Artikel · Potret Online

Soal Essay, Pilihan Cerdas Yang Mencerdaskan

Penulis  Tabrani Yunis
Februari 26, 2025
6 menit baca 514
Soal Essay, Pilihan Cerdas Yang Mencerdaskan - IMG 20250226 WA0002 | Pendidikan | Potret Online
Foto / IlustrasiSoal Essay, Pilihan Cerdas Yang Mencerdaskan

Oleh Tabrani Yunis

Waktu sudah  pukul 23.07 yang seharusnya waktu untuk tidur. Ya, karena tidur yang sehat adalah sebelum pukul 23.00 WIB. Namun malam ini, sepulang dari toko kami, POTRET Gallery yang berlokasi di jalan Prof. Ali Hasyimi, Pango Raya, Banda Aceh, sambil istirahat sejenak di sofa, penulis membuka Kompasiana.com. Melihat akun sendiri. Ada sebuah pesan dari Kompasiana tentang topik pilihan dengan sebuah pertanyaan “ Bagaimana jika konsep pilihan ganda dihapus?”

Topik ini menggelitik keinginan penulis untuk ikut berpartisipasi atau urun rembuk menentukan pilihan. Penulis membaca semua yang ditulis di laman Kompasiana yang memancing setiap pembaca dan penulis untuk berkontribusi. Penulis sendiri ikut tertarik dan menggerakkan jari menari-nari di screen iPhone, menuliskan tulisan ini.

Nah, apa yang terlintas di pikiran penulis ketika membaca pesan dari topik pilihan ganda tersebut adalah kok hari gini masih bicara soal pilihan ganda atau essay?  Harusnya hal ini sudah dikaji oleh Kemendikbudristek atau pun Kemenag atau instansi lain yang mengelola pendidikan di tanah air. Penulis yakin bahwa sudah ada kajian mendalam terhadap hal ini. Apalagi perbincangan hal ini pernah dibincangkan pada masa BJ. Habibie. Namun, hingga kini model soal pilihan ganda masih menjadi alat ukur untuk menilai mata ajaran atau mata pelajaran di sekolah dan juga dalam berbagai macam tes atau ujian. Artinya, ujian pilihan ganda masih relevan digunakan dalam menilai. Lalu, haruskah kita memilih salah satu dari model ujian atau test itu?

Ujian pilihan berganda dan ujian essay atau uraian, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.  Kelebihan soal pilihan ganda digunakan karena bisa mencakup banyak atau malah semua topik bahasan yang akan diuji. Selama ini dalam berbagai macam ujian dan hingga kini bentuk soal pilihan ganda masih digunakan  justru karena dianggap masih relevan dan memiliki kekuatan yang bisa mengetes atau menguji serta mengukur lebih banyak materi ajar dalam waktu singkat. Pilihan ganda selain memudahkan dalam proses penilaian, juga mudah bagi para peserta ujian atau tes untuk memberikan kemungkinan jawaban. Ada banyak peluang

atau opportunity untuk menjawab. Artinya, ada peluang menebak, bila tidak bisa menjawab dengan tepat. Tebakan yang memberikan peluang besar untuk mendapatkan angka yang diinginkan. Kemudian, dari segi waktu, pilihan ganda  bisa mengukur hasil ujian dalam waktu singkat. Apalagi dengan menggunakan teknologi yang dapat langsung memberikan hasil. Selain itu, pilihan ganda juga dinyatakan sebagai bentuk ujian yang objektif, tidak subjektif. Mungkin itulah sebabnya hingga kini pilihan ganda masih terus digunakan dalam proses evaluasi atau ujian.

Nah, bagaimana pula dengan soal uraian atau essay? Jenis soal ini sebenarnya banyak yang tidak disukai orang. Alasannya sangat sulit. Sebab untuk menjawab soal ini dibutuhkan kemampuan untuk memaparkan atau menjabarkan sebuah pertanyaan. Soal essay atau uraian, tidak bisa bermain hitung -hitung kancing baju, tetapi harus melewati tahapan-tahapan, mulai dari memahami soal atau pertanyaan yang ditanyakan dengan benar. Sebab bila salah difahami, maka akan salah uraian atau jawaban yang diberikan. Sehingga soal ini sering dianggap sulit. 

Selain harus dibaca dengan benar dan akurat, soal essay atau uraian membutuhkan kemampuan analitik agar bisa memberikan jabaran yang lebih baik dan terinci. Setelah mampu menganalisis dengan baik, maka akan dengan mudah bisa menjabarkan atau menguraikan jawaban soal tersebut. Karena biasanya setelah dicerna dan dianalisis, lalu menguraikan jawaban secara panjang lebar dan harus logis alias masuk akal dan sesuai dengan yang diharapkan.  Soal essay atau uraian, sering digolongkan ke dalam bentuk soal yang subjektif, karena sangat tergantung dengan opini yang memberikan jawaban. Panjangnya jawaban juga akan berpengaruh terhadap nilai yang didapat. Banyak penilai yang suka memberikan nilai lebih bagi mereka yang bisa menjawab dengan panjang dan benar.

Nah, bila penulis diberikan opsi memilih bentuk soal mana yang dipilih, maka pilihan akan jatuh pada bentuk soal essay atau uraian.  Mengapa pilihan ini? Jawabannya adalah karena dengan soal ini membuat kita menjadi lebih cerdas dan produktif. Benarkah?  Tentu saja benar. Bentuk soal essay atau uraian merupakan bentuk soal yang mengantarkan kita menjadi peibadi yang kritis, kreatif, analitis, kontemplatif dan bahkan produktif. Dikatakan demikian, karena bentuk soal ini mendorong penjawab soal untuk mampu mengunyah atau memahami apa yang ditanyakan, mengkritisi soal, menganalisisnya, lalu bisa merenungkan atau berkontemplasi dan memberikan uraian atau deskripsi serta mereproduksi apa yang telah dibaca sebelum soal essay diberikan.

Orang -orang yang terbiasa dengan bentuk soal essay atau uraian, akan memudahkan mereka dalam menulis. Maksudnya, seseorang yang terbiasa dan bagus dalam kemampuan menjawab soal essay, mengantarkan mereka mampu mereproduksi sebagai sebuah proses yang produktif. Oleh sebab itu, sangat bagus di era sekarang, di saat peserta didik kita semakin nyaman dengan budaya instan, diberikan tugas menjawab soal essay, sehingga mereka bisa lebih produktif dalam menyampaikan ide atau gagasan secara lisan dan tulisan. Sayangnya  penggunaan bentuk soal essay tidak bisa digunakan untuk menjawab seluruh materi ajar dalam waktu seperti pilihan ganda.

Padahal soal dalam bentuk essay memiliki banyak kelebihan dalam membangun kemampuan deskriptif para siswa atau peserta test atau ujian,  terutama dalam mengukur pemahaman dan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Berikut adalah beberapa kelebihannya:

Pertama, Mengukur Pemahaman Mendalam

Soal essay memungkinkan penguntuk melihat sejauh mana peserta memahami suatu konsep, bukan sekadar mengingat fakta.

Jawaban yang diberikan mencerminkan kemampuan analisis dan sintesis peserta.

Kedua, Mendorong Berpikir Kritis dan Kreatif

Peserta didorong untuk mengembangkan argumen, menjelaskan alasan, serta mengaitkan konsep yang telah dipelajari dengan situasi nyata.

Memberikan kesempatan untuk menunjukkan sudut pandang dan kreativitas dalam menjawab.

Ke tiga, Melatih Kemampuan Menyusun Jawaban Secara Terstruktur

Peserta harus menyusun jawaban secara sistematis, dengan memperhatikan logika berpikir dan kohesi tulisan.

Hal ini membantu dalam pengembangan keterampilan menulis yang baik.

Ke empat, Menghindari Tebakan Jawaban

Berbeda dari soal pilihan ganda, soal essay mengharuskan peserta benar-benar memahami materi, karena mereka harus menjelaskan jawaban mereka.

Ke lima, Mengukur Kemampuan Berargumentasi dan Berkomunikasi

Dalam menjawab soal essay, peserta perlu menyampaikan ide dengan jelas, logis, dan persuasif.

Ini melatih kemampuan komunikasi tertulis yang penting dalam dunia akademik dan profesional.

Ke enam, Fleksibilitas dalam Jawaban

Nah, soal essay memungkinkan berbagai kemungkinan jawaban yang dapat diterima, sehingga memberi ruang bagi peserta untuk mengekspresikan pemikirannya sendiri.

Meskipun memiliki banyak kelebihan, soal essay juga memiliki beberapa keterbatasan, seperti waktu koreksi yang lebih lama dan kemungkinan subjektivitas dalam penilaian. Namun, jika dirancang dengan baik, soal essay tetap menjadi alat evaluasi yang efektif dalam menilai pemahaman dan keterampilan berpikir peserta. Kemampuan menulis hingga menulis skripsi yang selama ini dianggap sulit oleh kebanyakan mahasiswa akan mudah, bila mereka terbiasa menjawab soal-soal dalam bentuk essay. Selain itu, kemampuan literasi anak bangsa juga akan meningkat dan mereka menjadi generasi yang cerdas dan mencerdaskan.

Oleh sebab itu, kalau tidak bisa menggunakan soal ujian essay secara penuh, selayaknya dalam berbagai tes atau ujian, soal ujian bukan opsi memilih bentuk pilihan ganda atau essay, tetapi  harusnya dipadukan keduanya. Ada bagian yang ditanyakan dan dijawab dengan pilihan ganda dan juga disertakan soal-soal dalam bentuk essay atau uraian. Hal ini akan sangat membantu orang yang menjadi peserta ujian atau test. 

✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Tentang Penulis
Bio Narasi Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan” Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak. Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...