• Latest
Puisi-Puisi Bencana Alkhair Aljohore - IMG_8783 | Puisi Bencana | Potret Online

Puisi-Puisi Bencana Alkhair Aljohore

Desember 4, 2025

Mengapa Ivan Illich Mengajak Kita Berhenti Memuja Sekolah

April 23, 2026
Ilustrasi kerumunan orang menatap ponsel di bawah panggung politik dengan figur pemimpin yang dikendalikan seperti boneka oleh tangan besar di atasnya, menggambarkan manipulasi, popularitas, dan hilangnya akal sehat dalam demokrasi.

Menuju Bangsa Goblok (MBG)

April 23, 2026
IMG_0914

Demokrasi Sebagai Dunia: Pergulatan Makna dalam Ruang Digital

April 23, 2026
27f168e7-1260-4771-8478-62c43392780e

Pulo Aceh, William Toren dan Pendidikan Kami

April 23, 2026
IMG_0904

Cahaya di Balik Luka

April 23, 2026
35b66c8c-a220-4f11-8e9a-6fccf401ca7b

Arsitektur Linguistik: Menelusuri Ontologi Kata dan Logika Taqsim dalam Ilmu Nahwu.

April 23, 2026
Puisi-Puisi Bencana Alkhair Aljohore - 38a1ed71 84b6 44ab 9f7a a62e2a66e5e2 | Puisi Bencana | Potret Online

Perserikatan Bangsa-Bangsa Tanpa Kompas Arah di Tengah Gejolak Dunia Global

April 22, 2026
d1791700-9d77-4212-83e6-eb00db9a7ade

Dari Lumbung ke Etalase: Pergeseran Nalar Hidup Masyarakat Desa

April 22, 2026
Kamis, April 23, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Puisi-Puisi Bencana Alkhair Aljohore

Redaksi by Redaksi
Desember 4, 2025
in Puisi Bencana
Reading Time: 2 mins read
0
Puisi-Puisi Bencana Alkhair Aljohore - IMG_8783 | Puisi Bencana | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Air Naik di Aceh Tamiang

Hujan menutup langit Aceh.

Baca Juga
  • 2028
  • Aku Dan Kenangan Sekolah

Air meluru ke Tamiang gelap.

Nagan Raya tenang berubah kelam.

Baca Juga
  • Banjir Aceh
  • Bendera Putih Ini

Pidie Jaya tenggelam tanpa suara.

Agam basah menanggung beban.

Baca Juga
  • Puisi Bencana Alkhair Aljohore
  • Di antara Gelap dan Harapan.

Sungai melimpah di Sumut.

Tapanuli Tengah runtuh perlahan.

Jalan putus mengikat harapan.

Anak-anak menangis kehilangan rumah.

Sumatera Barat merintih lagi.

Langit menua dengan duka.

Alkhair Aljohore @1

4.12 25


Jerit Merah di Tapanuli Tengah

Tapanuli Tengah retak dihentak.

Kayu raksasa menyumbat sungai.

Gemuruh tanah menggila lagi.

Aceh Tamiang menjerit diam-diam.

Nagan Raya mengarak tubuh letih.

Sumatera Utara terbakar panik.

Agam tenggelam dalam kelam.

Padang menggigil menahan malam.

Bener Meriah hilang tenaga bumi.

Pidie Jaya mengecil dalam gelap.

Jiwa pecah memeluk derita.

Alkhair Aljohore @2

4.12.25


Bulan Terbalik di Agamt

Gunung Agam berjalan mundur.

Laut Aceh bernafas perlahan.

Rumah Tamiang tumbuh sayap.

Nagan Raya bercakap kepada angin.

Padang melukis sungai menghilang.

Burung Tapanuli terbang terbalik.

Sumatera Utara memakan bayang.

Awan Pidie Jaya menangis batu.

Bener Meriah menidurkan matahari.

Hujan menyulam lidah sungai.

Langit menjahit mimpi isi.

Alkhair Aljohore @3

4.12.25

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Puisi-Puisi Bencana Alkhair Aljohore - 6d090624 c5d9 4cb7 9e16 63c59477c52d | Puisi Bencana | Potret Online

Predators of the Forest: Reflections on Power and Ecological Ruin in Indonesia

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com