Pemuda yang Cerdas dan Berpikiran Maju
Oleh: Kang Thohir
Menjadi seorang peneliti tentang alam atau sains dan juga metafisika itu sangat menarik. Apalagi menjadi peneliti sejarah atau pengamat sejarah.
Nah, sahabat semua. Kegiatan ini membuat kita harus sibuk belajar dan terus belajar, menguras otak dan waktu.
Jadi, banyak orang merasa itu tidak gampang seperti itu. Namun ada hikmahnya, setiap penelitian/penemuan kita diterima semua orang, dan menjadi kajian di berbagai kalangan, baik luar negeri maupun dalam negeri.
Pokoknya, tetap konsisten menemukan peradaban baru dan sejarah baru yang lebih indah dan maju.
Kini, untuk menjadi ilmuwan otodidak seperti ini, yang harus berjuang mati-matian demi bangsa Indonesia. NKRI harga mati, itulah semboyan kami untuk bangsa. Apalagi persaingan dunia semakin ketat di negara-negara yang sudah terlebih dulu maju.
Teknologi semakin canggih, dunia digital semakin marak di dunia yang modern. Baik AI (artificial intelengency) alat sistem cerdas pengubah masa depan yang lebih mudah dan maju saat ini.
Kita harus merangkak maju melambai angan-angan baru. Menggapai Indonesia emas, tetap konsisten belajar dan berinovasi lewat kreasi.
Jiwa berprestasi itu tak kenal lelah dan tak kenal putus asa. Ia tetap belajar dan terus berjuang, untuk menciptakan hal-hal baru. Indonesia baru. Itulah jiwa pemuda yang cerdas dan berfikiran maju, jangan kaku menatap semu. Berikan lentera untuk menerangi seisinya, dan jadilah seperti matahari yang bisa berguna bagi manusia lainnya. (*)
___________
“Makna bumi adalah berputar, seiringnya waktu. Perbanyaklah memungut makna, biar menjadi gravitasi yang seimbang pada hidup kita, yang terus berjalan.”
Brebes, 08 Juni 2026
TENTANG PENULIS:

Muhammad Thohir/Tahir (Mas Tair) yang dikenal dengan nama pena Kang Thohir, kelahiran Brebes, Jawa Tengah. Dari dusun/desa Kupu, kecamatan Wanasari. Dari anak seorang petani dan tinggal dari kehidupan sehari-hari bertani, berkebun, menanam bawang merah, padi, kacang, pare, cabai dan sayur-sayuran di ladang sawahnya.
Kini, aku sedang menggeluti dunia tulis menulis atau literasi, khususnya sastra Indonesia. Suka menulis sejak duduk di bangku kelas empat SD dan sampai masuk ke Pondok Pesantren. Aku masih tetap aktif menulis dan semakin semangat ‘tuk menulis baik puisi maupun cerpen dan lain sebagainya yang aku tulis. Selain menulis aku juga suka membaca buku agar bisa bermanfaat untuk menambah wawasan (pengetahuan).












