Mengedukasi Masyarakat Untuk Pencegahan Anemia Melalui Inovasi Semprong FeLeaf

Oleh Zayyan Fuadillah
Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Aceh melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan mengusung inovasi pangan fungsional **Semprong FeLeaf** sebagai salah satu solusi dalam mendukung upaya pencegahan anemia.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pencegahan anemia sekaligus memperkenalkan pemanfaatan pangan lokal yang bergizi dan berkelanjutan.
Semprong FeLeaf merupakan inovasi camilan sehat yang dikembangkan dari perpaduan daun kelor, tepung ampas tahu, dan tepung ampas tebu. Daun kelor dikenal kaya akan zat besi dan berbagai mikronutrien penting, sedangkan ampas tahu dan ampas tebu dimanfaatkan sebagai sumber protein dan serat.
Melalui inovasi ini, bahan pangan lokal dan hasil samping industri pangan dapat diolah menjadi produk yang bernilai gizi, memiliki nilai ekonomi, serta ramah lingkungan.
Kegiatan pengabdian dilaksanakan di SMA Negeri 2 Unggul Ali Hasjmy dengan sasaran para siswa sebagai kelompok yang rentan mengalami anemia, khususnya remaja putri.
Dalam kegiatan tersebut, tim mahasiswa memberikan edukasi mengenai penyebab, dampak, dan cara pencegahan anemia, disertai pengenalan produk Semprong FeLeaf sebagai alternatif camilan sehat yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan zat gizi.
Sebagai bentuk perluasan jangkauan edukasi kepada masyarakat, kegiatan juga dilaksanakan pada Car Free Day Kota Banda Aceh. Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh informasi mengenai pentingnya pencegahan anemia, manfaat konsumsi pangan bergizi, serta potensi pemanfaatan daun kelor, ampas tahu, dan ampas tebu sebagai bahan baku produk pangan inovatif.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan anemia sejak dini sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya lokal sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat.
Melalui inovasi Semprong FeLeaf, mahasiswa Poltekkes Kemenkes Aceh berkomitmen menghadirkan solusi yang tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga mendukung prinsip keberlanjutan melalui pengolahan bahan pangan lokal yang bernilai tambah.












