Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
BIKIN PUISI LAGI Hari ini aku harus menulissebarisan kata yang keluar dengan sendirinyaApakah ia akan mengumpat atau mencelaAku pun tak...
Oleh : Juni Ahyar Izinkan diriku meluahkan rasa,Maafkan andai hati kau terasa,Biar kuceritakan segala duka,Moga engkau tak ulanginya lagi.Sungguh tak...
Oleh Hamdani Mulya Di kampus Syiah Kuala, cahaya ilmu bersinarProfesor Dayan Dawood, lentera yang menerangi jalanDengan sabar dan bijak, kau...
Oleh Bestari Ai -Luka- Luka itu terluka kembali dan mungkin akan membekas di tempat yang sama. selalu menyalahkan diri untuk...
Oleh MĂĽslimin Lamongan 1996 seperangkat alat sholat kunikahitanpa rupiah emas permatatikar pandan, piring,cangkir kopi kubawa sertasepeda pancal ikut ritualkamar pengantin...
Janganlah Engkau Marah: Wasiat Cahaya dari Rasul” Oleh Juni Ahyar Marah itu bara, api tanpa rupa,Menyulut lidah, membakar jiwa.Setan meniupkan...
Oleh Nyakman Lamjame Dunia menakar wajah yang gemerlap,Bukan luka yang lirih dalam diam menjerat.Percaya pada gaun dan gema,Meninggalkan sunyi yang...
BUNGA HARIM DAN KENANGAN Aku pernah melambai asa bersamamuAda percikan bunga itu yang kini layuAku tak mempermasalahkan hal ituToh juga...
Oleh Luhur Susilo, SMPN 1 Sambong – Satupena Blora Di Jumat Legi yang berseri cahaya pagi, 595 jiwa berdiri, menjawab...
‎Cerita Bediding Akhir Juli‎‎‎Angin bediding menyusupi‎Tulang senjaku‎membuka lembar buku‎Pada jendela tua‎Sekolah yang ramah‎Menyapa lembut pada batin wajah kanakku, adalah segaris...
© 2026 potretonline.com





