POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Aceh

Puisi -Puisi Prihatin Alkhair Aljohore Untuk Aceh

Redaksi by Redaksi
Desember 21, 2025
in Aceh, Puisi Bencana
0
Puisi -Puisi Prihatin Alkhair Aljohore Untuk Aceh - e391e894 301d 4195 97e3 99e50a379fd7 | Aceh | Potret Online

Mahkota Putih di Serambi

Bendera putih berkibar, namun darah
di tanah Acheh masih hangat,
bulan terbalik menjadi mangkuk menadah air mata nelayan,
ombak bersyahadat
kepada pantai yang retak,
angin membawa kabar: “solidariti murah di laman sosial.”
Pedang zaman arkais menari
di atas meja birokrasi,
surat bantuan hilang, tetapi syarahan penuh metafora berganda,
kanak-kanak menunggu nasi, diberi poster simpati global,
perahu patah, dijanjikan kapal kata-kata.
Paradoksnya: kesunyian bersuara paling nyaring,
surrealnya: langit menjahit luka tanpa benang,
satiranya: kamera lebih kenyang dari perut manusia,
di Acheh, putih itu bendera – juga kain kafan harapan.

Alkhair Aljohore @1
Malaysia
22.12.25

Puisi -Puisi Prihatin Alkhair Aljohore Untuk Aceh - IMG_8063 scaled | Aceh | Potret Online
Baca Juga
Aceh
Huwara Publishing Telah Merilis 100 Voucer Mendukung Event WLN di Banda Aceh
20 Feb 2024

———^^———

2.
Serambi Yang Menjerit Tanpa Suara

Puisi -Puisi Prihatin Alkhair Aljohore Untuk Aceh - 93b61308 0758 4996 8edf ced88171d37a | Aceh | Potret Online
Baca Juga
Aceh
Inilah Pengalaman Pengurus IGPKhI Aceh Ikuti Pertukaran Guru ke Amerika Serikat
27 Okt 2023

Bendera putih terangkat seperti doa terjuntai,
burung gagak menulis sajak
di dinding masjid tua,
rakyat sujud pada tanah, pemimpin sujud pada lensa,
laut menjadi cermin, memantulkan dusta global.

Solidariti terjual di pasar maya,
sepuluh ‘like’ satu sedekah,
empati bersiul seperti seruling patah,
kemanusiaan berarak bagai arwah
belum dikebumi,
Acheh memanggil Sumatera,
tapi dunia pasang telinga lilin.
Paradoks berkaki dua: kasih berkata,
tapi tangan kaku,
surreal berkepak hitam: hujan turun dari pasir, bukan awan,
arkais berbisik: “dulu kita saudara,
kini statistik semata,”
dan satira menyimpul: bendera putih;tanda kalah,
atau tanda kita lupa?

Puisi -Puisi Prihatin Alkhair Aljohore Untuk Aceh - 22dc9ec9 088a 474f b72e f35919787a30 | Aceh | Potret Online
Baca Juga
Aceh
Membanggakan, Siswi dari Kepulauan Simeulue Raih Medali Perak Tingkat Nasional di Ajang FLS2N
27 Agu 2023

Alkhair Aljohore @2
22.12.25

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
Next Post
Puisi -Puisi Prihatin Alkhair Aljohore Untuk Aceh - 1c176fc3 d655 4482 8e0f 3b3163b72f45 | Aceh | Potret Online

Di Balik Hutan Ia Menyembunyikan Kegagalannya

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah