POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Pendidikan Islam: Membentuk Manusia Bernilai, Bukan Sekadar Mengejar Nilai

Juni AhyarOleh Juni Ahyar
September 20, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Juni Ahyar, S.Pd., M.Pd.

Akademisi, Pemerhati Pendidikan dan Bahasa

Pendidikan sering kali dipahami sebatas ruang kelas, buku teks, angka rapor, hingga ijazah. Banyak orang tua berlomba memastikan anaknya meraih nilai sempurna, rangking pertama, atau masuk sekolah favorit. Tidak sedikit pula sekolah yang akhirnya terjebak pada budaya angka menganggap nilai akademis sebagai tolok ukur mutlak keberhasilan pendidikan. Padahal, pendidikan sejati, khususnya dalam perspektif Islam, jauh lebih luas dan bermakna.

Islam memandang pendidikan sebagai sarana untuk membentuk pribadi muslim yang utuh: bertakwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia, cerdas, dan mampu menjalankan amanah sebagai khalifah di muka bumi. Tujuan akhirnya bukan sekadar “berhasil di atas kertas”, melainkan mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Tujuan Utama Pendidikan dalam Islam 

Dalam Al-Qur’an dan Hadis, tujuan pendidikan sangat jelas: mencetak manusia yang beriman, berilmu, dan beramal shaleh. Ada empat pilar utama yang menjadi fondasi: 1. Mencapai Ketakwaan dan Ridha Allah SWT,  Pendidikan bukan sekadar proses transfer pengetahuan, tetapi juga pembimbingan ruhani. Peserta didik diarahkan agar mengenal, mengabdi, dan tunduk kepada Allah SWT. Tujuan tertinggi dari semua aktivitas belajar adalah meraih ridha-Nya. 

2. Menjalankan Fungsi sebagai Khalifah di Bumi. Manusia diberi tugas mulia sebagai pengelola bumi. Karena itu, pendidikan harus menumbuhkan rasa tanggung jawab, produktivitas, serta kesadaran ekologis dan sosial. Murid bukan hanya belajar untuk dirinya, tetapi juga untuk kemaslahatan masyarakat dan lingkungannya.

3. Membentuk Pribadi Muslim yang Seutuhnya. Islam menekankan keseimbangan: pengembangan spiritual, intelektual, emosional, sosial, dan fisik. Pendidikan bukan hanya melahirkan orang pintar, tetapi juga orang berkarakter, berakhlak mulia, dan jujur, dan 4. Mencapai Kebahagiaan Dunia dan Akhirat.

Pendidikan Islam memandang kehidupan secara menyeluruh. Kecerdasan duniawi harus berpadu dengan kesiapan ukhrawi. Artinya, sekolah bukan hanya mempersiapkan murid menghadapi ujian nasional, tetapi juga “ujian kehidupan” yang lebih panjang.

Kritik terhadap Pendidikan Modern 

Sayangnya, realitas hari ini menunjukkan adanya reduksi makna pendidikan. Banyak sekolah terjebak pada logika angka dan peringkat. Anak-anak yang nilainya tinggi dianggap “berhasil”, sementara yang nilainya rendah sering dipandang “gagal”. Padahal, kecerdasan manusia sangatlah beragam: ada kecerdasan logika, bahasa, seni, sosial, hingga spiritual.

Ketika pendidikan hanya dijadikan ajang lomba akademis, maka sekolah kehilangan ruhnya. Ruang kelas berubah menjadi “pabrik nilai” yang hanya menekankan hafalan, tanpa memberi ruang bagi kreativitas, keberanian, dan kejujuran. Akibatnya, banyak generasi muda yang cerdas di atas kertas, tetapi rapuh menghadapi kompleksitas hidup.

Pendidikan sebagai Jalan Membentuk Nilai 

📚 Artikel Terkait

Praktik Baik Kontribusi Sekolah Perempuan Untuk Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

TikTok Jadi Guru Belajar?

Ternyata Yayasan Sirah program Punya Talas Vokasional

Menyikapi Tarif Resiprokal Trump dan Kemungkinan Menjadikan Indonesia Pasar Bebas

Diri Pendidikan Islam hadir untuk mengingatkan bahwa nilai akademis hanyalah alat, bukan tujuan. Tujuan sejati adalah membentuk manusia bernilai yaitu pribadi yang bermanfaat bagi dirinya, keluarganya, dan lingkungannya.

Seorang murid yang bernilai bukanlah yang sekadar mendapat nilai sempurna dalam ujian, tetapi yang mampu menggunakan ilmunya untuk memecahkan masalah nyata. Sekolah yang baik bukanlah yang hanya melahirkan lulusan dengan ijazah berderet, melainkan yang menghasilkan manusia berkarakter, peduli, dan berintegritas.

Rasulullah SAW pernah bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” Inilah indikator keberhasilan pendidikan yang sesungguhnya: sejauh mana seorang lulusan mampu memberi manfaat nyata bagi orang lain.

Menghidupkan Kembali Ruh Pendidikan 

Untuk mengembalikan ruh pendidikan sesuai ajaran Islam, ada beberapa langkah penting yang harus diperhatikan: 

1. Integrasi Iman dan Ilmu.

Pendidikan harus menanamkan nilai spiritual dalam setiap pembelajaran. Ilmu pengetahuan modern perlu dipadukan dengan nilai-nilai Islam agar melahirkan generasi yang cerdas sekaligus berakhlak. 

2. Penanaman Karakter Sejak Dini.

Kejujuran, disiplin, empati, dan tanggung jawab tidak boleh hanya menjadi materi tambahan, melainkan inti dari setiap aktivitas belajar. 

3. Pengembangan Kecerdasan Holistik.

Sekolah harus memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan minatnya, bukan hanya mengukur kemampuan logika dan hafalan, dan 

4. Menekankan Manfaat Ilmu.

Guru dan sekolah perlu terus menanamkan kesadaran bahwa ilmu bukan untuk disombongkan, melainkan untuk diamalkan dan memberi manfaat bagi kehidupan nyata.

Pendidikan sebagai Investasi Dunia dan Akhirat Pendidikan yang sejati akan melahirkan generasi yang bukan hanya siap menghadapi persaingan dunia, tetapi juga siap mempertanggungjawabkan amalnya di akhirat. Nilai rapor bisa hilang, ijazah bisa usang, tetapi nilai diri yang dibangun melalui akhlak mulia, amal shaleh, dan kontribusi sosial akan kekal sepanjang zaman.

Di sinilah letak keunggulan konsep pendidikan Islam: ia tidak hanya mengarahkan manusia untuk sukses di dunia, tetapi juga untuk selamat di akhirat. Dengan demikian, pendidikan bukanlah sekadar jalan menuju karier, melainkan jalan menuju kebermaknaan hidup.

Penutup

Hakikat pendidikan Islam adalah membentuk manusia bernilai, bukan sekadar mengejar nilai. Pendidikan bukanlah perlombaan angka, melainkan perjalanan panjang membentuk pribadi yang seimbang, beriman, berilmu, dan berakhlak.

Mari kita kembalikan sekolah sebagai ruang hidup yang menumbuhkan rasa ingin tahu, menguatkan karakter, dan mempersiapkan anak-anak kita menjadi manusia yang bermanfaat. Dengan begitu, pendidikan akan kembali pada tujuannya yang hakiki: mencetak generasi bertakwa, berakhlak mulia, dan siap memimpin dunia menuju kebaikan, dengan bekal kebahagiaan dunia sekaligus akhirat.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 140x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 128x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 92x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Juni Ahyar

Juni Ahyar

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
165
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00