
Puisi Dr. Wiratmadinata Tak apa tuan berdusta,pohon-pohon itu tumbangkarena sudah lapuk dan tua;meskipun semua bersaksi,kayu itu putus rapi bekas gergaji,bahkan...
Baca SelengkapnyaDetailsTanjak di Singgahsana, Lumpur di Rakyat Pada balai bertiang pidatopara pembesar mengira langit patuhkata mereka: negeri ini teguhmampu berdiri tanpa...
Baca SelengkapnyaDetailsPuisi Anto Narasoma:Akhirnya Mati akhirnya,tanah itu terkulai dalam tumpukan kekejian yang membawa kematian bagi tangan-tangan terkulai dalam genangan lumpuryang menyisakan...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh : Hanif Arsyad Sudah hampir tiga minggu,air kembali bening, tanah kembali tenang—tapi adakah hatimu ikut jernih,atau luka ini hanya kau biarkan berlaluseperti angin yang singgah lalu hilang? Wahai manusia yang sering alpa,bencana ini bukan sekadar berita,ia adalah bisikan lembut dari Rabbmu,teguran yang turun melalui deras sungai,melalui lumpur yang mengikat langkahmu,melalui sunyi malam yang merenggut tidurmu. Bukan Aku yang zalim kepadamu,akulah yang menjaga setiap helaan napasmu.Tapi ketika dunia kau biarkan...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Ahmad Gusairi Ketika pohon bicara, suaranya seperti bisik langit Lirih turun pelan melalui serat-serat waktu Ia tak berhuruf, namun...
Baca SelengkapnyaDetailsAir Naik di Aceh Tamiang Hujan menutup langit Aceh. Air meluru ke Tamiang gelap. Nagan Raya tenang berubah kelam. Pidie...
Baca SelengkapnyaDetailsPuisi Karya Muhammad Haikal TawaqalSiswa SMAN 1 Lhokseumawe Hujan deras mengguyur, tanpa jeda yang perlahan, Dari langit mendung, air seolah...
Baca SelengkapnyaDetailsKarya Almira Sartika Siswa SMAN 1 Lhokseumawe Air datang dari mana-mana,mengalir cepat di sepanjang jalansampai tidak ada lagi tanahyang bisa...
Baca SelengkapnyaDetailsKarya: Miftahul Jannah Hujan turun dengan deras,dingin menusuk hingga tulang,membuat malam menidurkan kami,meski tidur tak pernah sepenuhnya tenang. Air merembes...
Baca SelengkapnyaDetailsAir Naik di Aceh Tamiang Hujan menutup langit Aceh. Air meluru ke Tamiang gelap. Nagan Raya tenang berubah kelam. Pidie...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com