• Latest
Dari Sekadar  Hobi Hingga Menjadi Peluang Bisnis

Dari Sekadar Hobi Hingga Menjadi Peluang Bisnis

Maret 2, 2023
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Dari Sekadar Hobi Hingga Menjadi Peluang Bisnis

Redaksiby Redaksi
Maret 2, 2023
Reading Time: 3 mins read
Dari Sekadar  Hobi Hingga Menjadi Peluang Bisnis
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Hayatur Ridha

Owner Jasa Ternak

Tahun 2014 Saya mulai mengenal penetasan telur dengan  menggunakan inkubator, walaupun mungkin banyak sekali yang sudah mengatahui dan bahkan tidak sedikit telah menjalankan bisnis tersebut. Ternyata Inkubator tersebut sudah sangat lama dan telah digunakan oleh masyarakat Mesir zaman dahulu. Ya, ternyata pertama kali dikenalkan oleh seorang ilmuwan asal Prancis, Rene Antoine Ferchault de Reaumur. Dia juga mendeskripsikan tentang  ruang inkubator penetasan telur tersebut pada 1750.

Nah, sekarang Incubator pun telah dirancang dengan bentuk yang sederhana, modern dan otomatis.Menggunakan inkubator penetas telur unggas seperti ayam terkadang digunakan peternak agar bisa cepat ‘panen bibit unggas baru. Inkubator penetas telur bisa dibilang modern karena menggunakan daya listrik. Akan tetapi praktik penetasan telur ayam rupanya sudah dilakukan ribuan tahun lalu atau sebelum listrik digunakan manusia.

 

Dulu Inkubator tersebut berupa bangunan berbahan batu bata dengan tinggi sembilan kaki yang terdiri dari koridor panjang yang berada di tengah dengan setiap kedua sisinya terdapat ruangan penghangat. Setiap lantainya memiliki ukuran yang sama dan pintu masuknya berupa lubang yang cukup besar dan dapat dimasuki seseorang dengan cara merangkak. Telur dihangatkan di dalam ruangan dasar dengan diletakkan di atas jerami. Sementara itu, ruangan atas digunakan untuk menyalakan perapian agar ruangan bawah menjadi hangat. Panasnya pembakaran bisa mencapai ke bawah karena alas ruangan atas memiliki lubang.

Kotoran sapi dan unta digunakan dalam pembakaran ini untuk memungkinkan api menyala secara perlahan dan lebih terkontrol.

 

Tadinya saya belajar ini untuk penelitian tugas akhir saya, namun setelah melakukan penelitian  selama kurang lebih 1,5 bulan dan setelah itu saya benar-benar takjub dengan teknologi ini karena kita bisa meniru cara ayam mengeram secara tidak langsung kita berasa sebagai pengganti induk ayam. Karena kita ikut meniru kebiasaan ayam atau bebek yang membolak balik telurnya minimal 3 kali sehari. Para lembaga  pasti ada yang pernah melihat ayam yang sedang mengeram. Sesekali dia memutar telur menggunakan paruh atau kakinya.

Kelembaban yang biasa ayam atau bebek mandi untuk membasahkan badan nya dan akan kembali ke pengeramannya. Untuk itu kita meletak kan air di dalam nampan di bawah posisi telur.

 

Nah, sekarang kita bisa membuat bisnis penetasan sederhana yang bisa meningkatkan ekonomi. Bisa kita lakukan di rumah, maupun di kandang jika memiliki be sent  peternakan  khusus. Dari hobby, kini saya  dan suami bisnis ini sudah menjadi mata pencaharian sehari-hari  dan pekerjaan ini bisa dilakukan oleh siapa saja, baik  pria maupun wanita, dari yang tua sampai dengan yang muda, karena kegiatan penetasan ini sangat sederhana, bisa hanya menggunakan triplek tebal  ukuran 70 x 50 cm untuk kapasitas 120 butir  telur ayam. Incubator yang dibentuk persegi panjang dengan ukurannya bisa disesuaikan dengan kapasitas telur yang ingin ditetaskan dan bahan  pelengkap seperti wayer listrik, lampu pijar yang 5 Watt,temperatur untuk mengukur suhu di dalam ruangan incubator dan yang paling penting yaitu  termostat yang paling memiliki peran penting dalam pengoprasian mesin penetasan ini, karena fungsi dari termostad tersebut adalah untuk mendeteksi suhu incubator dan pengendalian lampu mati jika suhu di dalam ruangan mencapai 3,8°C, dan lampu akan otomatis hidup kembali jika suhu di dalam menurun. 

Saya rasa pekerjaan ini sangat sederhana untuk Ibu rumah tangga yang ingin meningkatkan ekonomi keluarga. Bisa  juga menjadi ide untuk kita menjaga ketahanan pangan. Inkubator ini bisa menetaskan berbagai macam jenis telur unggas, mulai dari telur ayam, bebek, burung puyuh,  dan telur –telur unggas lainnya. Nah, jika setelah ayam atau bebeknya sudah menetas, tapi tidak ingin dibesarkan sendiri  dan bingung ingin dibawa ke mana , Kami juga bersedia untuk membeli dari masyarakat kembali untuk kami pasarkan keseluruh Aceh, karena peminat bibit unggas meninggkat setiap harinya. Selama ini Medan salah satu pemasok bibit terbesar ke seluruh Aceh.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Sedangkan Aceh belum sanggup memenuhi kebutuhan masyrakat Aceh, karena kurangnya ketertarikan untuk melakukan bisnis ini. Padahal seperti yang kita tahu Pokphan  dan japfa selama ini yang menguasai Aceh untuk pemasok bibit Unggas.          

Maka tidak ada salahnya kita membuka bisnis dari rumah, tapi bisnis ini memiliki prospek yang sangat besar dan jangka panjang, Apalagi untuk menghadapi resesi dunia, karena kebutuhan daging unggas  tidak akan pernah habis, apalagi maraknya bisnis ayam-ayaman di pinggir jalan yang sering kita temui, Ayam geprek,Ayam gepuk, Ayam ludes, KFC pinggir jalan pun sudah sangat menjamur di pinggir jalan dan banyak jenis masakan ayam-ayam yang dijual. Ayam masak Aceh yang disediakan di Rumah makan saja bisa menjacapai ratusan ekor per hari. Sadar tidaknya kita, bisnis penetasan ini sangat menjanjikan untuk bisa meningkatkan ekonomi keluarga.

 

ADVERTISEMENT

 

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 314x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 265x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 259x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Kembalilah Seperti Semula

Kembalilah Seperti Semula

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com