Mahkota Putih di Serambi Bendera putih berkibar, namun darahdi tanah Acheh masih hangat,bulan terbalik menjadi mangkuk menadah air mata nelayan,ombak...
Puisi Dr. Wiratmadinata Tak apa tuan berdusta,pohon-pohon itu tumbangkarena sudah lapuk dan tua;meskipun semua bersaksi,kayu itu putus rapi bekas gergaji,bahkan...
Tanjak di Singgahsana, Lumpur di Rakyat Pada balai bertiang pidatopara pembesar mengira langit patuhkata mereka: negeri ini teguhmampu berdiri tanpa...
Puisi Anto Narasoma:Akhirnya Mati akhirnya,tanah itu terkulai dalam tumpukan kekejian yang membawa kematian bagi tangan-tangan terkulai dalam genangan lumpuryang menyisakan...
Oleh : Hanif Arsyad Sudah hampir tiga minggu,air kembali bening, tanah kembali tenang—tapi adakah hatimu ikut jernih,atau luka ini hanya kau biarkan berlaluseperti angin yang singgah lalu hilang? Wahai manusia yang sering alpa,bencana ini bukan sekadar berita,ia adalah bisikan lembut dari Rabbmu,teguran yang turun melalui deras sungai,melalui lumpur yang mengikat langkahmu,melalui sunyi malam yang merenggut tidurmu. Bukan Aku yang zalim kepadamu,akulah yang menjaga setiap helaan napasmu.Tapi ketika dunia kau biarkan...