Puisi Bencana
Oleh : Hanif Arsyad Sudah hampir tiga minggu,air kembali bening, tanah kembali tenang—tapi adakah hatimu ikut jernih,atau luka ini hanya kau biarkan berlaluseperti angin yang singgah lalu hilang? Wahai manusia yang sering alpa,bencana ini bukan sekadar berita,ia adalah bisikan lembut dari Rabbmu,teguran yang turun melalui deras sungai,melalui lumpur yang mengikat langkahmu,melalui sunyi malam yang merenggut tidurmu. Bukan Aku yang zalim kepadamu,akulah yang menjaga setiap helaan napasmu.Tapi ketika dunia...
Puisi
Oleh Ahmad Gusairi Ketika pohon bicara, suaranya seperti bisik langit Lirih turun pelan melalui serat-serat waktu Ia tak...
Puisi Bencana
Air Naik di Aceh Tamiang Hujan menutup langit Aceh. Air meluru ke Tamiang gelap. Nagan Raya tenang berubah...
Puisi Bencana
Puisi Karya Muhammad Haikal TawaqalSiswa SMAN 1 Lhokseumawe Hujan deras mengguyur, tanpa jeda yang perlahan, Dari langit mendung,...
Lhokseumawe
Karya Almira Sartika Siswa SMAN 1 Lhokseumawe Air datang dari mana-mana,mengalir cepat di sepanjang jalansampai tidak ada lagi...
Karya: Miftahul Jannah Hujan turun dengan deras,dingin menusuk hingga tulang,membuat malam menidurkan kami,meski tidur tak pernah sepenuhnya tenang....
Puisi Bencana
Air Naik di Aceh Tamiang Hujan menutup langit Aceh. Air meluru ke Tamiang gelap. Nagan Raya tenang berubah...
Puisi
Karya Teuku Nufail Zharifsyah Siswa SMAN 1 Lhokseumawe Deru langit tak henti menjatuhkan tangis Aroma tanah basah menyelimuti...
#Sumatera Utara
Oleh Rosli K. Matari Malaysia kita sudah melupakanindah-indah kenangan,di sungai bayang bertamjernih terendamdaun dan angin, buai-buai kiambang, terataisudah...