🔊
Dengarkan Artikel
Karya Teuku Nufail Zharifsyah
Siswa SMAN 1 Lhokseumawe
Deru langit tak henti menjatuhkan tangis
Aroma tanah basah menyelimuti alam
Sungai mengamuk, meluap tak teriris
Menelan kampung, menghanyutkan segala malam
Jejak langkah hilang di pusaran air
Rumah terendam, jadi lautan tak bertepi
📚 Artikel Terkait
Bahkan lagi pemandangan yang terukir
Tapi sesak dan tangis yang menghampiri
Di sudut desa yang dulu berseri, kini hanya tersisa duka yang pekat
Kekayaan hanyut, tak ada yang tersisa lagi
Hutan berganti rongsokan beton, menyisakan penyesalan
Kapal-kapal kecil jadi penghubung
Mangantar bantuan dan harapan yang tersembunyi
Aceh berduka, menahan pilu yang tergenang menanti hari esok datang berseri
Lhokseumawe, 3 Desember
2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 63x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 54x dibaca (7 hari)
Kisah Nurwani: Usia Bukan Penghalang untuk Belajar
9 Feb 2026 • 53x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.






