Minggu, April 19, 2026

Ketika Sungai Mengambil Kembali yang Kita Abaikan

November 2025
Oleh: Redaksi

Oleh Rosli K. Matari

Malaysia

           I.

kita sudah melupakan
indah-indah kenangan,
di sungai

bayang bertam
jernih terendam
daun dan angin, buai-buai

kiambang, teratai
sudah lama susup-sasap pergi,
bagai luluh mimpi

           II

kita dewasa, tua
meninggalkan pokok kelapa,
sagu, nipah, rembia

tidak bermain, renang, mandi
menaut lampan, ruan, keli
di sungai lagi

semua itu, seperti
kita melupakan huruf jawi
kitab tua, tak terbaca lagi

           III

di pinggir, ketompok rumah batu
seperti kelompok kelakatu
menghurung lampu

aur di tebing sudah lama
tiada,
hanya tinggal peribahasa

di sana, zon industri
dengan pelan, rajah ekonomi
kapitalis untung setiap hari

           IV

asap dari cerobong berkelabut
toksik ke laut
sampah berduyun, ikut ke laut

bersuara rimba di hulu,
apa lagi tinggal untukku
balak dipunggah ke kota maju

akhir sekali sungai mengeluh
untukmu, ambillah
petaka bah dan air yang keruh

           V

lupakanlah, tidak ada lagi
nyiur oleng-oleng pergi,
membawa mimpi

benih yang baik jatuh
ke laut, ke mana jauh
akhir tumbuh

terdampar
tabah, sabar
bersama pulau, membesar

           VI

semua tenang, indah
kusimpan di celah-celah
resah dan desah

aku akan terus mengalir
lewat batu, pasir
selagi aku belum berakhir

mengalir panjang
walau tidak ada jerning bayang,
gerdap-gedip bintang

  • Rosli K. Matari
    28 Nov 25

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist