Artikel · Potret Online

Pesan Kak Cut

Penulis  Don Zakiyamani
November 9, 2022
3 menit baca 317
Pesan Kak Cut - 6601AE9B FD4D 4594 9340 F6B63670FC2E | Literasi | Potret Online
Foto / IlustrasiPesan Kak Cut
Oleh
Don Zakiyamani

Sore itu peserta diskusi ilmiah KDI sedikit terlambat. Pemateri, Cut Safriana lebih dahulu tiba. Saya berkesempatan ngobrol banyak meski belum kenal sebelumnya. Obrolan dimulai di depan Gerobak, berlanjut sampai ke ruang diskusi.

Obrolan ringan dimulai dengan riwayat beliau semasa berorganisasi. Dilanjutkan studi dan karir beliau di pemerintahan. Layaknya dialog dua arah, kak Cut mulai bertanya soal KDI (Komunitas Diskusi Ilmiah).

Setelah memaparkan awal kenapa hadir KDI, latar filosofis dan tujuan, Kak Cut berpesan:

“Diskusi harus diikuti eksekusi.”

Saya diam sejenak, sambil mengajak otak ‘jogging’. Maklum, sudah lama otak mengalami ‘obesitas’, setidaknya dua tahun otak tidak berinteraksi dengan beragam opini dan berita di media massa.

Masa di mana saya enggan berjumpa dengan siapapun, kecuali dengan ibunda tercinta. Bahkan interaksi dengan kakak dan abang hanya terjadi ketika lebaran.

Tentu saja saya tetap bersentuhan intim dengan tokoh dalam buku-buku. Tapi itu monolog, tiada diskusi nyata, hanya dialog imajiner.

Kembali soal pesan kak Cut, setelah otak ‘jogging’, beberapa literatur menyapa. Bagaimana kalau kita lakukan ini dan itu, eksekusi sebagai hasil diskusi.

Pesan kak Cut ini harus dilaksanakan, menurut pandangan saya. Entah itu berupa gerakan memilah sampah dan bekerjasama dengan instansinya. Bisa juga melakukan edukasi lanjutan di sekolah-sekolah. Tentu bila terkait dengan diskusi sore itu.

Di diskusi lainnya, meski materi abstrak, sejatinya dapat dieksekusi.

Misalnya ketika bang Tabrani Yunis membahas “Aku Menulis, Maka Aku Ada”, ini jelas dapat dieksekusi dengan menulis ringan di medianya.

Materi Dr. Ramzi Adriman tentang gerakan moral, juga sangat mungkin dieksekusi teman-teman mahasiswa.

Dan materi-materi lain, termasuk materi organisatoris dan akademis. Materi yang satu ini jelas sekali dihadapi mahasiswa.

Kelompok cerdas (akademis) meski melakukan eksekusi secara komunal, harus terorganisir, massif serta terencana.

Jika tidak, kebenaran yang tercerai akan dikalahkan hoaks yang terorganisir.

So, setelah diskusi, jangan lupa eksekusi.

Pesan kak Cut.

“`

 

✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Tentang Penulis
Penikmat kopi tanpa gula
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...