Senyum: Jamu Gratis yang Tidak Dijual di Apotek

Oleh: Saiful Bahri
Saudaraku, dua hari ini kita membahas “JAMU = JAGA MULUT”, bukan?
Dokter bilang: jaga yang masuk. Ulama bilang: jaga yang keluar.
Saya menambahkan satu lagi, dari “masyarakat biasa” yang sering tekor senyum
SENYUM = JAMU GRATIS PALING MAHAL
Gratis, tetapi efeknya seperti minum jamu + minum vitamin + minum sirup obat hati
Minggu lalu saya sedang sumpek. Kerjaan menumpuk, dompet tipis, kepala pening.
Saat lewat depan warung, saya bertemu bapak-bapak tukang ojek pangkalan. Wajahnya kusut seperti saya.
Tidak sengaja mata kami bertemu. Saya buru-buru tersenyum dan mengangguk.
Tahukah Anda apa yang terjadi? Wajah bapak itu langsung cerah. Ia membalas senyum dan berkata, “Sehat terus ya, Pak.”
DUARRR… Hati saya yang tadinya sumpek langsung adem. Padahal saya tidak memberi uang, tidak memberi rokok. Hanya memberi senyum gratis.
Dokter bilang: senyum itu mengeluarkan hormon bahagia.
Ulama bilang: senyum kepada saudara adalah sedekah.
Saya bilang: “Ini jamu paling mahal. Tidak ada di apotek, tetapi stoknya tidak pernah habis di wajah kita.”
—
3 ALASAN SENYUM ITU “JAMU MAHAL HARGANYA”
1. Gratis, tetapi tidak semua orang mau memberi
Jamu Rp5.000 saja kita beli. Masa senyum yang gratis malah pelit? Pelit senyum = pelit pahala.
Mudah sekali sebenarnya meraih pahala, cukup tersenyum setiap kali bertemu orang. Tentu senyum yang tulus ikhlas.
Tahukah Anda bahwa senyum ikhlas bisa membuat awet muda? Karena kulit wajah yang berseri-seri enak dilihat dan membuat orang lain merasa aman bersama kita.
Begitu mudah, bukan? Gratis, ringan, dapat pahala lagi. Ayo tersenyumlah.
2. Mengobati orang lain, ikut menyembuhkan diri sendiri
Pernahkah Anda menonton film lucu di bioskop, lalu satu bioskop tertawa bersama melihat adegan kocak? Anda pasti ikut tertawa terbahak-bahak.
Sebaliknya, bila menonton adegan menegangkan atau orang marah-marah, mood Anda jadi tidak nyaman.
Begitulah efek tontonan yang menyenangkan atau sebaliknya.
Tersenyumlah, biasakan kebiasaan itu. Dengan murah senyum kepada orang lain, hati kita sendiri menjadi adem.
Ulama bilang: “Sedekah itu tidak mengurangi harta.” Senyum juga begitu.
3. Senyum melatih otot pipi lebih cerah
Menarik otot pipi ke atas satu detik, pahalanya mengalir. Sayang sekali kalau hal-hal ringan dan gratis ini tidak dipakai.
—
PENUTUP UNTUK PEJUANG JAMU SE-INDONESIA
Jadi, Saudaraku… mulai hari ini mari kita borong “JAMU SENYUM”.
Ke tukang gorengan senyum. Ke satpam kantor senyum. Ke istri dan anak di rumah senyum
Mungkin ada yang bertanya: kalau sedang tidak mood, bagaimana bisa tersenyum?
Benar, kita tidak selalu dalam mood bagus. Itu manusiawi. Tetapi Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Tersenyum di hadapan saudaramu adalah sedekah.”
Kuncinya: dipaksakan dulu. Lama-lama jadi kebiasaan.
Daripada memelihara wajah cemberut, yang lama-lama menjadi kebiasaan buruk.
Ingat slogan kita:
“Sedia JAMU = JAGA MULUT. Jaga yang masuk, jaga yang keluar, dan jangan lupa SENYUM.”
Wallahu a‘lam bish-shawab
TTD: Saiful Bahri












