
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Tabrani Yunis Negeri mutu manikam berkabut gelap Yang terbentang di garis Khatulistiwa Apakah ada matahari yang disadap Hingga seluruh...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Nyakman Lamjame Aku hijau,lahir dari bisik pagi yang berembun,dari rintik lembut menyejukkan pucuk daun,dari hembusan angin yang mengurai rahasia ranting. Bukan...
Baca SelengkapnyaDetailsIlusi Luka Oleh: Indra Mardiani Bagaimana hendak kau angkat wajahmu,Jika luka terlalu dalam terukir?Terlalu lebar kau hias guratnya,Hingga tak tersisa...
Baca SelengkapnyaDetailsPemuisi Remaja Negeri Pulau Pinang dan Penggerak Seni Belia Malaysia PUISI Rindu yang Terpendam Aku rindukan sahabatku yang lama,Di mana...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Tabrani Yunis Nak, Kemarilah duduk sejenak Kuharap kau dapat menyimak Setiap kata dan kalimat Bapak Walau usiamu masih anak-anak...
Baca SelengkapnyaDetailsAku Ingin Menjadi Kata - kataAku ingin engkau mengutukkumenjadi kata - kata,agar semua rahasia langitbisa kupetik lalukutebarkan di hamparan samuderahatimu yang...
Baca SelengkapnyaDetailsNama saya Gandazon H. Turnip, lahir di Simalungun tahun 1998 menulis beberapa puisi yang tersebar di berbagai media seperti Majalah...
Baca SelengkapnyaDetailsDenny Micky Hidayat, lahir di Jakarta, memilih berdomisili di kota Depok, Jawa Barat, saat ini bekerja sebagai ASN di Direktorat...
Baca SelengkapnyaDetailsMuhammad Tauhed Supratman lahir di Pamekasan, 27 Nopember l970. Sajaknya “Nyanyian dari Kampus” terpilih dan dibacakan di Radio Nederland, di...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Tabrani Yunis Senja merah Merekah Bagaikan darah Tumpah Ruah Senja merah darah Mengalir menjarah lembah Di ufuk barat tampak...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com