
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Ilhamdi Sulaiman Puisi tak bisa menghentikan perang,seperti doa yang jatuh di antara peluru,tapi ia mampu bertahan di dada lukasebagai...
Baca SelengkapnyaDetailsAir Tak Menyucikan Di dinding kamar mandi rumahku,ada tulisan kecil:“Jangan lupakan siapa yang memandikanmu.”Tak kutahu siapa menulisnya.Mungkin aku,mungkin Tuhan,mungkin seseorang...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Alkhair Aljohore Bibirnya berselawat, tangannya berdarahBerjanji damai, menusuk dari arah belakangBendera Islam dikibar di meja rundinganTapi peluru mereka menyasar...
Baca SelengkapnyaDetailsPENGORBANAN AYAH HINGGA HUJUNG NYAWA ...
Baca SelengkapnyaDetails"Empat Pulau yang Menangis" Empat pulau bukan sekadar tanah, ia nyawa dalam dada rakyat. Dari Sabang ke Simeulue, gema luka...
Baca SelengkapnyaDetailsRaja ampatBy. Halimah Munawir Raja Ampat,Bukan sekedar legenda4 manusia terlahir dari telur.Dan di pelihara seorang ibu. Ia Surga terakhir di...
Baca SelengkapnyaDetailsNama saya Gandazon H. Turnip kelahiran tahun 1998 berasal dari Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Saya aktif menulis puisi di berbagai...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Muslimin Lamongan alam benakmu sirna bijak manusiawimerasa membeli janji-janji bertabur mimpimulut busa basi dicuci orasi apel merah ilusisepatu kuasa...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: Yoss Prabu Seperti bara api yang menari di atas tungku buatan sendiri.Bau arang dan lemak menari bersama asapYang entah...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Tabrani Yunis Pulau Panjang, Mangkir Ketek, Mangkir Gadang dan Lipan Tidak seperti Pulau Sipadan dan Ligitan Yang durebut Malaysia karena...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com