
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh ~Rika Maina Sari Dachi Di balik gelap yang sunyi Kusimpan kesedihan dalam hati Sepi…sendiri…hanya luka yang menemani Bukan tiada...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Siska AkmalGuru MTs Fathin Al-Aziziyah, Pidie Jaya. Lulusan Universitas Jabal Ghafur, Sigli, Aceh Langit biru yang menyakitkan,sunyi tanpa rintik...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Cikgu Sariman Husin Sahabat itu bagaikan cahaya,menerangi hari penuh warna,bersama dalam suka dan duka,setia di saat jiwa luka,menjadi penawar...
Baca SelengkapnyaDetailsHANCUR SEBUAH KEDAMAIAN DI biru warna alir Tigrisdan kehijauan Eufratesaku menikmati kedamaian. Tiba-tiba jutaanbom merejamkejam. Airmata lalu menyembur ke langitdan...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Zab Bransah Ini wajah kitaKita adalah kitaTapi bukan kitaBukan siapa-siapaSiapa bilang kitaPotret rupa cinta terlarang.tapi potret dia bukan kitaDia...
Baca SelengkapnyaDetailsTiga puisi karya Dr. Sulaiman Juned, S.Sn., M.Sn., seniman dan akademisi asal Padang Panjang, Sumatera Barat direkomendasikan sebagai materi cipta...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Ilhamdi Sulaiman Puisi tak bisa menghentikan perang,seperti doa yang jatuh di antara peluru,tapi ia mampu bertahan di dada lukasebagai...
Baca SelengkapnyaDetailsAir Tak Menyucikan Di dinding kamar mandi rumahku,ada tulisan kecil:“Jangan lupakan siapa yang memandikanmu.”Tak kutahu siapa menulisnya.Mungkin aku,mungkin Tuhan,mungkin seseorang...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Alkhair Aljohore Bibirnya berselawat, tangannya berdarahBerjanji damai, menusuk dari arah belakangBendera Islam dikibar di meja rundinganTapi peluru mereka menyasar...
Baca SelengkapnyaDetailsPENGORBANAN AYAH HINGGA HUJUNG NYAWA ...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com