Aku dan Kegelapan

Juli 2025
Oleh: Redaksi

Oleh ~Rika Maina Sari Dachi

Di balik gelap yang sunyi

Kusimpan kesedihan dalam hati

Sepi…sendiri…hanya luka yang menemani

Bukan tiada yang peduli

Tetapi hati sedang tak ingin berbagi

Aku memilih melewati masa ini

Dengan deraian air mata yang seolah tak mau berhenti

Ketika bibir ingin mengeluh namun tak mampu untuk bersuara

Ternyata sudah sedalam ini beban luka yang aku tanggung

Terkadang… Di balik diamku, 

Aku pernah meratapi nasibku

Ingin rasanya berteriak pada takdir

“Mengapa harus aku…?”

Mengapa harus aku yang menanggung beban ini

Kehilangan semua mimpi

Kehilangan seberkas harapan yang telah lama kuhayalkan

Ketika duniaku yang awalnnya penuh warna 

Berubah menjadi gelap yang menakutkan

Ketika pelangiku yang terlihat begitu indah

Seketika menghilang menjadi gelap yang menyakitkan

Sungguh…aku lemah tak berdaya

Bagaimana aku bisa berpura-pura kuat

Ketika bayanganku sendiri saja sudah tak dapat kulihat

Bagaimana aku akan berpura-pura kuat…?

Ketika wajah AYAH dan IBUku saja

Sudah tak lagi dapat kupandangi seperti biasannya

Bahkan ketika  wajah-wajah orang yang mencintaiku

Dulu terlihat begitu penuh dengan canda dan tawa bahagia 

Kini diam-diam ikut menangisi nasibku

Oooh Tuhan…

Belum lagi puas aku bermain dengan masa kecilku

Belum lagi terwujud impian dan cita-citaku

Belum lagi aku bisa membahagiakan orang tuaku

kegelapan justru menyelimuti hariku

kini Pagi dan siangku terasa seperti malam

Sedangkan malamku terasa semakin gelap dan sunyi

Oooh Tuhan…

Sesayang itukah Engkau terhadapku

Serindu itukah Engkau mendengar doa yang kupanjatkan

Dengan uraian air mataku

Sehingga Engkau yakin akulah insan yang kuat yang pantas menerima anugrah ini

Untuk takdir yang sudah tertulis dan

Untuk janji yang mungkin sudah terikrar dulu

Maafkan keegoan hati ini

Kini aku menyadari Tuhan begitu menyayangiku

Meski saat ini aku kehilangan cahaya penglihatanku 

Tetapi cahaya besar dari Tuhan selalu menyinari hatiku

Meski kini aku tak dapat lagi melihat wajah kedua orang tuaku

Tetapi doa mereka selalu mengiringi langkahku

Kini aku dan kegelapan seolah sudah bersahabat

Dan ternyata gelap itu sudah tidak semenakutkan dulu

Ini semua bisa aku lewati karena rasa syukurku

Mungkin inilah jalan terbaik dari Tuhan untuk hidupku

Dan aku sudah memasrahkan segalannya pada Sang pemilik Hidup

Ternyata kunci hidup Bahagia yang sesungguhnya

Terletak pada rasa syukurmu

Karena dengan bersyukur kamu mampu 

Menerima apapun yang terjadi dalam hidupmu

Dan percaya bahwa Pilihan Tuhan lebih baik dari sekedar keinginanmu

Mari bersyukur…

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist