Selasa, April 21, 2026

‎Puisi Anies Septivirawan

Juli 2025

‎Cerita Bediding Akhir Juli


‎Angin bediding menyusupi
‎Tulang senjaku
‎membuka lembar buku
‎Pada jendela tua
‎Sekolah yang ramah
‎Menyapa lembut pada batin wajah kanakku, adalah segaris sorot cahaya bening mata

‎Sorot cahaya bening mata itu
‎Adalah kamu
‎Yang telah membangun
‎Sebuah ruang kosong di hatiku
‎Aku selalu menunggu kehadiranmu
‎Sejak pagi sampai ujung
‎rembang petang
‎Hingga ujung rembang ini
‎Menaungi kita berdua

‎angin bediding itu
‎Selalu hinggap di akhir bulan Juli
‎Bulan juli selalu bercerita
‎tentang debu yang ditiup pagi
‎Di halaman sekolah

‎Angin bediding itu
‎Membuka pintu kenang
‎Menghampar lorong kisah
‎Tentang deretan bangku kelas kita
‎Tentang perasaanku yang sederhana
‎Tentang impian – impian kita
‎Yang bergelantungan
‎Di pohon – pohon masa depan
‎Tentang manisnya sesendok gula
‎Yang terdampar di bibir pantai mimpi – mimpi orang miskin
‎Seperti mimpi-mimpi masa remajaku
‎Yang tak pernah berakhir


‎Angin bediding itu
‎Pun tidak pernah berhenti berkisah
‎Tentang sabar dan luka yang menjelma gedung sekolah tempat kita
‎Menjahit harapan, tempat kita belajar mengembangkan senyum dan melapangkan dada orang tua kita

‎Angin bediding itu
‎Tak kan berhenti bermadah
‎Tentang aku yang belajar mencintaimu




‎Wringin Anom – Situbondo, Juli 2025

Tentang Penulis
Anies Septivirawan adalah penikmat tulisan seni sastra dan budaya. Ia gemar menulis puisi sejak tahun 1995 sampai saat ini. Ia bergabung dengan himpunan penulis penyair dan pengarang nusantara (HP3N) Kota Batu dan SATUPENA Jawa Timur. Anies Lahir di kelurahan Dawuhan, Situbondo, Jawa Timur. Aktivitasnya sehari-hari sebagai wartawan media online. Baginya, menulis adalah upaya mengusir ion -ion negatif di dalam tubuh agar tetap sehat dan panjang umur. Ia sudah menulis 3 buku antologi puisi tunggal dan puisi-puisinya juga menyemarakkan sejumlah buku antologi bersama. Puisinya dan tulisan lainnya juga pernah satu buku dengan Gol A Gong. Buku antologi puisi tunggalnya yang pertama berjudul "Luka dan Kota Sepi Literasi", yang kedua adalah "Menimang Rindu Senja Kala" dan buku yang ketiga berjudul "Dua Senja Menyulam Damai"

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist