Artikel · Potret Online

Alhamdulillah, Saya Bisa Tamat SMA

Penulis Vina lestari Handayani
Agustus 6, 2026
5 menit baca 9
377e4ad3-5726-4f5e-b918-18ea11c0d175
Foto / IlustrasiAlhamdulillah, Saya Bisa Tamat SMA

Oleh :Vina lestari Handayani 

Alumni SMA Negeri 2 Pulau Aceh

Saat sedang  menikmati istirahat dari kegiatan di POTRET Gallery di Jalan Prof Ali Hasyimi, Pango Raya, tiba -tiba pikiran saya melayang ke masa -masa awal masuk SMA di Pulau Aceh. Masih segar dalam ingatan saya ketika melakukan  pendaftaran sekolah. Kala itu, saya mendaftar untuk menjadi peserta didik di sekolah itu bersama ibu. 

Kami  berjalan kaki untuk bisa menuju ke sekolah hanya untuk mendaftarkan saya masuk sekolah. Kami berjalan kaki sekitaran 3 km ke sekolah tersebut.  Bayangkan, sampai 3 kali bolak – balik karena kami tidak mempunyai kendaraan. Tidak punya sepeda motor seperti orang lain. Mata hari  saat itu sangat terik. Tanpa terasa,  kaki lecet dan berair karena sangking capeknya bolak – balik. Padahal saat itu ke sekolah untuk mendaftar.

Saya sangat berterima kasih ke pada ibu. Ia mengorbankan tenaga dan hidupnya untuk membangun masa depan saya belajar di sekolah. Sebagai anak, saya pantas mengatakan ibu yang sangat saya sayangi.Bukan hanya mengantarkan saya untuk mendaftar, tetapi juga memperhatikan saya hingga selesai SMA.

Masih terbayang,  pada hari pertama masuk sekolah, saya berjalan kaki karena saya tidak mau meminta tumpang dan saya tidak mau merepotkan orang lain hanya karena saya susah. Alhamdulillah selang beberapa hari saya sekolah, akhirnya saya mempunyai teman di sekolah.  Kami berbeda kampung dan pada hari itu saya ditawarkan tumpangan dan saya dengan senang hati menerima tumpangan tersebut.

Namun, selang beberapa bulan sekitar 2 bulan, teman saya yang sekampung, menceritakan sesuatu kepada teman saya yang memberikan tumpangan kepada saya dan entah apa yang dia katakan kepada teman saya tersebut, sehingga dia tidak mau memberikan tumpangan lagi untuk saya. 

Saat itu pikiran saya mulai kacau sampai saya berpikir ” kenapa ya orang semua membenci saya? Mengapa mereka tidak mau berteman dengan saya? Seburuk itu kah saya di mata mereka?  Padahal saya tidak pernah mengganggu orang lain, tapi kenapa sampai segitunya mereka kepada saya?”

Karena masalah itu, saya tidak mau masuk sekolah hingga hampir 1 bulan. Karena sudah lama saya tidak masuk sekolah, akhirnya datanglah guru wali kelas saya. Beliau bertanya kepada ibu saya.

Wali kelas saya bertanya pada ibu.

  “Buk kenapa Vina beberapa minggu ini tidak masuk sekolah lagi, sakit atau bagaimana ? Apa ada masalah di sekolah “?

Dan ibu saya menjawab 

 “Kata Vina dia tidak mau masuk sekolah dulu karena dia di sekolah sering dijelek-jelekkan oleh teman-teman  sekelasnya, sampai dia tidak mau diboncengi lagi. ini bukan karena tidak diboncengi lagi anak saya tidak sekolah, tapi karena mentalnya sering dibuly, sampai dia tidak mau sekolah. Sudah beberapa kali saya membujuk dia agar dia sekolah, tapi dianya tidak mau ” 

Pada kesempatan itu, saya pun membicarakan masalah saya pada guru tersebut. Saya ceritakan semuanya, sampai guru itu bilang ” tidak apa – apa Vina harus sekolah biar sukses dan biar tidak dihina lagi oleh mereka”. 

Saya pun memutuskan untuk sekolah lagi dan saya juga berpikir, kalau saya tidak sekolah bagaimana saya mau menyenangkan orang tua saya? 

Saya bertanya pada diri saya sendiri.

Lagi pula  tanggung kalau saya berhenti sekolah. Jadi jalan terbaik untuk bisa mengubah nasib adalah dengan cara terus belajar dan kala itu tempat saya belajar mendapatkan pengetahuan dan keterampilan. Asal saya rajin dan tekun belajar, saya akan bisa tamat dari SMA, walau harus berjuang berjalan kaki ke sekolah hingga tiga kilometer setiap hari.

Alhamdulillah, saya bersyukur bisa menyelesaikan sekolah di SMA Negeri 1 Pulau Aceh.

Satu hal lagi yang tidak bisa saya lupakan adalah  ada guru yang tidak suka dengan saya sampai sekarang. Masalahnya saya sering tidak mengikuti pekerjaan di luar sekolah seperti membuat seni dan praktis lainnya. Sebetulnya bukan saya tidak mau mengikutinya, karna saya setelah pulang sekolah langsung pergi ke gunung bersama ibu saya untuk memetik cabai buat dijual ke pengepul agar besoknya kami sekolah dan adik- adik saya ada jajan sekolah,  walaupun tidak banyak. 

Namun, saya juga tidak keberatan bila guru itu tidak suka dengan saya. Karena saya malas menjelaskan masalah saya, karena kebanyakan tidak didengar, biarlah saya dibenci, karena saya merasa selagi saya tidak merugikan orang lain ya bodoh amat. 

Nah, setamat saya dari SMA, saya punya keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.  Namun, kondisi ekonomi keluarga saya tidak memungkinkan saya kuliah. Pilihan terbaik bagi saya adalah mencari pekerjaan, agar bisa mandiri dan sekaligus membantu orangtua.

Ya walaupun sekarang sudah lulus harus kerja karena buat kuliah saya kurang mampu. Ya intinya saya sangat bersyukur dengan keadaan yang sekarang sampai di titik ini.

Maka, sekarang hal yang paling saya syukuri dalam hidup saya adalah orang tua saya masih sehat dan masih bisa berkumpul dengan keluarga yang lengkap, walaupun sederhana yang penting bersyukur sekali dengan keadaan yang sekarang ini. 

Ada prinsip yang menjadi motivasi saya dalam menjalani hidup ini. Bagi saya hidup adalah perjalanan dengan ujian dan pekerjaan tetap semangat, jangan menyerah, dan fokus pada langkah kecil yang membawa perubahan”

  ” Menghadapi ujian hidup tidak akan ada habisnya jika semuanya terus dipikirkan, jalan saja, soal sulit atau mudahnya biar Tuhan yang menentukan” 

   “Menghadapi proses diri hidup tidak selalu tentang apa yang terlihat di permukaan”

   “Menginspirasi dan berbagai semangat ternyata benar, semakin kita ingin berubah menjadi lebih baik, semakin hebat ujian yang Allah berikan.  Intinya kita tetap bersemangat di situasi apaan itu.

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Tentang Penulis
Vina lestari Handayani
Media Perempuan Kritis dan Cerdas
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...