Senin, April 20, 2026

Terhenti di Sebuah Persimpangan

Februari 2025
Oleh: Reza Fahlevi

Oleh Reza Fahlevi

Kenapa kau begitu indah?
Membuatku terpana dalam takjub
Seakan-akan aku tak ingin memalingkan sedikit pun pandangan
Dari menatapmu di seberang sana

Kenapa senyumanmu begitu teduh?
Sampai membawa rasa ketenangan
Datang dan bersemayam di hatiku
Tanpa kupinta

Kenapa kita harus bertemu?
Aku seperti terjebak di dalam ruang lingkup keberadaanmu
Tapi lucunya aku malah menyukainya
Dan ingin terus terjebak di balik jeruji yang penuh dengan cahaya putih ini

Kenapa kita akhirnya saling mengenal?
Kau telah menghadirkan sebuah rasa yang sulit kucerna
Dan kau membuatku tak ingin berpisah denganmu
Walau ku tau, pertemuan kita hanya untuk sesaat

Aku melihatmu berjalan
Dari setiap langkah… kau seperti menebar pesona
Dan pesonamu itu seolah-olah melenyapkan sisi kelabu
yang bersemayam di dasar batinku
Sampai membuatku lupa bahwa sebenarnya kehadiranmu tidak berlangsung lama

Aku menyimak dirimu saat kau sedang berbicara denganku
Dan tak kusangka
Saat kau melirikku dalam sepersekian detik
Dalam sepersekian detik… aku bertanya-tanya…
Kenapa Tuhan malah mempertemukan kita berdua?
Kenapa Tuhan memilih dirimu yang hadir di hadapan mataku?

Karna aku masih belum mengerti
Gejolak apa yang saat ini sedang kurasakan
Namun satu yang pasti
Entah kenapa kau membuatku ingin terus menatapmu

Aku masih belum mengerti
Perasaan apa yang saat ini sedang kurasakan
Seperti ada sesuatu…
Sesuatu yang mendorongku untuk mengatakan satu hal padamu
Hal yang sulit kupahami

Tapi
Waktu terus berjalan
Seakan-akan ia memberiku sebuah tanda
Tanda di antara aku yang tetap berdiam diri dan terus memendam semua yang kurasakan
Atau pertanda aku yang akan melakukan sesuatu kepadamu
Akan tetapi, aku pun tau bahwa waktu tidak akan menunggu

Lantas
Seandainya aku memintamu untuk tetap berada di sisiku
Apa kau sudi berdiri di sampingku?
Atau…
Jika nanti aku memintamu untuk mendengarkan sebuah ungkapan yang terpendam
Apa kau sudi menyimaknya?

Karna kurasa
Pesonamu sudah terlanjur menerobos ketangguhan hatiku
Dan aku tak cukup siap jika besok saat pagi menyapa
Pesonamu hilang dari radar hatiku
Aku tidak cukup siap melihatmu berlalu pergi
setelah kita saling mengenal nama masing-masing

Sebelum waktu menutup semua kesempatan
Dan sebelum semua pertemuan kita menjadi kenangan
Kumohon beri diriku sedikit tanda
Agar semua tidak berakhir dalam tanda tanya

Karna
Jika kau benar-benar berlalu pergi
Saat itu pula hatiku kembali sunyi

Tentang Penulis
Lahir di Banda Aceh pada Tanggal 9 september 1996, Reza Fahlevi sudah mulai menyukai dunia kepenulisan sejak masih duduk di bangku SMP. Tulisannya berupa cerita-cerita pendek terdapat di berbagai platform seperti KBM, Fizzo, Blogspot dan sekarang aktif menulis di Medium. Beberapa tulisan Reza dalam bentuk puisi pernah diterbitkan oleh Warta USK. Ia juga pernah memenangkan lomba menulis novel yang diadakan oleh penerbit USK Press serta juga menjadi salah satu penulis dalam dua buku antologi yang berjudul Jembatan Kenangan (Jilid II) dan Kebun Bunga Itu Telah Kering. Selain menulis, Reza turut serta menjadi salah satu tenaga pendidik di sekolah MIN 20 Aceh Besar.

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist