Minggu, Mei 3, 2026

Menjaga Laut Dari Microplastic

Penulis Teuku Masrizar
Mei 3, 2026
2 menit baca
da6a766a-7ff0-4a91-8d33-f3089aab9797
Foto / Ilustrasi Menjaga Laut Dari Microplastic
Disunting Oleh


Oleh : Teuku Masrizar

Saat seluruh dunia memperingati hari buruh 1 Mei 2026, berbagai media jadi headline berita tentang para buruh berkumpul memperjuangkan hak-hak mereka.

Di kaki bukit pegunungan Alur Kering dibatasi bibir Samudra Indonesia, di situlah sebuah Gampong dan Pantai Ujong Batee dengan tujuh gelombangnya. Di Kecamatan Pasieraja Kabupaten Aceh Selatan.

Lebih seratusan murid Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 27 Aceh Singkil beserta dewan guru dan seluruh staf administrasi didampingi Pemerintah Gampong Ujong Batee, Babinsa dan Dinas Lingkungan Hidup Aceh Selatan bersama membersihkan pantai.

Sebelum aksi bersih-bersih rombongan bersilaturrahmi dengan Pemerintah Gampong Ujong Batee di Kantor Keuchiek dan dilanjutkan kunjungan silaturrahmi ke Pasantren Terpadu Minjatul Karamah Al Aziziyah yang bersebelahan dengan pantai Ujong Batee.

Keuchiek dan perangkat gampong Ujong Bantee begitu juga dengan Abi Karimudin pimpinan pasantren sangat senang dan bahagia atas kunjungan silaturrahmi, “Peumulia jamee adat geutanyoe”.

Gampong Ujong Batee begitu populer di Kabupaten Aceh Selatan. Setelah juara lomba Gampong tingkat Provinsi Aceh tiga tahun lalu. Ujong Batee juga memiliki potensi sumberdaya alam dan lanskapnya yang indah dan eksotik, sekarang di seputaran pantai berkembang warung dan cafe menyajikan berbagai makanan dan minuman khas sehingga jadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi di Kabupaten Aceh Selatan

Hapir saban tahun ragam event tingkat Kabupaten dilaksanakan di Ujong Batee. Turnamen bola, motocross dan berbagai lomba kreatifitas lainnya. Hal ini didukung sikap masyarakatnya yang terbuka, lahan luas serta pantainya indah, panjang dan lebar.

Agaknya kunjungan Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 27 Aceh Singkil ke Aceh Selatan tidak hanya untuk darmawisata semata, bukan hanya jalan-jalan dan rekreasi namun juga melakukan aksi.

Seluruh murid memilih sampah di sepanjang pantai Ujong Batee, sampah plastik dipisahkan dengan sampah organik. Sembari memilih sampah, anak-anak juga bermain air laut yang dihempaskan di pantai. Mereka dapat mengumpulkan sampah plastik satu kantong besar dan organik empat kantong besar.

Anak-anak mulai tumbuh kesadaran dalam menjaga lingkungan. Lingkungan kotor dan banyak sampah akan menyebabkan muncul beragam penyaki. Sebaliknya lingkungan yang bersih dengan sampah terpilah dan dikelola dengan baik dapat terhindar dari berbagai sumber penyakit.

Menariknya lagi mulai disadari sampah plastik akan berproses menjadi microplastik dan bila dibiarkan memasuki perairan laut pada gilirannya dimakan ikan. Tak kala ikan-ikan tercemar microplastik sangat berbahaya bagi kesehatan kita.

Jadi pembelajaran penting bagi kita, ternyata jalan-jalan dan rekreasi bukan saja memberikan manfaat rileksasi bagi tubuh lelah dan penat serta dapat menumbuhkan semangat baru, tapi juga dapat menjalin silaturrahmi dan menyelamatkan laut untuk masa depan yang lebih baik.###

✦ ✦ ✦
Apakah artikel ini bermanfaat?
Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Tentang Penulis
Teuku Masrizar Peminat Lingkungan, berdomisili di Tapaktuan, Aceh Selatan
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Preview
Memuat komentar...

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist