POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Puisi Bencana

Puisi-Puisi Bencana Alkhair Aljohore

Redaksi by Redaksi
Desember 4, 2025
in Puisi Bencana
0
Puisi-Puisi Bencana Alkhair Aljohore - IMG_8783 | Puisi Bencana | Potret Online

Air Naik di Aceh Tamiang

Hujan menutup langit Aceh.

Puisi-Puisi Bencana Alkhair Aljohore - 662a91d9 2060 413f 9c0e d5358a600b76 | Puisi Bencana | Potret Online
Baca Juga
POTRET Budaya
Rubrik Kisah dan Karya
19 Des 2025

Air meluru ke Tamiang gelap.

Nagan Raya tenang berubah kelam.

Puisi-Puisi Bencana Alkhair Aljohore - 01d8eb51 20d1 41a1 b2ef 560fffef5257 | Puisi Bencana | Potret Online
Baca Juga
#Korban Bencana
Munasabah dari Tanah yang Terendam: Iman, Amanah, dan Luka Ekologi Aceh
18 Jan 2026

Pidie Jaya tenggelam tanpa suara.

Agam basah menanggung beban.

Puisi-Puisi Bencana Alkhair Aljohore - IMG_9217 | Puisi Bencana | Potret Online
Baca Juga
Puisi
2028
02 Jan 2026

Sungai melimpah di Sumut.

Tapanuli Tengah runtuh perlahan.

Jalan putus mengikat harapan.

Anak-anak menangis kehilangan rumah.

Sumatera Barat merintih lagi.

Langit menua dengan duka.

Alkhair Aljohore @1

4.12 25


Jerit Merah di Tapanuli Tengah

Tapanuli Tengah retak dihentak.

Kayu raksasa menyumbat sungai.

Gemuruh tanah menggila lagi.

Aceh Tamiang menjerit diam-diam.

Nagan Raya mengarak tubuh letih.

Sumatera Utara terbakar panik.

Agam tenggelam dalam kelam.

Padang menggigil menahan malam.

Bener Meriah hilang tenaga bumi.

Pidie Jaya mengecil dalam gelap.

Jiwa pecah memeluk derita.

Alkhair Aljohore @2

4.12.25


Bulan Terbalik di Agamt

Gunung Agam berjalan mundur.

Laut Aceh bernafas perlahan.

Rumah Tamiang tumbuh sayap.

Nagan Raya bercakap kepada angin.

Padang melukis sungai menghilang.

Burung Tapanuli terbang terbalik.

Sumatera Utara memakan bayang.

Awan Pidie Jaya menangis batu.

Bener Meriah menidurkan matahari.

Hujan menyulam lidah sungai.

Langit menjahit mimpi isi.

Alkhair Aljohore @3

4.12.25

Previous Post

Membangun Generasi Tangguh Indonesia: Potret Realitas, Tantangan, dan Gerakan Pemuda

Next Post

Predators of the Forest: Reflections on Power and Ecological Ruin in Indonesia

Next Post
Puisi-Puisi Bencana Alkhair Aljohore - 6d090624 c5d9 4cb7 9e16 63c59477c52d | Puisi Bencana | Potret Online

Predators of the Forest: Reflections on Power and Ecological Ruin in Indonesia

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah