Kamis, April 23, 2026

Serambi  Masjid Kami Yang Kotor

06 Maret 2025
8 menit baca
Serambi  Masjid Kami Yang Kotor - 7DB73F1E EB15 4F21 ABA0 F631C265C0CB | Cerpen | Potret Online
Ilustrasi

“Ya!! Ya!! Ya!!!” teriak persetujuan warga lainnya.

“Tapi memang saya bukan pencuri, Pak.  Kalian yang berbaju bersih, apa ini hasil amalan ibadah yang bapak pelajari?” kata Arsakha semakin berani.

“Woyy jangan ajari kami soal ibadah!!! Maling, kau ini tau apa!!” seru satu pria gamis.

“Cukup!!? Cukup!!? Ayo kita lihat ke masjid. Sabar!!!! Mungkin benar katamu, sandal kita tertukar” kata H. Insani.

Semuanya setuju dan dengan dicengkram tangannya, Arsakha dibawa seolah terpidana tanpa alas kaki.  Sepasang sandalnya telah berpindah ke kaki H. Insani.

*

Di halaman masjid, sudah berapa kali putaran tapi tak ketemu sandal yang dimaksudkan. Wajah Arsakha mulai dingin oleh banjir peluh. Sementara sekitarnya mata-mata garang serigala telah menandainya sebagai santapan.

“Sudah maling!! Mengajari agama lagi!!!” kata satu pria gamis jengkel sambil mulai anarkis menjambak rambut gondrong Arsakha. Pria lainnya ikut terpancing dan mulai satu-satu menganiaya dengan pukulan. Seorang pria yang sedari tadi mengamankan Arsakha dengan mencengkram tangan mulai lebih senang menjambak agar buruannya tak kabur. Tapi tak lama karena sekonyong-konyong aneka batu dan bata hingga balokan mulai terbang mengarah dan menghujam. Dia lepas jambakan Arsakha dan membiarkan pemuda itu berhujan hantaman benda-benda keras nan cadas.

“Tenang saudara!!!! Tenang!!! Astagfirullah!!! Allahu Akbar! H. Insani mulai panik. Kerumunan bahkan dari rekan segamisnya juga bertambah beringas.

Bak!!!Buk!!!! Bak!!Buk!!!

“Ampun!!!! Ampun!!! Pak!!!! Sakit!!! Ampunn!!!’ jerit Arsakha terduduk menahan pilu dan nyeri sekujur tubuh. Melihat kebrutalan itu H.Insani menubruk dan mengelumbuni Arsakha dengan tubuhnya. 

“Saya mohon cukup!!! Saudara!! Cukup!!! Allahu Akbar!!!! Cukup!!!” seru H. Insani melindungi.

Hujan batu dan kayu berhenti.

“Haji. Tak pantas Anda lindungi dia. Jangan kasih kendor Ji!!”

“Benar!!! Baru minggu lalu masjid ini kemalingan ampli speaker. Setiap jumat juga sandal. Malam ini pun sama. Sudah jadi sarang jarahan rumah Allah ini. Patut jika tertangkap kita bakar seperti dulu-dulu..!!!”

Heri Haliling merupakan nama pena dari Heri Surahman. Beliau pengajar di SMAN 2 Jorong. Heri Haliling selain mengajar juga aktif menulis baik cerpen atau novel dalam aplikasi GWP atau Kwikku. Beberapa karyanya yang telah terbit antara lain: 1. Novlet Rumah Remah Remang, 2024 (J-Maestro). 2. Novel Perempuan Penjemput Subuh, menjadi juara 2 Sayembara Menulis Novel Guru dan Dosen Tahun 2024 (PT Aksara Pustaka Media). 3. Beberapa cerpennya telah termuat dalam media cetak dan digital seperti Balipolitika, Radar Utara, Radar NTT, Negeri Kertas.com, Kaltim Post, Kompasiana, dan Republika

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Populer

Artikel yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Baca juga

F X W

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist