HABA Mangat

Pemenang Lomba Menulis – Edisi Agustus 2025

September 10, 2025
Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Pemenang Lomba Menulis – Edisi Agustus 2025

September 10, 2025
Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Dinamika Sejarah dan Perkembangan Sepeda

Tulisan dalam rangka Lomba Menulis Essai Majalah POTRET yang diselenggarakan oleh CCDE, POTRET Gallery, Majalah POTRET dan Majalah Anak Cerdas dengan dukungan Toko Serikat Bike dan Jasaroda. Tulisan ditayangkan Apa adanya dari penulis, tanpa diedit oleh pihak penyelenggara. Silakan baca dan berikan komentar terhadap tulisan dan berikan like di IG Potret.Gallery

Redaksi by Redaksi
Maret 22, 2023
in Aceh, Artikel, bantuan sepeda, Bingkai, Budaya Menulis, Esai, Lomba Menulis POTRET, Program 1000 sepeda dan kursi Roda
Reading Time: 29 mins read
0
Dinamika Sejarah dan Perkembangan Sepeda
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Yuda Alfitra

Santri Dayah Jamiah Al-Aziziyah Batee Iliek Samalanga

Baca Juga

Presiden Pedofil?

Presiden Pedofil?

Maret 14, 2026
Madiun Dialog Budaya: Menafsir Cahaya yang Tak Pernah Berdiri Sendiri 

Madiun Dialog Budaya: Menafsir Cahaya yang Tak Pernah Berdiri Sendiri 

Maret 14, 2026
Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital

Maret 13, 2026

Mahasiswa IAI Al-Aziziyah Samalanga

Sepeda adalah kendaraan beroda dua atau tiga, mempunyaisetang, tempat duduk, dan sepasang pengayuh yang digerakankaki untuk menjalankannya. Sepeda merupakan salah satu alattransportasi yang paling penting di dunia, karena selain ramahlingkungan, sepeda juga menjadi tonggak munculnyakendaraan-kendaraan lainya (Kurnia, 2015).

Sepeda pertama kali dikenal di Perancis dengan namaVelocipede pada awal abad ke 18. Konstruksi sepeda pertamayang dipatenkan dilakukan oleh Baron Karls Drais von Sauerbronn dari Jerman pada Tahun 1818. Model sepedadikembangkan masih mendua, antara sepeda dan kereta kuda. Sehingga masyarakat menjuluki sepeda ciptaan Baron sebagaidandy horse.

Pada tahun 1839, Kirkpatrick MacMillan seorang pandai besidari Skotlandia mengenalkan alat pendorong sepeda berupaengkol yang digunakan melalui gerakan turun-naik kaki serupadengan mengayuh pedal sepeda pada saat ini. Perbedaan engkolyang dibuat yaitu menghubungkan engkol dengan tongkatkemudi (setang sederhana). Pada tahun 1865, seorangberkebangsaan Perancis yaitu Pierre Lallement mengenalkanlingkaran besi di sekeliling roda yang sekarang disebut denganvelg.

Penyempurnaan teknologi sepeda selanjutnya seperti penemuanteknologi pembuatan baja berlubang yang akhirnya digunakansebagai pengganti rangka sepeda sehingga menjadi lebih ringanseperti saat ini. Kemudian teknologi ban angin yang dikenalkanoleh John Dunlop pada tahun 1888 yang mengubah ban menjadilebih nyaman digunakan. Penemuan lainnya, seperti rem, perbandingan gigi yang bisa diganti-ganti, rantai, setang yang bisa digerakkan, suspensi dan masih banyak lagi makinmenambah daya tarik sepeda seperti saat ini.

Awal penggunaan sepeda di Indonesia adalah pada masa kolonial Belanda. Orang Belanda membawa sepeda buatanEropa sebagai alat transportasi pada masa pendudukan merekadi Indonesia. Pada 1980-an, popularitas sepeda di Indonesia mulai didominasi oleh sepeda modern, seperti sepeda gunung(Mountain Bike), sepeda perkotaanatau (Commuting Bike), sepeda anak dan belakangan sepeda lipat atau (Folding Bike).

Bagian utama dari sepeda adalah Handlebar, Headset, Stem, V-brakes, Rim, Hub, Spokes, Forks, Crank, Bottom Bracket, Chain, Seat post, Saddle, Rear Mechanic, Wheel, Down Tube, Tyre, Inner Tube Valve, Schrader, Freewheel/Cassette, Brake/Gear cables, Pedal, dan Top Tube.

Stang sepeda yang berfungsi untuk mengarahkan sepeda(handlebar), tiang penahan bagian stang sepeda (headset), penghubung tiang garpu depan ke stang sepeda (stem), rem konvensional dengan karet (v-brakes), velg roda(rim), gear bagian tengah roda yang menyambung ke badan sepeda dan garpu depan (hub), jari jari sepeda (spokes), garpu depan (forks), gigi depan terhubung ke pedal sepeda (crank), silinder untukpenahan gigi depan (bottom bracket), rantai sepeda (chain), tiang penahan saddle (seat post), tempat duduk sepeda (saddle), alat pemindah gigi (rear mechanic), roda sepeda termasukbagian hub (wheel), batang penyangga sepeda (down tube), ban luar (tyre), ban dalam (inner tube valve), pentil ban sepeda(schrader), gigi belakang sepeda (freewheel/cassette), tali rem sepeda (brake/gear cables), penggerak gear (pedal), batangsepeda bagian atas (top tube).

Roda sepeda (yang belakang) dihubungkan dengan rantai kegear yang digerakkan oleh pedal. Gear ini lebih kecil dari pada roda, tapi kecepatan linier roda pasti lebih besar dari pada kecepatan linier gear, sehingga untuk menggerakkan roda yang besar diperlukan usaha mengayuh yang kecil saja. Prinsipbergeraknya sepeda adalah gerak rotasi roda terhadap porosnyadi lintasan (jalan) akan menyebabkan gerak translasi juga (melaju di jalan).

Jenis-jenis Sepeda

Desain sepeda selalu berkembang dari waktu ke waktu. Perkembangan selalu terkait dengan bentuk, tampilan, bahan, teknologi dan kegunaan. Menurut Wiyancoko (2010), secaraumum sepeda dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

a. Sepeda Anak (Kids Bike)

Dibanding sepeda dewasa, desain sepeda anak lebih mungkintampil dalam berbagai varian, namun walau bisa diolah secarabebas, sepeda anak tetap harus didesain sesuai dengan proporsi, jangkauan badan, keamanan dan kenyamanan bersepeda bagianak-anak.

b. Sepeda Gunung (Mountain Bike)

Sepeda ini digunakan untuk menjelajahi medan luar-jalan(offroad), di area perbukitan, dan alam bebas. Karena spesifikasirangka yang tahan banting dan kelengkapan komponennya, dibanding jenis sepeda jalan raya, MTB jenis tertentu bisamenjadi lebih berat. Namun, karena kepraktisannya untuk bisadigunakan di lingkungan perkotaan beraspal halus kadang pula jalan alam, menjadi jenis sepeda yang paling populer.

c. Sepeda Jalan Raya (Road Bike)

Orang awam sering menyebut sepeda balap. Sepeda ini cocokuntuk pesepeda yang membutuhkan kecepatan tinggi di jalanrata. Cirinya adalah setang melengkung yang membuat posisipesepeda membungkuk untuk pergerakan yang aerodinamis.

d. Sepeda Perkotaan (Commuting Bike)

Sepeda ini ditujukan untuk kebutuhan kegiatan dalam kota, misalnya berkeliling didalam kota. Beberapa subjenis tertentumelayani segmen gaya hidup perkotaan tertentu (misalnya jeniszenith, cruiser dan sebagainya), sedangkan lainnya dimaksudkanuntuk membawa barang atau berbelanja sehingga perludilengkapi keranjang.

e. Sepeda Hibrid (Hybrid Bike)

Hybrid artinya penggabungan ciri antara satu jenis denganlainnya yang sifat pemanduannya sengaja dikaburkan. Artinyaketika digabungkan hasil yang ada susah dikenali kembali unsursebelumnya. Sepeda hybrid merupakan penggabungan sepedajalan raya, dan sepeda gunung, atau antara sepeda perkotaan dan sepeda gunung karena garpunya bersuspensi.

Fungsi dan Manfaat Sepeda

a. Manfaat bagi kesehatan

Banyak sekali manfaat bersepeda bagi kesehatan, di antaranya:

1) Bersepeda baik untuk jantung.
2) Bersepeda baik untuk otot-otot.
3) Menjaga ukuran pinggang tetap ideal.
4) Baik untuk kesehatan mental.
5) Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

b. Manfaat bagi lingkungan

Tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, bersepeda juga sangatbermanfaat bagi lingkungan, antara lain yaitu:

1) Sepeda tidak memerlukan lahan parkir yang luas.
2) Tidak mencemari lingkungan.
3) Dapat dipakai oleh semua usia.
4) Memberikan kesempatan berinteraksi yang lebih leluasa, baik dengan sesama pemakai jalan, maupun dengan wargamasyarakat di sekititar kita

Nah, itu dia segelintir dari sejarah perkembangan sepeda sertamanfaat bersepeda. Melihat sejarah serta manfaat tersebut, program donasi 1000 sepeda yang diselenggarakan oleh CCDE Aceh dan Majalah Potret, di samping membatu masyarakat miskin, juga bisa melestarikan sejarah sepeda sebagai kendaraan pertama yang menginisiasi lahirnya kendaraan-kendaraan jenis lainnya. Semoga program yang diselenggarakan oleh CCDE Aceh dan Majalah Potret bisa berlangsung kontinu, sehingga kebersinambungan sejarah perkembangan sepeda bisa terwujud.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 185x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 120x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 103x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 88x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun
Dinas Pendidikan Aceh

Mengelola Pendidikan Ala Keledai?

Maret 15, 2026
POTRET Budaya

Di Bawah Langit yang Sama: Takjil Ramadan, Paskah, dan Taut Persaudaraan

Maret 14, 2026
Air Mata Kemanusiaan di Tanah Rencong
#Korban Bencana

Air Mata Kemanusiaan di Tanah Rencong

Maret 14, 2026
Presiden Pedofil?
Artikel

Presiden Pedofil?

Maret 14, 2026
Next Post
Medsos Tabrani Yunis Dihiasi Sepeda Cinta

Medsos Tabrani Yunis Dihiasi Sepeda Cinta

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com