Artikel · Potret Online

Ketika Semut Menampar Gajah

Penulis Saiful Bahri
Juli 5, 2026
2 menit baca 29
752287a8-2121-4d8f-b755-ee36bd0919c1
Foto / IlustrasiKetika Semut Menampar Gajah
Disunting Oleh

*Pelajaran Mental dari Cape Verde 2-2 Argentina*

Oleh Saiful Bahri

Kemarin pagi saya dan mungkin Anda juga menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026 babak 32 besar. Ada pertandingan yang sangat menarik: *Cape Verde vs Argentina*, sang juara bertahan 4 tahun lalu.

Betapa tidak, tim pendatang baru Cape Verde memaksa sang juara bertahan sampai wasit menambah waktu. Walau akhirnya tidak sampai adu penalti.

Pendukung kedua tim sangat tegang. Terutama pendukung Argentina. Tidak disangka tim kesayangannya dipaksa bermain _all out_ untuk menjaga reputasinya.

Dan akhirnya dengan susah payah sang juara bertahan memenangkan pertandingan itu 3-2.

*Yang perlu disorot sebenarnya bukan karena Argentina yang menjadi pemenang. Tapi karena Cape Verde kalah. Kenapa?*

*1. NEGARA SEMUT YANG TIDAK TAKUT GAJAH* 🐜

*Pantang menyerah sebelum pertandingan berakhir*

Bayangkan.

*Populasi Cape Verde: 500.000 orang.*

*Populasi Argentina: 46.000.000 orang.*

Itu kayak 1 RT lawan 1 Kota.

Tapi kemarin pagi di Miami, mereka 120 menit saling serang. Tidak  ada yang mundur.

Cape Verde ketinggalan 2x. Dan 2x pula mereka bangkit.

Gol Sidny Lopes Cabral menit 103 itu gol “semut”. Gol orang yang tidak percaya ada kata “mustahil”.

*Ini namanya: Belajar pada semut.*

Kecil, tapi mencium kemenangan. Bukan membaca skor di atas kertas atau mengandai-andai. Tidak. Mereka tidak begitu.

*2. MENGAPA KITA HARUS HORMAT SAMA YANG KALAH?* 

Dunia ini kebanyakan sorak buat pemenang doang.

Padahal pelajaran juga kadang kita dapatkan dari tim yang kalah.

Cape Verde ngajarin kita 3 hal:

1. *Jangan lihat label* = “Tim kecil” bukan berarti lemah.

2. *Jangan lihat bungkus* = Tidak punya bintang dunia, tapi punya mental juara.

3. *Cium isinya* = Mereka main dengan semangat yang luar biasa, kerja keras, dan tidak takut.

Argentina menang karena pengalaman. Tapi Cape Verde, meski kalah, tetap terhormat.

*3. KESIMPULAN UNTUK KITA* 🪨

Dalam hidup juga begitu.

Kadang kita “Cape Verde”-nya. Tim kecil. Sumber daya sedikit. Dilawan “Argentina”-nya dunia.

Tapi kalau mental kita seperti semut tadi…

Jatuh bangkit. Ketinggalan kejar.

*Maka kita sudah menang, walau skor akhir belum berpihak.*

Argentina lolos ke babak berikutnya. Tapi dalam pertandingan kemarin, kita belajar paling banyak dari yang kalah.

*Pertanyaan untuk kita semua:*

*Di kantor, di rumah, dan dalam dunia usaha… kamu tim Argentina atau tim Cape Verde hari ini?*

Wallahu a’lam bishawab.

*

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Tentang Penulis
Saiful Bahri
Media Perempuan Kritis dan Cerdas
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...