Oleh: Syarifudin Brutu Lampu-lampu selasar gedung bahasa mulai berkedip layaknya mata pesakitan yang menahan sakaratul maut. Di sana, Malim duduk bersandar pada...
Read moreDetailsTulisan ini disusun sebagai tanggapan terhadap sebuah pandangan yang pernah disampaikan oleh seorang rekan semasa pendidikan menengah atas yang kini...
Read moreDetailsOleh ReO Fiksiwan “Jugendliteratur bukan sekadar hiburan, melainkan ruang simbolis di mana kaum muda dapat menguji identitas, memahami dunia sosial,...
Read moreDetailsInilah Nusantara. Oleh : Novita sari yahya Inilah Nusantara,tanah yang lahir dari rahim sejarah panjang,yang ditempa oleh waktu,dan dibesarkan oleh...
Read moreDetailsOleh Yani Andoko Ketika Cinta Tak Lagi Butuh Kata-KataPernahkah anda merasa bahwa cinta yang paling dalam justru tak bisa diucapkan?...
Read moreDetailsOleh Fileski Walidha Tanjung Senin, 2 Maret 2026, selepas tarawih, Mucoffee di Kota Madiun tidak sekadar menjadi ruang ngopi, melainkan menjelma ruang...
Read moreDetailsOleh Fileski Walidha Tanjung Sebagai penyair, ada kebahagiaan yang sulit saya uraikan ketika mengetahui bahwa puisi saya, “Yang Menyala...
Read moreDetailsOleh Tabrani Yunis Hujan pagi ini Datang lebih dini Sebelum mentari meniti hari Mengikis embun jatuh ke bumi Kini mentari...
Read moreDetailsSASTRA MASYARAKAT Oleh Akaha Taufan Aminudin Tulisan dari Cakndjojo ini bukan sekadar ulasan acara, melainkan sebuah narasi apresiatif yang kaya...
Read moreDetailsOleh: Novita Sari Yahya Membaca Sastra Perempuan Indonesia dari 1965 hingga Pascareformasi** Pendahuluan Sastra Indonesia modern kerap menghadirkan perempuan sebagai...
Read moreDetails