sejarah akan mencatatnya dengan tinta sulit dihapus. Yang jelas, di negeri ini, kenyataan sering kali lebih nyeleneh dari si Etik. Kita pun dibuat berdiri di persimpangan, mau percaya terasa aneh, tidak percaya juga belum ada putusan. Akhirnya, yang paling masuk akal hanyalah menunggu fakta hukum berbicara, sambil berharap episode berikutnya tidak lebih absurd dari yang sedang kita saksikan hari ini.
Foto Ai hanya ilustrasi
Rosadi Jamani













