Artikel · Potret Online

Apakah Pemikiran Agama Mendahului Filsafat?

Penulis  Redaksi
Agustus 25, 2026
4 menit baca 5
1da8756b-d762-4675-a046-ba6d5377f043
Foto / IlustrasiApakah Pemikiran Agama Mendahului Filsafat?

#seripustaka ReO Bibliothek

#ResensiBuku(4):

Oleh Reiner Emyot Ointoe

Kodrat berpikir sejak awal diyakini lahir dari filsafat. Dengan kata lain, sumber dari sebuah keyakinan agama maupun kebenaran  sains berasal dari tradisi filsafat purba.

Apakah  tesis ini masih relevan kebenarannya?

Mari kita periksa salah satu sumber dari ulasan buku bertema hal tersebut berikut.

Lebih lanjut, diawali dengan biografi ringkas salah seorang penulisnya.

Francis Macdonald Cornford adalah seorang filolog klasik Inggris yang dikenal sebagai penerjemah dan penafsir filsafat Yunani kuno, terutama Plato, Parmenides, Thucydides, serta tradisi religius Yunani.

Ia menegaskan kesinambungan antara mitos dan filsafat, dan karya-karyanya menjadi rujukan penting dalam studi asal-usul pemikiran Barat.

Cornford lahir di Eastbourne, Sussex, pada 27 Februari 1874, putra dari James Cornford dan Mary Emma Macdonald.

Ia menempuh pendidikan di St Paul’s School, London, lalu melanjutkan ke Trinity College, Cambridge, di mana ia meraih prestasi akademik tinggi dalam studi klasik dan dianugerahi Chancellor’s Classical Medal. 

Pada 1899 ia terpilih sebagai Fellow Trinity, dan sejak 1902 mulai mengajar di sana. 

Kariernya mencapai puncak ketika ia diangkat sebagai profesor pertama Laurence Chair of Ancient Philosophy pada 1931, sebuah jabatan yang menegaskan reputasinya sebagai salah satu ahli terkemuka dalam bidang filsafat kuno.

Ia juga terpilih sebagai Fellow of the British Academy pada 1937.

Cornford menikah pada 1909 dengan Frances Darwin, cucu Charles Darwin, yang kemudian dikenal sebagai penyair ternama.

Dari pernikahan ini lahir lima anak, termasuk John Cornford, seorang penyair dan aktivis komunis yang gugur dalam Perang Saudara Spanyol. 

Kehidupan keluarga Cornford memperlihatkan keterhubungan erat antara tradisi intelektual, seni, dan politik.

Sebagai akademisi, Cornford dikenal sebagai bagian dari kelompok “Cambridge Ritualists” bersama Jane Ellen Harrison dan Gilbert Murray, yang menekankan pentingnya mitos dan ritual dalam memahami kebudayaan Yunani. 

Berikut beberapa: Thucydides Mythistoricus(1907), From Religion to Philosophy(1912), The Origins of Attic Comedy(1914), Greek Religious Thought from Homer to Alexander(1923), Before and After Socrates(1932), serta studi mendalam tentang Plato seperti Plato’s Cosmology: The Timaeus of Plato(1937) dan Plato and Parmenides (1939). 

Ia juga menulis satir akademik Microcosmographia Academica(1908), yang terkenal karena kritik tajam terhadap politik universitas Cambridge.

Cornford wafat pada 3 Januari 1943 di Cambridge, meninggalkan warisan intelektual yang menegaskan bahwa filsafat Yunani tidak dapat dipisahkan dari akar religius dan mitologisnya. 

Biografinya memperlihatkan seorang sarjana yang bukan hanya ahli filologi, tetapi juga pemikir yang berusaha menjembatani tradisi religius dengan rasionalitas filosofis, khusus di Barat.

Dalam From Religion to Philosophy(1912), Conrford menandaskan bahwa pemikiran filsafat Yunani awal lahir dari rahim kepercayaan religius, bukan sebaliknya. 

Atau, tesisnya agama mendahului filsafat, dan filsafat tetap beroperasi dengan kategori religius yang diwarisi dari mitos.

Cornford menolak pandangan rasionalis yang memisahkan secara tajam antara agama dan filsafat.

Sejak bab awal(Takdir dan Hukum), ia menuliskan tesisnya: „Namun, secara umum diakui bahwa permulaan filsafat terletak sepenuhnya dalam ranah sejarah“(Edisi Indonesia halaman 8).

Ia menunjukkan bahwa abstraksi para filsuf pra-Sokratik abad ke-6 SM tidak muncul dari ruang kosong, melainkan dari simbolisme religius yang sudah mapan dalam masyarakat Yunani. 

Konsep-konsep seperti Moira(takdir), Themis(hukum ilahi), jiwa, substansi, dan keabadian, yang kemudian menjadi bahan spekulasi filosofis, awalnya berakar dalam mitos dan ritual keagamaan. 

Dengan kata lain, filsafat tidak pernah sepenuhnya bebas dari agama, melainkan bergerak dalam batas-batas yang telah ditentukan oleh tradisi religius.

Cornford menulis: “Unless we have some grasp of that history[of myth], we are not likely to understand the speculation, which, however scientific its spirit may be, constantly operates with these religious ideas, and is to a large extent confined in its movement within the limits already traced by them“(Edisi Inggris 1912 halaman vii-viii).

Translasi:

“Kecuali kita memiliki pemahaman tentang sejarah [mitos] tersebut, kita tidak mungkin memahami spekulasi yang, betapapun ilmiah semangatnya, terus-menerus beroperasi dengan ide-ide keagamaan ini, dan sebagian besar terbatas dalam pergerakannya di dalam batasan yang telah ditelusuri oleh ide-ide tersebut.”

Dengan demikian, ringkasan resensi buku ini menunjukkan bahwa Cornford membaca transisi dari mitos ke logos sebagai kesinambungan, bukan pemutusan.

Berangkat dari tradisi mitos sebagai sumber asali pemikiran(filsafat), baik agama maupun sains vis a vis logos berikutnya, agama dan filsafat merupakan mata rantai fondasi lahirnya akar seluruh kebudayaan manusia. 

Walhasil, agama menyediakan kerangka simbolik dan kosmologis yang kemudian diolah oleh filsafat menjadi abstraksi rasional, ex analogia universum.

Dengan demikian, filsafat Barat awal adalah transformasi dari keyakinan religius(mitos Moria) dan bukan pengganti yang sepenuhnya baru. 

Cornford menekankan bahwa memahami filsafat Yunani tanpa menelusuri akar mitologisnya akan membuat kita kehilangan konteks historis yang menentukan.

Jadi, jawaban atas pertanyaan apakah agama mendahului filsafat atau sebaliknya?

Tegasnya: agama(mitos) mendahului filsafat(logos), dan filsafat tumbuh dari tanah religius yang telah ada.

Manado, 24 Agustus 2026, ReO Bibliothek Kokima Hill.

#credit foto cover buku diambil dari koleksi ebook dan seri terjemahan Indonesia beda cover berjudul: Dari Agama Ke Filsafat: Lahirnya Tradisi Pemikiran Barat(IRCiSoD, Yogyakarta, 2026).

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Tentang Penulis
Media Perempuan Kritis dan Cerdas
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...