Artikel · Potret Online

Teknologi VS Dukhan

Penulis  Fajar Ilham
Maret 12, 2025
5 menit baca 454
Teknologi VS Dukhan - D0848AE3 C5AE 465D 81E8 4922377E6D83 | Artikel | Potret Online
Foto / IlustrasiTeknologi VS Dukhan

Namun, di luar kota-kota canggih itu, dunia bawah dipenuhi cerita tentang “Dukhan,” kabut misterius yang muncul tanpa pola dan menelan apa saja yang ada di hadapanya. 

Orang-orang mengatakan Dukhan bukan sekadar asap; ia hidup, berpikir, dan menghukum. Namun pawang hujan mengatakan itu pertanda akan datangnya hujan, ia menyebutnya dengan upacara ketuk-ketuk mangkuk yang mengeluarkan asap adalah untuk menghentikan kedatangan hujan yang bisa diatasi dengan perlengkapan teknologi pawang hujan di republik Wakanda.

Suatu hari, sensor makan bergizi mendeteksi anomali di wilayah selatan. Sepertinya kabut tebal mulai mendekati Gotham City dengan kecepatan yang tidak wajar. Roro Dengkul mengarahkan perlengkapannya untuk mengaktifkan perisai energi dan menembakkan sinar plasma ke arah kabut itu. “Kita akan membuktikan bahwa teknologi selalu menang,” katanya penuh percaya diri.

Namun, ketika sinar plasma menghantam Dukhan, sesuatu yang aneh terjadi. Kabut itu tidak menghilang; malah ia menyerap energi itu dan tumbuh lebih besar, lebih gelap. Dalam hitungan menit, Dukhan menembus perisai energi seolah itu tak ada artinya. Lampu-lampu kota mulai berkedip, melaporkan kegagalan sistem dengan suara yang patah-patah: “Anomali… tidak terdeteksi… logika… gagal…”

✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Tentang Penulis
lahir di Kluet Utara pada 01-12-1989 dan menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurusan Sejarah di Universitas Syiah Kuala. Barista Gerobak Arabica yang suka membaca buku-buku filsafat. Sejak kecil sudah suka menyukai cerita-cerita legenda. Aktif di organisasi eksternal kampus (HMI) semasa kuliah
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...