Bendera Putih Ini
Oleh : Pril Huseno Bendera putih ini, naik tinggi sudah Diiringi derai air mata ibu, yang tetes matanya mengalir doa...
Temukan semua artikel terbaru dalam kategori Puisi Bencana.
Oleh : Pril Huseno Bendera putih ini, naik tinggi sudah Diiringi derai air mata ibu, yang tetes matanya mengalir doa...
Puisi Dr. Wiratmadinata Tak apa tuan berdusta,pohon-pohon itu tumbangkarena sudah lapuk dan tua;meskipun semua bersaksi,kayu itu putus rapi...
Tanjak di Singgahsana, Lumpur di Rakyat Pada balai bertiang pidatopara pembesar mengira langit patuhkata mereka: negeri ini teguhmampu...
Puisi Anto Narasoma:Akhirnya Mati akhirnya,tanah itu terkulai dalam tumpukan kekejian yang membawa kematian bagi tangan-tangan terkulai dalam genangan...
Oleh : Hanif Arsyad Sudah hampir tiga minggu,air kembali bening, tanah kembali tenang—tapi adakah hatimu ikut jernih,atau luka ini hanya kau biarkan berlaluseperti angin yang singgah lalu hilang? Wahai manusia yang sering alpa,bencana ini bukan sekadar berita,ia adalah bisikan lembut dari Rabbmu,teguran yang turun melalui deras sungai,melalui lumpur yang mengikat langkahmu,melalui sunyi malam yang merenggut tidurmu. Bukan Aku yang zalim kepadamu,akulah yang menjaga setiap helaan napasmu.Tapi ketika dunia...
Oleh Ahmad Gusairi Ketika pohon bicara, suaranya seperti bisik langit Lirih turun pelan melalui serat-serat waktu Ia tak...
Air Naik di Aceh Tamiang Hujan menutup langit Aceh. Air meluru ke Tamiang gelap. Nagan Raya tenang berubah...
Puisi Karya Muhammad Haikal TawaqalSiswa SMAN 1 Lhokseumawe Hujan deras mengguyur, tanpa jeda yang perlahan, Dari langit mendung,...
Karya Almira Sartika Siswa SMAN 1 Lhokseumawe Air datang dari mana-mana,mengalir cepat di sepanjang jalansampai tidak ada lagi...