Puisi Bencana

Temukan semua artikel terbaru dalam kategori Puisi Bencana.

38 artikel Diperbarui: 21 Agustus 2026
Filter: Terbaru Terpopuler Pilihan Editor
Puisi

Elegi Hari Ini

SKEMA (Sketsa Masyarakat) Oleh Akmal Nasery Basral 1/ Aku dengar sirene   Tanah telan darah   Langit muntah bara   Laut...

Puisi

Negeri yang Kehilangan Cermin

Oleh Juni Ahyar Katamu,kami hidup di negeri yang kaya,tanahnya subur,lautnya luas,gunungnya menyimpan emas,perut bumi mengalirkan minyak,dan langitnya menjatuhkan hujan keberkahan. Namun mengapaperut rakyatmasih akrab dengan bunyi lapar? Katamu,negeri ini swasembada pangan.Tetapiberas semakin menjulang,seolah kemewahanyang hanya boleh dipandangdari balik etalase. Katamu,tanah ini melahirkan semen.Namun rumah-rumah sederhanamasih tertahan menjadi mimpi,karena hargatak lagi berpihakkepada tangan-tangan pekerja. Katamu,negeri ini menghasilkan pupuk.Tetapi petanilebih sering memupuk kesabarandaripada sawahnya sendiri.Mereka mengantrebukan untuk panen,melainkanuntuk secuil harapanyang entah datang kapan. Katamu,kita negeri penghasil minyak.Lalu mengapamatahari terbitmenyaksikan ribuan kendaraanmengular di SPBU,seolah waktu rakyattak lagi bernilaidi hadapan jeriken dan tangki kosong? Katamu,gemah ripah loh jinawi,bumi yang makmur,air yang melimpah,hasil alam yang tak pernah habis. Tetapi mengapaibu-ibu menggenggam tabung gaslebih eratdaripada menggenggam masa depan,berbaris panjangdemi apiyang sekadar inginmenghidupkan dapur? Kami tak sedangmengutuk negeri ini. Kami hanya bertanya,mengapa kekayaanlebih sering tinggaldi dalam pidatodaripada di meja makan rakyat?...

Puisi

Liturgi Hutan Terkepung Api 

Oleh Fileski Walidha Tanjung  Barangkali akar telah mempelajari alfabet luka lebih tekun daripada perpustakaan hujan yang kehilangan kelopak....

Puisi Bencana

Jembatan yang Tak Pernah Putus

Oleh Juni Ahyar Terinspirasi dari tragedi Jembatan Kuta Blang, Bireuen Di Kuta Blang, banjir bukan sekadar air yang...

Puisi

Semestinya Ini Tak Terjadi 

Puisi Bencana Sumatera‎‎Oleh Anies Septivirawan‎‎‎Gumpalan awan hitam‎Angin kencang dan sambaran‎Petir dari langit yang menangis‎Air mata membanjiri bumi Sumatera‎‎Hari...

Puisi

Pesta Kematian Tuhan

Oleh: Syarifudin Brutu ​Di beranda ini, tanah masih menyimpan sisa bah Lembab oleh air mata yang belum sempat...

#Sumatera Utara

Membaca Bencana Dari Kanvas Digital

Oleh ReO Fiksiwan. “Apa yang dapat ditawarkan kritik kepada kita di dunia gambar generatif yang tak terkendali dan...

Puisi Bencana

Aku Dan Kenangan Sekolah

Oleh Naizeera Di bawah langit yang cerah Seakan membuka bab baru untuk kita Sejauh perjalanan berlalu Tiap harinya...

Puisi Bencana

Tajuk Hunian Baru

Oleh Zab Bransah Ini ceritaSetiap pengembaraAda pasti areaJejakLewat lembahLembah sungaiAda tanda cintaPengabdian rinduSetiap rinduAda kasihOh.Tragedi ini jadi pembelajaranKita...