Esai · Potret Online

Jangan Kejar Rezeki: Tanam Bunga, Kupu -Kupu Akan Datang

Penulis Saiful Bahri
Juni 20, 2026
3 menit baca 35
9d96e58e-d637-41dd-a474-0f472d6db677
Foto / IlustrasiJangan Kejar Rezeki: Tanam Bunga, Kupu -Kupu Akan Datang

Oleh: Saiful Bahri 

Saudaraku… jangan buru-buru mengejar. Bangunkan hidupmu, perhatikan ini baik-baik

Kalau ingin menangkap ayam, jangan dikejar. Tapi berikan makanan. Ayam akan datang sendiri.  

Begitu juga dengan rezeki. Semakin kita kejar penuh kepanikan, hidup terasa melelahkan. 

Kadang yang perlu kita lakukan bukan mengejar terlalu keras, tapi memperbaiki diri kita sendiri. Itu lebih utama. 

Kalau ingin kupu-kupu datang, jangan sibuk menangkapnya. Tapi tanamlah bunga. Kupu-kupu akan datang dengan sendirinya.  

Begitulah dengan hidup. Kalau kita ingin dihargai, bangun kejujuran, dan menghargai orang lain terlebih dahulu. Kalau ingin dicintai, bangun ketulusan dan kebaikan. 

Kalau kamu ingin hidup penuh keberuntungan, tanamlah kebiasaan-kebiasaan baik setiap hari. Karena kebahagiaan sejati tidak datang dari sesuatu yang dipaksakan

ALAH BISA KARENA BIASA

Seperti peribahasa mengatakan: “Alah bisa karena biasa”. Sesuatu yang telah menjadi kebiasaan, maka tidak akan sulit baginya untuk melakukan atau mengulangi pekerjaan itu. 

Sebaliknya apabila pekerjaan itu jarang dilakukan, maka akan sulit dilakukan. Apa pun aktivitasnya.

1. BANGUN SEBELUM SUBUH

Awalnya berat sekali memang. Alarm bunyi 3x masih saja tidur balik kiri balik kanan, akhirnya tertidur lagi.

Tapi bagi orang yang sudah terbiasa bangun jam 4:00 pagi matanya kebuka sendiri. Lalu ambil air wudhu, salat sunnah. Terasa tidak berat. Itulah yang disebut “the power of habit” kekuatan dari suatu kebiasaan.

2. SIKLUS PEKERJA

Sama juga dengan karyawan yang terbiasa bangun pagi, mandi, sarapan lalu berangkat kerja. Pas hari libur pun ia tetap bangun pagi, mandi, sarapan walau tidak pergi kerja. Begitulah siklus kehidupan makhluk hidup yang bernama manusia. Tubuh kita setia pada kebiasaan

3. SEDEKAH JARIYAH HARIAN

Kita sering bersedekah. Ada yang minta atau tidak, pokoknya kita siapkan saja sedekah untuk kita keluarkan dari dompet kita sebagai sedekah jariyah kita. Awalnya Rp5.000 berat. Lama-lama jadi Rp10.000 ringan. Lama-lama belum enak rasanya kalau sehari tidak  sedekah. Rezeki malah muter balik ke kita prof. 

Namun perlu diingat rezeki tidak selalu berbentuk uang, tapi bisa kesehatan yang prima, keluarga harmonis, anak-anak saleh dan salehah. Sungguh luas sekali rezeki dari Allah SWT untuk hamba-Nya yang tak terhingga dan kadang tak terduga. Selamat dari musibah kecelakaan itu juga salah satu bentuk rezeki lho.

Itulah yang disebut *”THE POWER OF POSITIVE HABIT”*. Kekuatan melakukan kebiasaan positif, sangat berefek bagi perkembangan hidup seseorang. 

Banyak sekali aktivitas positif yang bisa kita mulai dan kemudian membiasakan kegiatan itu sehari-hari:

Mau sehat? Biasakan jalan kaki 10 menit setelah Maghrib.  

Mau pintar? Biasakan baca 1 halaman buku sebelum tidur.  

Mau kaya hati? Biasakan ucap “Alhamdulillah” tiap ada masalah kecil.  

PENUTUP BUAT PEJUANG KEBIASAAN SE-INDONESIA:

Jadi Saudaraku… berhenti mengejar ayam yang lari kesana-kemari. Kita jadi capek, ayam capek tapi bisa masuk kolong dan bisa istirahat, lah kita capek keluar, keringat bercucuran 

Mending kita pulang, tanam bunga di halaman. Siram tiap hari, kasih pupuk jujur + ketulusan.  

Tidak lama kupu-kupu rezeki, kupu-kupu ketenangan, kupu-kupu keberkahan akan hinggap sendiri di bahu kita

Ingat: *”Tanam bunga dulu, baru kupu-kupu datang. Perbaiki diri dulu, baru rezeki mengejarmu”*

Wallahu a’lam bish-shawabi.  

TTD: Saiful  Bahri

✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Tulisan esai ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi memberikan ruang ekspresi tanpa intervensi isi.
Tentang Penulis
Saiful Bahri
Penulis buku ”terapi bermental sukses
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...