• Latest
Kakek Nazar di Usia Senja - IMG_1819 | Banda Aceh | Potret Online

Kakek Nazar di Usia Senja

November 21, 2024
48d7d57b-a685-47a6-bf7f-8bf53ffac0d0

Membaca Konsep Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Membangun Budaya Literasi  di Aceh

April 19, 2026
332cedb5-e6db-41bf-947d-3c3b781b4b41

Benteng Tauhid dan Sauh Keselamatan: Menjangkar Makrifat di Dermaga Eskatologi.

April 19, 2026
file_00000000e608720b92fed92bd3c55b54

Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan

April 19, 2026
file_000000007ff0720bbf683bd905ac60ed

Surat Untuk Anak Muda (2)

April 19, 2026
54306927-8436-4237-801f-5fda46d9c8c8

Dari Aceh ke Panggung Dunia: Muslim Amin, Ilmuwan Global Alumni USK

April 19, 2026
3a73ee9a-87d0-4bf2-aa52-0c77db8a9144

Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Prestasi Akademik: Tinjauan Psikologi dan Bukti Empiris

April 19, 2026
IMG_0839

Demokrasi Di Ujung Tanduk?

April 19, 2026
d6285489-5291-4630-bb73-f4e571585b61

‎Ghost in the Cell: Bukan Sekadar Horor Fiksi, Melainkan Realitas Pahit Ketidakadilan Sistem

April 19, 2026
Senin, April 20, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Kakek Nazar di Usia Senja

Salbilla Azra by Salbilla Azra
November 21, 2024
in Banda Aceh, Bidik, FEB UIN Ar-Raniry, FEBI, gepeng, POTRET Budaya
Reading Time: 3 mins read
0
Kakek Nazar di Usia Senja - IMG_1819 | Banda Aceh | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh: Salbilla Azra

Semester 5, Prodi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh

Kakek Nazar, seorang pensiunan tentara. Usianya berkisar antara  84 hingga 86 tahun, membawa kita pada realitas kehidupan yang menyentuh hati. Di usia lanjutnya, mantan prajurit yang pernah mengabdi hingga usia 78 tahun ini tetap teguh menjalani hari-hari.  Tekadnya untuk mandiri dan menjaga martabat.

Kakek Nazar tinggal bergiliran di rumah anak-anaknya yang tersebar di empat tempat di Banda Aceh, yaitu Mata Ie, Neusu Jaya, Blower, dan Ie Masen. Setiap minggu ia berpindah rumah untuk berada di tengah-tengah anak-anaknya.

Kakek Nazar merasa enggan membebani anak-anaknya. Sehingga timbul keinginannya untuk tetap hidup mandiri dengan cara mengemis di toko-toko sekitar Banda Aceh. Setiap ingin mengemis ia berangkat sekitar pukul 6 hingga 9 pagi, ia meninggalkan rumah dengan menumpang becak,  lalu pergi menuju kawasan ia mengemis. Untuk pulang ia menggunakan bus Transkutaraja .

Pendapatannya dari kegiatan mengemis tidak tentu setiap harinya, tetapi jarang lebih dari 100 ribu rupiah sehari. Meski jumlahnya tak besar, uang itu menjadi penopang untuk kebutuhan sehari-harinya agar tidak membebani anak-anaknya.

Salah satu faktor yang sering menyebabkan orang-orang mengemis adalah keterbatasan akses pendidikan, minimnya kesempatan kerja, ketiadaan keterampilan kerja, menciptakan lingkaran setan kemiskinan yang sulit diputus, dan juga tidak sedikit pengemis yang memiliki keterbatasan fisik atau mental. Bagi sebagian mereka, mengemis menjadi pilihan terakhir untuk bertahan hidup.

Stigma masyarakat dan minimnya fasilitas yang mendukung penyandang disabilitas untuk bekerja secara mandiri seringkali membuat mereka terpaksa mengandalkan belas kasihan orang lain. Berbeda dengan Kakek Nazar, sebetulnya ia mengemis bukan tanpa perhatian dari keluarga atau keterbatasan akses pendidikan.

Anak-anaknya bekerja sebagai tentara, polisi, dan guru, telah merawat dan memperhatikan kebutuhannya. Namun, di usianya yang senja, ia memilih untuk mengemis tanpa sepengetahuan mereka. Pilihan ini bukan tanpa alasan; ia ingin menjaga kemandirian, agar tidak menjadi beban bagi keluarganya.

Hingga suatu hari, salah satu anaknya menerima laporan dari orang lain bahwa sang ayah terlihat mengemis di sejumlah toko. Merasa khawatir dan kecewa, anaknya memutuskan untuk menegur keras Kakek Nazar. Namun, ini justru menjadi titik konflik kecil di antara mereka. Sang anak merasa malu, berpikir bahwa tindakan ayahnya itu menunjukkan seolah-olah ia tidak mampu merawat orang tuanya. Bahkan, kemarahan sang anak membuatnya berpikir untuk meminta ayahnya dibawa ke kantor polisi sebagai efek jera. Namun, Kakek Nazar tetap teguh dalam niatnya. Bagi beliau, mengemis adalah cara untuk mempertahankan martabatnya tanpa membebani keluarga. Ia bahkan menabung sebagian dari pendapatan mengemisnya.

Perjalanan hidup Kakek Nazar sebagai pensiunan tentara dipenuhi oleh pengalaman berharga dan kenangan yang tak terlupakan. Sebagai seorang veteran, ia telah melalui berbagai tantangan berat, termasuk sebuah insiden yang sangat membekas di ingatannya. Di masa lalu, ia pernah mengalami kesalahpahaman yang membuatnya dituduh membawa barang terlarang berupa sabu, sehingga harus menjalani hukuman selama dua tahun. Meski peristiwa ini meninggalkan luka di hatinya, semangat Kakek Nazar untuk terus berjuang tidak pernah padam.

Setelah puluhan tahun mengabdi, Kakek Nazar akhirnya pensiun dari dinas militer kini sudah lebih  78 tahun. Pengabdiannya bukan hanya sebagai seorang prajurit, tetapi juga sebagai ayah dan kakek yang selalu berkorban demi kesejahteraan keluarganya.

Kisah hidup Kakek Nazar memperlihatkan bahwa masa tua tidak berarti berhenti berperan dalam keluarga. Nilai-nilai seperti kemandirian, rasa hormat, dan ketulusan adalah hal yang bisa tetap dipelihara sepanjang hidup. Di usia senjanya, Kakek Nazar masih memilih untuk memberi, meskipun dengan cara sederhana, yaitu mengemis. Dengan semangat yang selalu ada dalam dirinya, beliau tetap menjadi sosok penuh ketulusan dan tanggung jawab, memberikan teladan tentang cinta dan rasa hormat bagi keluarga dan orang-orang di sekitarnya.

Tags: #pengemis
Share234SendTweet146Share
Salbilla Azra

Salbilla Azra

Next Post
Kakek Nazar di Usia Senja - IMG_1811 | Banda Aceh | Potret Online

Om Bus-Syaikh Fadil: Pahlawan atau Pengumbar Janji?

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com